Langsung ke isi
Lyra
Kimia · Kelas 10 · Fase E · 7 menit baca

Pereaksi Pembatas & Hasil Reaksi

Setelah ini kamu bisa menentukan pereaksi pembatas dan menghitung hasil teoretis serta persen yield reaksi.

Kamu punya 10 roti dan 4 selai strawberry. Tiap sandwich butuh 2 roti dan 1 selai. Berapa sandwich yang bisa kamu buat? Hanya 4 — selai habis lebih dulu, sementara 2 roti tersisa. Di laboratorium, situasi yang sama disebut pereaksi pembatas: zat yang habis lebih dulu dan menentukan berapa produk yang terbentuk. Reaksi nyata juga jarang sempurna — hasilnya lebih rendah dari teoretis. Coba pilah ciri-cirinya di bawah.

Seret tiap ciri ke kelompok yang benar (Pereaksi Pembatas atau Pereaksi Berlebih), lalu tekan Periksa.

Konsep pereaksi pembatas

Dalam reaksi, pereaksi jarang tersedia dalam rasio koefisien yang persis sama. Pereaksi pembatas adalah pereaksi yang habis lebih dulu dan menentukan jumlah produk maksimum yang bisa terbentuk. Pereaksi lain disebut pereaksi berlebih — sebagian tersisa setelah reaksi selesai. Mengetahui pembatas penting karena memengaruhi berapa produk yang sebenarnya bisa kamu peroleh.

Pereaksi pembatas adalah pereaksi yang habis lebih dulu dan membatasi jumlah produk. Pereaksi berlebih tersisa setelah reaksi selesai.

Cara menemukan pembatas

Cara paling andal: bagi mol tiap pereaksi dengan koefisiennya masing-masing. Pereaksi dengan rasio mol/koefisien terkecil adalah pembatas. Contoh pada reaksi 2H₂ + O₂ → 2H₂O: bila tersedia 3 mol H₂ dan 1 mol O₂, hitung H₂: 3/2 = 1,5; O₂: 1/1 = 1. Karena 1 < 1,5, maka O₂ adalah pereaksi pembatas. Lalu hitung produk dari mol O₂ (rasio O₂

= 1
→ 2 mol H₂O).

Pasangkan reaksi dengan pereaksi pembatasnya.

Hasil teoretis vs hasil nyata

Hasil teoretis adalah jumlah produk maksimum yang dihitung dari pereaksi pembatas — asumsi reaksi sempurna tanpa kehilangan. Hasil nyata (aktual) biasanya lebih rendah karena sebagian produk hilang, reaksi tidak sempurna, atau tercapai kesetimbangan. Persen yield membandingkan keduanya.

persen yield=hasil nyatahasil teoretis×100%\text{persen yield} = \frac{\text{hasil nyata}}{\text{hasil teoretis}} \times 100\% Arti tiap simbol: hasil nyata = massa produk terukur; hasil teoretis = massa maksimum dari perhitungan pembatas.

Lihat dapur reaksi yang menunjukkan pembatas.

Hitung sendiri persen yield.

Bayangkan kamu membuat sandwich. Bahan: roti dan selai. Bila kamu punya 10 roti dan 4 selai, selai adalah pereaksi pembatas — kamu hanya bisa buat 4 sandwich walau roti masih ada. Hasil teoretis = 4 sandwich. Tapi mungkin 1 sandwich jatuh dan rusak di proses, sehingga hasil nyata hanya 3 — persen yield 75%.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Reaksi 2H₂ + O₂ → 2H₂O. Tersedia 5 mol H₂ dan 2 mol O₂. Tentukan pereaksi pembatas dan mol H₂O yang terbentuk.

H₂: 5/2=2,55/2 = 2,5; O₂: 2/1=22/1 = 2. Yang terkecil adalah O₂, jadi O₂ adalah pereaksi pembatas.

Rasio O₂ : H₂O = 1 : 2. Mol H₂O = 2×(2/1)=42 \times (2/1) = 4 mol.

H₂ terpakai = 2×2=42 \times 2 = 4 mol (rasio H₂

= 2
). Sisa H₂ = 5−4=15 - 4 = 1 mol. Hasil akhir: 4 mol H₂O.

Jebakan: membandingkan mol mentah (tanpa dibagi koefisien) untuk menentukan pembatas. Yang benar: bandingkan mol/koefisien. Pada 2H₂ + O₂ → 2H₂O, 3 mol H₂ dan 1 mol O₂: mol H₂ memang lebih besar, tetapi mol/koefisien H₂ = 1,5 lebih kecil dari O₂ = … tunggu, 3/2=1,5 vs 1/1=1, jadi O₂ pembatas. Selalu pakai mol/koefisien.

Jebakan: menghitung persen yield dengan rumus teoretis dibagi nyata. Yang benar: persen yield = nyata dibagi teoretis kali 100%. Bila terbalik, hasilnya jadi di atas 100% yang tidak masuk akal.

  • Pereaksi pembatas habis lebih dulu, menentukan produk maksimum.
  • Cara identifikasi: mol dibagi koefisien, yang terkecil = pembatas.
  • Pereaksi berlebih tersisa setelah reaksi.
  • Persen yield = (hasil nyata / hasil teoretis) kali 100%.
  • Hasil nyata biasanya lebih rendah dari teoretis.