Kimia Pangan: Zat Gizi & Pengawet
Setelah ini kamu bisa mengklasifikasi zat gizi makro-mikro, mengenali bahan pengawet dari namanya, dan membaca label nutrisi dengan kacamata kimia.
Sekotak jus buah bertuliskan โ100 persen buahโ tetapi daftar bahannya memuat gula tebu, pengawet natrium benzoat, dan pewarna tartrazin. Tanpa sedikit pengetahuan kimia pangan, label itu menyesatkan. Kimia pangan menjelaskan apa yang sebenarnya kamu makan: gula, lemak, protein, vitamin, mineral, dan bahan tambahan. Coba pilah sendiri di bawah.
Zat gizi makro dan mikro
Zat gizi dibagi dua berdasarkan jumlah yang tubuh butuhkan. Makronutrien dibutuhkan dalam gram: karbohidrat ( sumber energi 4 kilokalori per gram ), protein ( 4 kilokalori per gram, bahan bangunan sel ), dan lemak ( 9 kilokalori per gram, cadangan energi dan pembentukan membran ). Mikronutrien dibutuhkan dalam miligram atau mikrogram: vitamin ( organik, seperti vitamin C, B kompleks, A, D, E, K ) dan mineral ( anorganik, seperti zat besi, kalsium, yodium, seng ). Kekurangan mikronutrien menyebabkan defisiensi spesifik: kurang zat besi bikin anemia, kurang yodium bikin gondok, kurang vitamin C bikin sariawan hingga skurvi.
Makronutrien adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar ( gram ): karbohidrat, protein, dan lemak. Mikronutrien adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah kecil ( miligram atau mikrogram ): vitamin dan mineral. Bahan tambahan pangan adalah zat yang ditambahkan ke makanan untuk memperbaiki warna, rasa, tekstur, atau memperpanjang umur simpan; contohnya pengawet, pewarna, pemanis, antioksidan.
Pengawet dari kacamata kimia
Pengawet bekerja dengan menghambat pertumbuhan mikroba atau oksidasi. Natrium benzoat (CโHโ COONa) efektif dalam makanan asam seperti sari buah dan saus, menghambat ragi dan bakteri. Kalium sorbat menghambat kapang pada keju dan roti. Natrium metabisulfit (E223) dan sulfit menjaga warna buah kering dan mencegah pencoklatan. Natrium nitrit (NaNOโ) mempertahankan warna merah daging olahan seperti sosis dan bacon, sekaligus menghambat Clostridium botulinum. Antioksidan seperti BHA, BHT, dan vitamin E (tokoferol) mencegah ketengikan lemak dengan menangkap radikal bebas. Semua pengawet resmi punya batas aman ( ADI ) yang diatur Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Pasangkan pengawet dengan fungsinya.
Membaca label kemasan
Label nutrisi menampilkan sajian per kemasan, lalu daftar zat gizi dengan persen Angka Kecukupan Gizi ( AKG ). Daftar bahan ditulis berurutan dari yang terbanyak. Bila gula atau fruktosa muncul di tiga besar, berarti produk padat gula. Perhatikan nama tersembunyi: gula tebu, gula kelapa, sirup jagung fruktosa tinggi, madu, molase, konsentrat sari buah โ semuanya adalah gula tambahan. Pengawet diidentifikasi dari kode E (E210-E219 untuk benzoat, E220-E228 untuk sulfit) atau nama IUPAC. Baca bukan hanya klaim depan kemasan, melainkan daftar bahan di belakang.
Sorot ciri gula tambahan.
Bayangkan label kemasan seperti daftar pemain dalam sebuah pertunjukan. Bintang utama selalu disebut pertama โ itu bahan terbanyak. Bila bintang utamanya gula, kamu sudah tahu produk itu padat gula. Pengawet dan pewarna adalah pemain figuran ( jumlah kecil ), tetapi namanya bisa dikenali dari kode E atau nama kimia. Membaca label = membaca susunan pemain, bukan hanya poster di depan panggung.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Label sebuah minuman ringan: โGula, air berkarbonasi, pewarna karamel E150d, pengawet natrium benzoat, perisa sintetis.โ Apa kesimpulan kimia-pangan?
Susun langkah membaca label nutrisi.
Gula menempati posisi pertama, artinya massanya paling besar dibanding bahan lain. Minuman ini sesungguhnya larutan gula pekat berwarna dan beraroma.
Pewarna E150d dan perisa sintetis tidak memberi zat gizi, hanya sensasi. Natrium benzoat aman pada batas ADI tetapi mengawetkan minuman berkarbonasi. Kesimpulan: produk ini tinggi energi dari gula, namun mikronutrien nihil โ pantas disebut kalori kosong.
Jebakan: percaya pada klaim depan kemasan tanpa baca daftar bahan. Yang benar: tulisan โalamiโ, โsehatโ, โtinggi seratโ di depan kemasan adalah pemasaran, bukan jaminan nutrisi. Yang membuktikan adalah daftar bahan di belakang. Produk โtinggi seratโ bisa saja daftar bahannya: tepung terigu, gula, minyak sawit, lalu serat gandum dalam jumlah kecil. Seratnya sedikit, gulanya banyak.
Jebakan: menyamakan semua gula sebagai tambahan yang harus dihindari. Yang benar: laktosa alami dalam susu dan fruktosa dalam buah utuh bukan gula tambahan โ mereka datang bersama nutrisi lain ( protein, serat, vitamin ). Yang perlu dibatasi adalah gula tambahan ( gula tebu, sirup, madu yang ditambahkan ke olahan ). Konteks sumber gula sama pentingnya dengan jumlahnya.
- Makronutrien: karbohidrat, protein, lemak ( gram ); mikronutrien: vitamin, mineral.
- Pengawet: benzoat (asam), sulfit (buah kering), nitrit (daging), BHT (lemak).
- Daftar bahan diurutkan dari yang terbanyak โ baca untuk menilai produk.
- Gula tambahan punya banyak nama tersembunyi (sirup, madu, molase, konsentrat).
- Klaim depan kemasan = pemasaran; daftar bahan = kebenaran.