Langsung ke isi
Lyra
Geografi ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 7 menit baca

Data Vektor & Raster dalam SIG

Setelah ini kamu bisa membedakan data vektor (titik, garis, poligon) dan data raster (piksel, grid) dalam Sistem Informasi Geografis beserta keunggulannya.

Saat kamu melihat lokasi rumah di Google Maps sebagai titik, jalur jalan sebagai garis, dan batas kota sebagai area, itu data vektor. Tetapi foto udara yang menampilkan warna sawah dan hutan adalah data raster, terdiri dari jutaan piksel. Dua format data geospasial, dua cara merepresentasikan dunia. Kapan vektor dipakai, kapan raster? Coba lihat sendiri di bawah.

Baca tiap data spasial, lalu pilah ke kolom vektor atau raster.

Apa itu SIG

Sistem Informasi Geografis (SIG/GIS) adalah sistem komputer yang mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan menyajikan data geospasial. Data spasial direpresentasikan dalam dua format utama: vektor dan raster. Vektor merepresentasikan objek sebagai titik, garis, atau poligon dengan koordinat matematis. Raster merepresentasikan dunia sebagai grid piksel, masing-masing piksel memiliki nilai (warna, suhu, elevasi). Pemilihan format bergantung jenis objek dan tujuan analisis.

Data vektor adalah representasi objek geospasial sebagai titik, garis, atau poligon berdasarkan koordinat matematis. Data raster adalah representasi sebagai grid piksel dengan nilai tertentu pada tiap sel.

Tiga jenis data vektor

Data vektor terdiri dari tiga jenis geometri. Titik (point) untuk objek tanpa dimensi, misalnya lokasi sekolah atau sumur. Garis (line/polyline) untuk objek satu dimensi, misalnya jalan, sungai, rel kereta. Poligon (polygon) untuk objek dua dimensi, misalnya batas kota, danau, kawasan hutan. Vektor unggul untuk objek diskret dengan batas tegas dan atribut terstruktur (nama, jenis, jumlah).

Bayangkan vektor seperti gambar vektor di Illustrator โ€” garis tajam, tidak pecah saat diperbesar. Raster seperti foto di HP โ€” banyak piksel, pecah bila dizoom terlalu dekat.

Data raster

Data raster adalah grid piksel, masing-masing piksel memiliki nilai. Contoh: citra satelit (nilai = warna), model elevasi digital (nilai = ketinggian), peta suhu (nilai = derajat Celsius). Raster unggul untuk data kontinyu seperti suhu, curah hujan, elevasi, dan vegetasi. Resolusi raster (ukuran piksel) menentukan detail: piksel kecil lebih detail tetapi berukuran file besar.

Ciri data vektor

Data vektor memiliki ciri khas: representasi diskret, batas tajam, atribut terstruktur, dan ukuran file relatif kecil. Kamu perlu mengenali ciri ini agar bisa memilih format yang tepat untuk analisis tertentu.

Alur digitalisasi vektor

Data vektor sering dibuat lewat digitalisasi (menggambar di atas citra raster). Pertama, siapkan citra raster sebagai basis. Kedua, tentukan jenis geometri (titik-garis-poligon). Ketiga, gambar objek dengan klik-titik sesuai batas. Keempat, isi atribut (nama, jenis, jumlah) di tabel. Tahap ini mengubah citra menjadi data vektor analitis.

Jebakan: menyimpulkan vektor selalu lebih baik dari raster. Yang benar: keduanya punya keunggulan berbeda; vektor untuk objek diskret (batas kota), raster untuk data kontinyu (suhu, elevasi). Pemilihan format bergantung objek dan analisis.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Kamu ingin membuat peta interaktif yang menampilkan lokasi setiap rumah sakit di kota. Format data apa yang paling tepat?

Lokasi rumah sakit bersifat diskret dengan batas tegas (satu titik koordinat per RS), sehingga format vektor titik paling tepat.

Setiap titik dilengkapi atribut seperti nama RS, jumlah bed, dan jenis layanan, sehingga peta interaktif dapat menampilkan informasi detail saat pengguna mengklik.

Jebakan: menyamakan poligon dengan raster area. Yang benar: poligon adalah vektor dua dimensi dengan batas matematis, sedangkan raster area adalah kumpulan piksel; keduanya merepresentasikan area tetapi dengan struktur berbeda.

Jebakan: menganggap resolusi raster tidak penting. Yang benar: resolusi (ukuran piksel) menentukan detail; piksel besar mengaburkan detail, piksel kecil meningkatkan akurasi tetapi memperbesar ukuran file.

  • SIG = sistem pengelolaan data geospasial.
  • Vektor: titik, garis, poligon dengan koordinat matematis.
  • Raster: grid piksel dengan nilai (warna, suhu, elevasi).
  • Vektor untuk objek diskret; raster untuk data kontinyu.
  • Digitalisasi vektor: citra โ†’ geometri โ†’ gambar โ†’ atribut.