Langsung ke isi
Lyra
Matematika · Kelas 11–12 · Fase F · 8 menit baca TKAUTBK

Deret Geometri: Jumlah n Suku

Setelah ini kamu bisa menghitung jumlah nn suku pertama deret geometri dengan rumus Sn=a(rn−1)r−1S_n = \dfrac{a(r^{n}-1)}{r-1} dan membedakannya dari jumlah deret aritmetika.

Di papan catur, petak pertama diisi satu butir beras, kedua dua butir, ketiga empat butir, dan seterusnya menggandakan. Berapa butir total di 10 petak pertama? Kamu bisa menjumlahkannya satu per satu — 1 + 2 + 4 + 8 + … — sampai lelah. Atau pakai satu rumus pendek yang langsung memberi 1.023 butir. Coba lihat sendiri penumpukannya di bawah.

Geser slider jumlah suku, lalu perhatikan batang deret (biru) menumpuk makin tinggi sementara batang suku (oranye) melonjak perlahan.

Dari barisan ke deret

Barisan adalah deretan bilangan; deret adalah hasil jumlahnya. Kalau barisan geometri 1,2,4,8,16,…1, 2, 4, 8, 16, \dots menyebut tiap suku satu per satu, maka deret geometri 1+2+4+8+16+…1 + 2 + 4 + 8 + 16 + \dots menjumlahkan suku-suku itu sampai suku ke-nn. Hasil jumlah itu dilambangkan SnS_n, dibaca “jumlah nn suku pertama”.

Deret geometri adalah penjumlahan suku-suku barisan geometri: Sn=a+ar+ar2+⋯+arn−1=∑k=1nark−1S_n = a + ar + ar^{2} + \dots + ar^{n-1} = \sum_{k=1}^{n} ar^{k-1}. Notasi SnS_n dibaca “jumlah nn suku pertama”.

Jadi deret adalah akumulasi: S1=aS_1 = a, S2=a+arS_2 = a + ar, S3=a+ar+ar2S_3 = a + ar + ar^{2}, dan seterusnya. Tiap suku baru ditambahkan, SnS_n melonjak — dan karena suku-sukunya sendiri tumbuh perkalian, deretnya pun meledak. Inilah yang membuat legenda catur terdengar mustahil: S64S_{64} jauh melebihi hasil padi seluruh dunia.

Rumus jumlah nn suku

Menjumlahkan satu per satu sampai nn besar jelas tak praktis. Untungnya ada rumus ringkas. Untuk barisan geometri bersuku awal aa dan rasio rr (dengan r≠1r \neq 1), jumlah nn suku pertamanya adalah:

Sn=a(rn−1)r−1S_n = \frac{a(r^{n}-1)}{r-1}

Arti tiap simbol: SnS_n = jumlah nn suku pertama, aa = suku pertama, rr = rasio, nn = banyak suku yang dijumlahkan. Berlaku untuk r≠1r \neq 1.

Coba di papan catur: a=1a = 1, r=2r = 2, n=10n = 10. Maka S10=1(210−1)2−1=1024−11=1.023S_{10} = \dfrac{1(2^{10}-1)}{2-1} = \dfrac{1024 - 1}{1} = 1.023. Persis seperti yang kamu lihat di penumpukan tadi. Geser suku awal dan rasio di bawah, lalu amati SnS_n ikut berubah mengikuti rumus yang sama.

Cara mudah mengingat bentuk rumus: pembilangnya selalu ”rnr^n dikurangi satu” (rn−1r^{n}-1), penyebutnya ”rr dikurangi satu” (r−1r-1). Dua-duanya berakhiran "−1-1", dan pangkat nn hanya muncul di pembilang. Lalu kalikan semuanya dengan aa.

Bandingkan dengan deret aritmetika

Deret geometri dan deret aritmetika kelihatan mirip karena sama-sama “menjumlahkan suku-suku barisan”, tetapi cara mereka tumbuh berbeda jauh. Deret aritmetika tumbuh secara kuadratis (seperti luas segitiga), sedangkan deret geometri tumbuh secara eksponensial — dalam beberapa suku, deret geometri bisa melampaui deret aritmetika walau awalnya terlihat lebih kecil.

AspekDeret aritmetikaDeret geometri
Sumber barisanBeda tetap (bb)Rasio tetap (rr)
Rumus SnS_nn2(2a+(n−1)b)\tfrac{n}{2}(2a + (n-1)b)a(rn−1)r−1\tfrac{a(r^{n}-1)}{r-1}
Cara tumbuhKuadratisEksponensial
Kasus khususb=0⇒Sn=n⋅ab = 0 \Rightarrow S_n = n \cdot ar=1⇒Sn=n⋅ar = 1 \Rightarrow S_n = n \cdot a

Kasus khusus: rasio 1

Rumus Sn=a(rn−1)r−1S_n = \dfrac{a(r^{n}-1)}{r-1} punya satu kelemahan: bila r=1r = 1, penyebutnya menjadi nol. Tapi jangan panik — kalau r=1r = 1, semua sukunya sama dengan aa, jadi menjumlahkan nn suku yang sama-sama aa sama saja dengan mengalikan: Sn=n⋅aS_n = n \cdot a.

Pikirkan begini: kalau setiap petak papan catur berisi tepat 5 butir beras (rasio 1, tak ada penggandaan), maka 10 petak berisi 10×5=5010 \times 5 = 50 butir. Itulah Sn=n⋅aS_n = n \cdot a untuk r=1r = 1.

Di TKA dan UTBK, soal deret geometri hampir selalu berbalut konteks — pertumbuhan bakteri, peluruhan, bunga tabungan, atau penyebaran rumor — dan meminta SnS_n. Trik cepat: hitung dulu rr dari dua suku berurutan, lalu substitusi ke Sn=a(rn−1)r−1S_n = \dfrac{a(r^{n}-1)}{r-1}. Kerangka TKA (Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025) memasukkan barisan dan deret pada elemen bilangan. Jebakan paling sering: keliru memakai rumus deret aritmetika, atau lupa menangani kasus r=1r = 1.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah lembar kertas dilipat dua berulang. Setiap lipatan melipatgandakan ketebalan jadi dua kali. Mula-mula ketebalan kertas 0,1 mm. Berapa total ketebalan yang “ditumpuk” oleh 8 kali lipatan? (Yakni: cari jumlah 8 suku deret geometri dengan a=0,1a = 0{,}1 dan r=2r = 2.)

Ketebalan mula-mula = 0,10{,}1 mm, jadi suku pertama a=0,1a = 0{,}1. Setiap lipatan menggandakan ketebalan, jadi rasio r=2r = 2. Banyak lipatan = 8, jadi n=8n = 8. Karena r≠1r \neq 1, kita pakai rumus utama.

S8=a(r8−1)r−1=0,1⋅(28−1)2−1S_8 = \dfrac{a(r^{8}-1)}{r-1} = \dfrac{0{,}1 \cdot (2^{8}-1)}{2-1}. Hitung pangkat: 28=2562^{8} = 256.

S8=0,1⋅(256−1)1=0,1⋅255=25,5S_8 = \dfrac{0{,}1 \cdot (256 - 1)}{1} = 0{,}1 \cdot 255 = 25{,}5. Jadi total ketebalan yang ditumpuk 8 kali lipatan adalah 25,525{,}5 mm — dari yang awalnya cuma setipis 0,10{,}1 mm.

Sekarang berlatihlah dengan angka acak. Soal di bawah memberi suku awal, rasio, dan banyak suku berbeda tiap kali kamu menekan “Soal baru”. Tugasmu menghitung jumlah nn suku Sn=a(rn−1)r−1S_n = \dfrac{a(r^{n}-1)}{r-1}.

Jebakan: tertukar rumus deret geometri dengan deret aritmetika. Yang benar: deret geometri memakai Sn=a(rn−1)r−1S_n = \dfrac{a(r^{n}-1)}{r-1} (rasio rr), sedangkan deret aritmetika memakai Sn=n2(2a+(n−1)b)S_n = \dfrac{n}{2}(2a + (n-1)b) (beda bb). Cek dulu jenis barisan dari pola suku-sukunya.

Jebakan: langsung mensubstitusi r=1r = 1 ke rumus utama sehingga penyebut nol dan jawaban “tak terdefinisi”. Yang benar: bila r=1r = 1, semua suku sama dengan aa, sehingga Sn=n⋅aS_n = n \cdot a — jumlahnya pasti ada dan berhingga.

Jebakan: mencampuradukkan SnS_n (jumlah kumulatif) dengan UnU_n (suku terakhir). Yang benar: SnS_n adalah a+ar+⋯+arn−1a + ar + \dots + ar^{n-1} (seluruh suku dijumlahkan), sedangkan UnU_n hanya arn−1ar^{n-1} (satu suku saja). Pada soal bakteri, SnS_n = total yang pernah ada, UnU_n = jumlah pada saat terakhir.

  • Deret geometri = penjumlahan suku-suku barisan geometri: Sn=a+ar+⋯+arn−1S_n = a + ar + \dots + ar^{n-1}.
  • Rumus utama Sn=a(rn−1)r−1S_n = \dfrac{a(r^{n}-1)}{r-1} berlaku untuk r≠1r \neq 1.
  • Kasus r=1r = 1: semua suku sama dengan aa, jadi Sn=n⋅aS_n = n \cdot a.
  • Deret geometri tumbuh eksponensial — jauh melampaui deret aritmetika.
  • Bedakan SnS_n (jumlah kumulatif) dari UnU_n (suku terakhir) — keduanya berbeda.