Langsung ke isi
Lyra
Geografi ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca

Tanah & Lahan sebagai SDA

Setelah ini kamu bisa mengenal jenis tanah (laterit, alluvial, vulkanis) di Indonesia dan kesesuaiannya dengan komoditas pertanian.

Sawah subur di Jawa karena tanah vulkanis dari gunung api. Perkebunan kelapa sawit di Sumatra di tanah mineral. Ladang kopi di tanah andosol pegunungan. Tanah bukan sekadar โ€œdebuโ€ โ€” ia SDA yang menentukan komoditas apa yang bisa tumbuh, di mana pertanian produktif, dan bagaimana tata ruang daerah. Memahami jenis tanah kunci untuk pertanian, perkebunan, dan tata guna lahan. Coba pilah di bawah.

Baca tiap jenis tanah, lalu pilah kategori yang sesuai, kemudian tekan Periksa.

Tanah sebagai SDA

Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang mampu menumbuhkan tanaman, terbentuk dari pelapukan batuan dan bahan organik selama ribuan tahun. Sebagai SDA, tanah menentukan produktivitas pertanian, perkebunan, dan hutan. Tanah yang subur mendukung pertanian intensif; tanah miskin membatasi pilihan komoditas. Indonesia memiliki beragam jenis tanah karena geologi dan iklimnya beragam โ€” dari tanah vulkanis subur di Jawa hingga podsolik masam di Kalimantan.

Tanah vulkanis (andosol/regosol) adalah tanah hasil pelapukan abu/lava gunung api, sangat subur. Tanah alluvial adalah tanah endapan sungai yang subur, biasanya di dataran banjir. Tanah laterit/podsolik adalah tanah tua yang telah tercuci (leaching), umumnya kurang subur. Lahan adalah daratan dengan fungsi tertentu (pertanian, permukiman, konservasi).

Pasangkan tanah dengan komoditas cocok.

Tanah vulkanis: subur khas Indonesia

Tanah vulkanis (andosol, regosol) berasal dari pelapukan abu dan lava gunung api. Karena kaya mineral dari dalam bumi, tanah ini sangat subur โ€” paling cocok untuk pertanian intensif. Inilah mengapa Jawa (banyak gunung api aktif) menjadi lumbung padi dan sayuran Indonesia. Tanaman pangan (padi, jagung, sayuran), perkebunan (teh, kopi), dan hortikultura tumbuh subur di sini. Kelemahannya: rawan erupsi dan abu vulkanik sesekali menggangu.

Sorot ciri tanah vulkanis.

Podsolik dan laterit: tanah tua tercuci

Tidak semua tanah Indonesia subur. Tanah podsolik banyak di Sumatra, Kalimantan, Papua โ€” tercuci (leaching) oleh hujan lebat tropis, menjadi masam dan kurang subur. Tetapi cocok untuk perkebunan kelapa sawit, karet, dan hutan tropis. Tanah laterit kaya besi dan aluminium (kadang menjadi bahan tambang bauksit), kurang subur untuk padi. Tanah gambut banyak di pesisir Kalimantan-Sumatra, organik tetapi rapuh โ€” rawan kebakaran saat dikeringkan untuk pertanian. Tata guna lahan harus sesuai jenis tanah agar berkelanjutan.

Susun langkah pembentukan tanah.

Bayangkan tanah seperti โ€œresepโ€ masakan yang diaduk selama ribuan tahun. Bahan dasarnya batuan (tepung), dipotong-potong pelapukan (penggilingan), ditambah bahan organik dari dedaunan (bumbu), diremas hujan dan akar (pengadukan). Hasil akhirnya โ€œkue tanahโ€ dengan kandungan gizi tertentu. Tanah vulkanis seperti kue premium (bahan kaya), podsolik seperti kue hambar (tercuci), gambut seperti kue lembab yang mudah hancur. Pilih tanaman sesuai โ€œresep tanahโ€ agar tumbuh optimal.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Mengapa Jawa menjadi lumbung padi utama Indonesia, sedang Kalimantan lebih cocok kelapa sawit?

Jawa banyak gunung api aktif โ†’ abu vulkanis membentuk tanah vulkanis subur (andosol), ideal untuk padi dan sayuran.

Kalimantan hutan hujan lebat, tanah podsolik masam tercuci, kurang cocok padi tetapi cocok kelapa sawit dan karet. Itulah mengapa perkebunan sawit tumbuh di Sumatra-Kalimantan, bukan padi.

Jebakan: menyangka semua tanah Indonesia subur. Yang benar: walau Indonesia beriklim tropis, tidak semua tanahnya subur. Tanah vulkanis di Jawa subur, tetapi podsolik di Sumatra-Kalimantan masam dan kurang subur, tanah gambut rapuh. Itulah mengapa Jawa menjadi sentra padi (tanah vulkanis) sementara Kalimantan cocok sawit (tahan podsolik). Tata guna lahan harus sesuai jenis tanah.

Jebakan: menganggap tanah gambut dapat dikeringkan untuk pertanian tanpa dampak. Yang benar: tanah gambut adalah rawa organik yang menyimpan karbon. Saat dikeringkan untuk pertanian (lahan sawit), gambat teroksidasi dan terbakar โ€” menyebabkan kebakaran hutan berulang, kabut asap, dan pelepasan karbon besar. Inilah mengapa pembukaan lahan gambut untuk pertanian sangat dilarang atau diatur ketat.

  • Tanah: SDA penentu produktivitas pertanian.
  • Vulkanis (andosol): dari gunung api, subur (Jawa).
  • Alluvial: endapan sungai, subur untuk padi.
  • Podsolik: masam, cocok sawit (Sumatra-Kalimantan).
  • Tanah gambut: rawan kebakaran saat dikeringkan.