Kimia Obat & Asam-Basa Tubuh
Setelah ini kamu bisa menjelaskan kerja antasida pada asam lambung dan menyebut sistem penyangga yang menjaga pH cairan tubuh.
Saat perut terasa perih, kamu mungkin minum obat maag. Beberapa menit kemudang rasa perih mereda. Itu bukan sihir — itu reaksi asam-basa sederhana di lambungmu. Asam lambung (HCl) dengan pH sekitar 1,5 dineutralkan oleh basa lemah dalam antasida (seperti magnesium hidroksida atau kalsium karbonat). Begitu pula darahmu yang harus tetap di pH 7,35-7,45 berkat buffer bikarbonat. Coba pilah sendiri di bawah.
Asam lambung dan antasida
Lambung manusia menghasilkan asam klorida (HCl) hingga pH 1,5-3,5 untuk membunuh mikroba dan mengaktifkan pepsin pencerna protein. Saat produksi HCl berlebih atau lapisan pelindung lambung melemah, timbul rasa perih dan maag. Antasida adalah obat yang mengandung basa lemah untuk menetralkan kelebihan HCl. Komponen umum antasida: magnesium hidroksida (Mg(OH)₂, susu magnesia), aluminium hidroksida (Al(OH)₃), kalsium karbonat (CaCO₃), dan natrium bikarbonat (NaHCO₃). Reaksi netralisasi menghasilkan garam dan air, menaikkan pH lambung ke rentang yang lebih nyaman. Beberapa antasida juga ditambah simetikon untuk mengurangi gas.
Antasida adalah obat basa lemah yang menetralkan kelebihan asam lambung. Asam lambung adalah larutan HCl pH 1,5-3,5 yang dihasilkan sel parietal lambung. Netralisasi adalah reaksi antara asam dan basa membentuk garam dan air, misalnya Mg(OH)₂ + 2HCl menjadi MgCl₂ + 2H₂O. Asidosis adalah kondisi pH darah turun di bawah 7,35; alkalosis naik di atas 7,45.
Sistem penyangga darah
Darah harus dipertahankan di pH 7,35-7,45 — keluar rentang ini bisa berakibat fatal. Sistem penyangga utama darah adalah bikarbonat: asam karbonat (H₂CO₃) dan ion bikarbonat (HCO₃⁻) yang diatur pernapasan dan ginjal. Bila asam masuk darah (misalnya asam laktat setelah olahraga), HCO₃⁻ menetralkannya menjadi H₂CO₃ yang lalu terurai menjadi CO₂ dan H₂O; CO₂ dibuang lewat paru-paru yang bernapas lebih cepat. Bila basa masuk, H₂CO₻ menyumbang proton untuk menetralkan. Sistem penyangga lain dalam tubuh meliputi fosfat (H₂PO₄⁻/HPO₄²⁻) dalam cairan intraseluler dan gugus protein (hemoglobin dalam eritrosit).
Pasangkan komponen buffer dengan organ tubuh.
Cara antasida bekerja secara bertahap
Antasida menetralkan HCl lewat reaksi asam-basa. Magnesium hidroksida bereaksi 1 mol lawan 2 mol HCl. Kalsium karbonat bereaksi menghasilkan garam, air, dan gas CO₂ yang kadang dirasakan sebagai sendawa. Aluminium hidroksida bereaksi mirip magnesium tetapi cenderung menyebabkan sembelit, sementara magnesium cenderung mencairkan tinja — karena itu banyak produk menggabungkan keduanya untuk menyeimbangkan efek samping. Bila antasida tidak cukup mengatasi, dokter meresepkan penghambat pompa proton (omeprazol) yang menghentikan produksi HCl di sumbernya, bukan sekadar menetralkan yang sudah ada.
Sorot ciri kerja antasida.
Bayangkan pH darah seperti tali yang diikat di antara dua dinding pada ketinggian 7,40. Kedua ujung talinya dijaga oleh dua penjaga: paru-paru dan ginjal. Paru-paru cepat ( hitungan menit ) membuang CO₂; ginjal lambat ( hitungan jam ) menyesuaikan bikarbonat. Bila kamu menahan napas, CO₂ naik, darah mengasam ( sementara ). Bila kamu hiperventilasi, CO₂ turun, darah basa. Antasida di lambung adalah perisai lokal — bukan menjaga tali darah, melainkan meredam lonjakan asam di kantung lambung.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Seseorang meminum 10 milimol Mg(OH)₂ untuk meredakan asam lambung. Berapa mol HCl yang dapat dinetralkan?
Susun langkah antasida menetralkan lambung.
Mg(OH)₂ adalah basa dihidroksi, menyumbangkan dua OH⁻ per mol. Persamaan reaksi: Mg(OH)₂ + 2HCl menghasilkan MgCl₂ + 2H₂O. Berarti 1 mol Mg(OH)₂ menetralkan tepat 2 mol HCl.
10 milimol Mg(OH)₂ kali 2 = 20 milimol HCl yang dapat dinetralkan. pH lambung yang tadinya sekitar 1,5 akan naik sementara ke rentang yang lebih nyaman, meredakan rasa perih.
Jebakan: menyamakan antasida dengan penghambat pompa proton. Yang benar: antasida menetralkan HCl yang sudah ada di lambung (reaksi asam-basa cepat). Penghambat pompa proton seperti omeprazol bekerja pada sel parietal untuk menghentikan produksi HCl (efek butuh beberapa jam hingga hari, lebih tahan lama). Antasida untuk gejala akut, PPI untuk pengobatan kronis seperti GERD.
Jebakan: menganggap pH darah bisa naik turun bebas tanpa bahaya. Yang benar: darah harus dijaga di 7,35-7,45. Asidosis (di bawah 7,35) mengganggu fungsi jantung dan otak; alkalosis (di atas 7,45) menyebabkan kejang dan mati rasa. Tubuh mengorbankan paru-paru dan ginjal untuk mempertahankan rentang sempit ini. Karena pentingnya, alat ukur pH darah (analisis gas darah) adalah pemeriksaan darurat umum di ICU.
- Asam lambung HCl pH 1,5-3,5; antasida basa lemah menetralkannya.
- Komponen antasida: Mg(OH)₂, Al(OH)₃, CaCO₃, NaHCO₃.
- Darah dipertahankan pH 7,35-7,45 oleh buffer bikarbonat.
- Buffer lain: fosfat (sel), hemoglobin (eritrosit), amonium (ginjal).
- Antasida menetralkan asam yang ada; PPI menghentikan produksinya.