Langsung ke isi
Lyra
Matematika · Kelas 11–12 · Fase F · 8 menit baca UTBK

Kedudukan Titik, Garis, dan Bidang di Ruang

Setelah ini kamu bisa membedakan kedudukan dua garis di ruang — sejajar, berpotongan, dan bersilangan — dan menjelaskannya memakai bidang bantu pada kubus.

Pernahkah dua kabel listrik yang menyilang di tiang terlihat bersentuhan dari sudut pandangmu, padahal sebenarnya salah satunya berada lebih jauh di belakang? Di foto dua dimensi, dua garis yang tidak pernah benar-benar bertemu bisa terlihat berpotongan. Itulah inti geometri ruang: di dunia tiga dimensi, ada satu kedudukan baru yang tidak ada di bidang datar — garis yang bersilangan. Putar kubus di bawah dan temukan sendiri ketiga kedudukan itu.

Putar kubus dengan menyeret titik sudutnya, lalu perhatikan bagaimana rusuk dan diagonalnya berubah posisi tampilan.

Tiga unsur dasar geometri ruang

Geometri ruang membangun dunia dari tiga unsur sederhana: titik (punya posisi, tak punya ukuran), garis (deretan titik tak terhingga ke satu arah), dan bidang (permukaan datar tak terhingga ke segala arah). Di dalam kubus ABCD.EFGHABCD.EFGH, kedelapan titik sudutnya adalah titik; kedua belas rusuknya adalah ruas garis; dan keenam sisi persegi adalah bagian dari bidang. Bangun di atas memperlihatkan semua unsur itu sekaligus.

Garis di ruang adalah deretan titik yang lurus ke dua arah tanpa batas; bidang adalah permukaan datar yang membentang tanpa batas. Pada kubus, rusuk adalah ruas garis dan sisi adalah bagian dari bidang.

Sejajar dan berpotongan: kedua rusuk satu bidang

Di bidang datar, dua garis hanya punya dua kedudukan: sejajar (tak pernah bertemu) atau berpotongan (bertemu di satu titik). Hal yang sama berlaku di ruang untuk dua garis yang terletak pada bidang yang sama. Pada kubus, rusuk ABAB dan DCDC sejajar karena terletak pada bidang alas ABCDABCD dan tak pernah berpotongan. Sebaliknya, rusuk ABAB dan ADAD berpotongan di titik AA karena keduanya terletak pada bidang alas dan bertemu tepat di titik sudut itu.

Coba seret titik-titik pada bangun di bawah: dua rusuk yang terletak pada satu sisi kubus selalu bisa kamu kategorikan sebagai sejajar atau berpotongan — tak ada pilihan ketiga selama keduanya satu bidang.

Bersilangan: kedudukan khas ruang tiga dimensi

Inilah momen yang membuat geometri ruang berbeda dari geometri bidang. Dua garis disebut bersilangan bila keduanya tidak sejajar dan tidak berpotongan — sekaligus tidak terletak pada satu bidang yang sama. Pada kubus ABCD.EFGHABCD.EFGH, rusuk ABAB (di alas depan) dan rusuk EHEH (di atas belakang) bersilangan: keduanya tidak sejajar, tidak pernah berpotongan, dan tidak ada satu bidang datar pun yang memuat keduanya sekaligus.

Cara membuktikan dua garis bersilangan: bayangkan sebuah bidang yang memuat garis pertama, lalu periksa apakah garis kedua bisa berada penuh di bidang itu. Jika tidak, dan keduanya tak sejajar serta tak berpotongan, maka keduanya bersilang. Bangun di bawah memperlihatkan pasangan rusuk bersilangan; seret titik sudut untuk meyakinkan diri bahwa kedua rusuk memang tidak pernah bisa dipaksa satu bidang.

Bayangkan dua garis seperti dua jalan raya. Bila keduanya satu kota datar (satu bidang), pasti sejajar atau berpotongan di perempatan. Tapi bila satu jalan di permukaan tanah dan satu jalan lain di jembatan layang yang miring arah berbeda, keduanya takkan pernah benar-benar bertemu maupun sejajar — itulah bersilangan.

Ringkas: tiga kedudukan, satu keputusan

Untuk menentukan kedudukan dua garis di ruang, ajak tiga pertanyaan ini: (1) Apakah keduanya berpotongan di satu titik? Bila ya, berpotongan. (2) Bila tidak, apakah keduanya sejajar? Bila ya, sejajar. (3) Bila tidak berpotongan dan tidak sejajar, bersilangan. Coba klasifikasi sendiri pada bangun di bawah — seret titik untuk mengubah posisi dan periksa apakah kedudukannya tetap atau berubah.

Soal kedudukan garis di ruang adalah favorit UTBK Pengetahuan Kuantitatif dan TKA: diberi kubus atau limas, ditanya hubungan dua rusuk atau dua diagonal. Triknya: sketsakan selalu bidang bantu yang memuat salah satu garis, lalu periksa apakah garis kedua bisa seluruhnya di bidang itu. Materi ini termasuk dimensi tiga yang menjadi tradisi K13 dan muncul di kisi geometri-pengukuran (kerangka TKA 045/H/AN/2025).

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Pada kubus ABCD.EFGHABCD.EFGH, bandingkan kedudukan pasangan rusuk berikut: (a) ABAB dengan HGHG; (b) ABAB dengan EHEH; (c) ABAB dengan BFBF.

Rusuk ABAB terletak di alas depan dan rusuk HGHG terletak di atas belakang. Keduanya sama-sama mendatar dan mengarah yang sama. Pakai bidang bantu: tarik melalui ABAB sebuah bidang yang menembus ke arah rusuk tegak — bidang ABGHABGH memuat ABAB sekaligus HGHG (sisi belakang-atas yang bersesuaian). Karena kedua rusuk terletak pada satu bidang dan tidak berpotongan, maka AB∥HGAB \parallel HG — sejajar.

Rusuk ABAB di alas depan, rusuk EHEH di atas-belakang vertikal. Keduanya tidak sejajar (arah berbeda) dan tidak pernah berpotongan. Coba pilih bidang yang memuat ABAB: bidang alas ABCDABCD — tetapi EHEH tidak ada di bidang alas. Bidang depan ABFEABFE — juga tidak memuat EHEH sepenuhnya. Maka ABAB dan EHEH bersilangan.

Rusuk ABAB dan BFBF bertemu di titik BB (rusuk BFBF adalah rusuk tegak depan). Karena keduanya terletak pada bidang depan ABFEABFE dan bertemu tepat di titik sudut BB, maka ABAB dan BFBF berpotongan di BB.

Klasifikasi tiga pasangan: AB∥HGAB \parallel HG (sejajar), ABAB bersilang EHEH, dan ABAB berpotongan dengan BFBF di titik BB.

Jebakan: mengira semua pasangan garis yang tidak berpotongan pasti sejajar. Yang benar: di ruang tiga dimensi, dua garis tak berpotongan bisa sejajar ATAU bersilangan — periksa apakah keduanya satu bidang sebelum memutuskan.

Jebakan: menyimpulkan bersilangan hanya karena dua rusuk terlihat menyilang di gambar proyeksi 2D. Yang benar: tampilan menyilang di gambar belum tentu bersilangan sebenarnya. Selalu uji dengan bidang bantu — bila ada bidang yang memuat keduanya, keduanya tidak bersilangan.

  • Tiga unsur dasar geometri ruang: titik, garis, dan bidang.
  • Tiga kedudukan dua garis di ruang: sejajar, berpotongan, bersilangan.
  • Sejajar dan berpotongan: kedua garis terletak pada satu bidang.
  • Bersilangan: tidak sejajar, tidak berpotongan, dan tidak satu bidang.
  • Bidang bantu adalah alat bukti: jika tak ada bidang memuat keduanya, keduanya bersilang.