Hidrolisis Garam & pH Larutan Garam
Setelah ini kamu bisa menentukan sifat asam, basa, atau netral suatu larutan garam dari asal asam dan basa penyusunnya.
Garam dapur (NaCl) terasa netral di lidah, tetapi natrium asetat (penyedap cuka) bersifat basa, dan ammonium klorida punya rasa kecut. Padahal ketiganya adalah garam. Rahasianya ada di air: saat garam larut, ionnya bisa memecah air dan menggeser kadar ion H-plus serta OH-minus. Proses ini disebut hidrolisis. Mengapa garam yang berbeda memberi pH yang berbeda? Coba lihat sendiri di bawah.
Apa itu hidrolisis garam
Garam terbentuk dari reaksi netralisasi asam dengan basa. Saat garam larut dalam air, ia terurai menjadi kation dan anion. Sebagian ion itu bisa bereaksi dengan air โ inilah hidrolisis. Ion yang berasal dari asam kuat atau basa kuat tidak terhidrolisis karena sudah stabil. Tetapi ion yang berasal dari asam lemah atau basa lemah masih punya kecenderungan menarik atau melepas proton dari air, sehingga kadar ion H-plus atau OH-minus bergeser.
Hidrolisis garam adalah reaksi ion garam dengan air yang mengubah kadar ion H-plus dan OH-minus sehingga larutan garam bersifat asam, basa, atau netral.
Pasangkan asal asam-basa dengan jenis hidrolisis yang terjadi.
Hidrolisis parsial dan total
Hidrolisis bisa parsial (hanya satu ion yang bereaksi) atau total (kedua ion bereaksi). Pada natrium asetat, hanya ion asetat yang terhidrolisis mengikat proton menjadi asam asetat, sementara ion natrium diam โ ini hidrolisis parsial anion. Pada ammonium klorida, hanya ion ammonium yang melepas proton โ hidrolisis parsial kation. Sedangkan pada ammonium asetat, ion ammonium dan ion asetat keduanya terhidrolisis โ ini hidrolisis total.
Lengkapi teks tentang hidrolisis parsial dan total.
Posisi pH larutan garam pada skala
Lihat posisi pH berbagai larutan garam pada skala 0 sampai 14 sebagai bangun yang bisa digeser.
Bayangkan garam seperti pasangan suami-istri yang pindah ke kota air. Kalau keduanya berasal dari keluarga kuat (asam kuat-basa kuat), mereka betah dan tidak mengubah suasana kota โ air tetap netral. Tapi kalau salah satu berasal dari keluarga lemah, ia gelisah dan mulai mengobrol dengan tetangga air โ suasana kota berubah jadi asam atau basa.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Larutan natrium asetat (CH3COONa) 0,1 M. Asam asetat adalah asam lemah (Ka sekitar 1,8 x 10^-5) dan natrium hidroksida adalah basa kuat. Tentukan sifat larutan dan ion yang terhidrolisis.
CH3COONa berasal dari asam lemah (CH3COOH) dan basa kuat (NaOH). Ion natrium dari basa kuat tidak terhidrolisis; ion asetat dari asam lemah terhidrolisis.
Ion asetat bereaksi dengan air: CH3COO-minus + H2O membentuk CH3COOH + OH-minus. Karena dihasilkan OH-minus, larutan bersifat basa.
Larutan natrium asetat bersifat basa (pH lebih dari 7) karena terjadi hidrolisis parsial anion yang menghasilkan ion OH-minus.
Jebakan: mengira semua garam bersifat netral karena berasal dari reaksi asam-basa. Yang benar: hanya garam dari asam kuat-basa kuat yang netral. Garam yang mengandung ion dari asam lemah atau basa lemah akan terhidrolisis dan bersifat asam atau basa.
Jebakan: menyamakan hidrolisis dengan pelarutan biasa. Yang benar: pelarutan sekadar memisahkan ion garam ke dalam air tanpa reaksi kimia, sedangkan hidrolisis adalah ion garam benar-benar bereaksi dengan air membentuk asam atau basa lemah baru.
- Hidrolisis garam = ion garam bereaksi dengan air mengubah pH.
- Asam kuat-basa kuat = netral (tidak terhidrolisis).
- Asam lemah-basa kuat = basa (anion terhidrolisis parsial).
- Asam kuat-basa lemah = asam (kation terhidrolisis parsial).
- Asam lemah-basa lemah = hidrolisis total, sifat tergantung Ka dan Kb.