Langsung ke isi
Lyra
Kimia · Kelas 11–12 · Fase F · 8 menit baca

Teori Ikatan Valensi & Hibridisasi

Setelah ini kamu bisa menjelaskan pembentukan ikatan via hibridisasi orbital (sp, sp2, sp3) dan mengaitkannya dengan bentuk molekul.

Atom karbon punya hanya dua elektron valensi tak berpasangan, seharusnya hanya bisa membentuk dua ikatan. Tapi metana CH₄ punya empat ikatan C-H identik dengan sudut 109,5 derajat. Bagaimana bisa? Teori ikatan valensi menjelaskan: orbital 2s dan 2p karbon menyatu (berhibridisasi) menjadi empat orbital sp3 yang setara, masing-masing mengandung satu elektron untuk berikatan. Inilah hibridisasi — penyatuan orbital menjadi bentuk baru yang menjelaskan geometri molekul nyata. Memahaminya mengungkap rahasia bentuk molekul. Coba pilah di bawah.

Baca tiap molekul, lalu pilah jenis hibridisasinya, kemudian tekan Periksa.

Apa itu hibridisasi

Hibridisasi adalah penyatuan dua atau lebih orbital atom menjadi orbital hibrid baru dengan bentuk dan energi setara. Tujuannya menjelaskan jumlah dan geometri ikatan yang tidak bisa dijelaskan oleh orbital murni. Contoh klasik: karbon dengan konfigurasi 1s² 2s² 2p² seharusnya hanya membentuk dua ikatan (dua elektron tak berpasangan di 2p). Tapi satu elektron 2s dipromosikan ke 2p, lalu 2s dan tiga 2p berhibridisasi menjadi empat orbital sp3 yang setara — masing-masing punya satu elektron siap berikatan. Inilah dasar mengapa karbon membentuk empat ikatan.

Hibridisasi adalah penyatuan orbital atom (s, p, d) menjadi orbital hibrid baru yang setara bentuk dan energinya. Orbital hibrid sp3 adalah perpaduan satu orbital s dan tiga p, menghasilkan empat orbital orientasi tetrahedral. Orbital hibrid sp2 adalah perpaduan satu s dan dua p, menghasilkan tiga orbital trigonal planar. Orbital hibrid sp adalah perpaduan satu s dan satu p, menghasilkan dua orbital linear. Promosi elektron adalah perpindahan elektron dari subkulit ke subkulit lebih tinggi untuk menyediakan elektron tunggal berikatan.

Pasangkan hibridisasi dengan bentuk molekul.

Hibridisasi sp3

Hibridisasi sp3 terjadi saat satu orbital s bergabung dengan tiga orbital p, menghasilkan empat orbital hibrid sp3 yang identik dan menjulur ke empat sudut tetrahedral dengan sudut 109,5 derajat. Contoh: metana CH₄ (C sp3 berikatan dengan empat H), amonia NH₃ (N sp3 dengan satu pasangan elektron bebas, bentuk piramida), air H₂O (O sp3 dengan dua pasangan bebas, bentuk bengkok). Senyawa alkana seperti etana C₂H⁶ juga sp3 di setiap karbonnya. Inilah hibridisasi paling umum di kimia organik.

Sorot ciri orbital hibrid.

Hibridisasi sp2 dan sp

Hibridisasi sp2: satu s dan dua p menyatu menjadi tiga orbital sp2 segaris planar dengan sudut 120 derajat; satu p tersisa tegak lurus membentuk ikatan pi. Contoh: etena C₂H₄ (setiap C sp2, ikatan rangkap C=C dari satu sigma sp2-sp2 dan satu pi p-p), benzena C₆H₆ (enam C sp2 siklik), formaldehida H₂CO. Hibridisasi sp: satu s dan satu p menyatu menjadi dua orbital sp linear dengan sudut 180 derajat; dua p tersisa membentuk dua ikatan pi. Contoh: etuna C₂H₂ (C≡C dari satu sigma sp-sp dan dua pi). Jenis hibridisasi menentukan apakah ikatan tunggal, rangkap dua, atau rangkap tiga.

Susun langkah menetapkan hibridisasi.

Bayangkan hibridisasi seperti lima jari tangan yang menyatu menjadi satu sarung tangan bentuk baru. Awalnya jari-jari (orbital s, p) berbeda panjang dan fungsi. Setelah masuk sarung tangan (hibridisasi), semuanya jadi bentuk seragam yang lebih efektif menggenggam (berikatan). Empat jari menyatu jadi sarung empat-kuku (sp3, genggam empat atom). Tiga jari jadi sarung tiga-kuku (sp2). Dua jadi dua-kuku (sp). Bentuk sarung menentukan bentuk genggaman — yaitu geometri molekul.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Atom karbon di metana CH₄ berhibridisasi apa, dan berapa sudut H-C-H?

Karbon pusat di CH₄ berikatan dengan empat atom H, tidak ada pasangan elektron bebas. Region elektron = 4 ikatan.

Empat region = hibridisasi sp3, geometri tetrahedral, sudut H-C-H = 109,5 derajat. Inilah yang membuat metana simetris dan stabil.

Jebakan: menyamakan jumlah ikatan dengan jumlah region elektron. Yang benar: ikatan rangkap dihitung sebagai SATU region elektron untuk menentukan hibridisasi. Etena C₂H₄ punya C dengan dua ikatan C-H tunggal dan satu ikatan C=C rangkap — total TIGA region, bukan empat. Jadi hibridisasi sp2, bukan sp3. VSEPR dan hibridisasi menghitung region, bukan jumlah ikatan individual.

Jebakan: menganggap hibridisasi terjadi pada semua atom dalam molekul dengan cara yang sama. Yang benar: hibridisasi ditentukan per atom, bukan per molekul. Di etanol C₂H₅OH, karbon yang berikatan empat (CH₃) berhibridisasi sp3, karbon yang berikatan dengan O juga sp3, oksigen sp3 dengan dua pasangan bebas. Atom berbeda bisa berhibridisasi berbeda dalam molekul yang sama. Tentukan per atom pusat.

  • Hibridisasi: penyatuan orbital menjadi bentuk baru setara.
  • sp3: 1s + 3p, empat orbital tetrahedral, sudut 109,5°.
  • sp2: 1s + 2p, tiga orbital trigonal planar, sudut 120°.
  • sp: 1s + 1p, dua orbital linear, sudut 180°.
  • Region elektron menentukan jenis hibridisasi.