Langsung ke isi
Lyra
Geografi ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 7 menit baca

Remote Sensing: Citra Satelit & Foto Udara

Setelah ini kamu bisa mengenal jenis citra penginderaan jauh (satelit dan udara) serta resolusi spasial, spektral, dan temporalnya.

Dari ketinggian ratusan kilometer, satelit Landsat memotret hutan Indonesia setiap beberapa hari. Dari pesawat atau drone, kamera menangkap detail kota dengan jelas. Inilah penginderaan jauh (remote sensing) โ€” teknologi memperoleh data bumi tanpa kontak langsung. Citra yang dihasilkan dipakai untuk memantau deforestasi, perencanaan kota, hingga mitigasi bencana. Bagaimana citra itu bekerja? Coba pilah di bawah.

Baca tiap pernyataan, lalu pilah ke citra satelit atau foto udara, kemudian tekan Periksa.

Apa itu penginderaan jauh

Penginderaan jauh (remote sensing) adalah pengukuran atau perolehan data objek tanpa kontak langsung, biasanya lewat sensor di satelit atau pesawat. Citra yang dihasilkan merekam pantulan energi (cahaya tampak, inframerah, radar) dari permukaan bumi. Berbeda dari foto biasa, citra remote sensing punya data digital yang bisa dianalisis dengan software.

Penginderaan jauh (remote sensing) adalah teknologi memperoleh informasi objek dari jarak jauh lewat sensor. Citra satelit direkam dari satelit pengorbit, sedangkan foto udara diambil dari pesawat atau drone.

Pasangkan jenis resolusi dengan artinya.

Tiga jenis resolusi

Resolusi menentukan kualitas dan kegunaan citra. Resolusi spasial adalah ukuran piksel terkecil (mis. 30 meter berarti tiap piksel mewakili area 30ร—30 m) โ€” makin kecil, makin detail. Resolusi spektral adalah jumlah dan rentang panjang gelombang yang direkam (tampak, inframerah, termal). Resolusi temporal adalah frekuensi pengambilan ulang โ€” makin sering, makin baik untuk memantau perubahan.

Sorot ciri citra satelit.

Penggunaan citra

Citra penginderaan jauh dipakai luas: memantau deforestasi dan perubahan lahan, pemetaan pertanian dan estimasi hasil panen, pemantauan bencana (banjir, kebakaran hutan), perencanaan kota, dan analisis lingkungan. Citra multi-temporal (rentang waktu) memungkinkan kita melihat perubahan dari tahun ke tahun. Inilah kekuatan remote sensing dibanding peta statis.

Susun langkah menggunakan citra.

Bayangkan remote sensing seperti โ€œmata elangโ€ di atas bumi. Satelit adalah helikopter tak terlihat yang berputar tiap hari memotret wilayah luas โ€” cocok untuk memantau hutan atau banjir besar. Drone adalah โ€œkacamata pembesarโ€ yang terbang rendah untuk menangkap detail bangunan. Keduanya saling melengkapi: satelit melihat gambar besar, drone mengisi detail.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Untuk memantau deforestasi hutan Amazon seluas ribuan kmยฒ selama 10 tahun, citra jenis apa yang paling sesuai?

Cakupan luas dan pengamatan periodik jangka panjang dibutuhkan.

Citra satelit (mis. Landsat) paling sesuai karena cakupan luas dan ada arsip citra periodik selama puluhan tahun.

Jebakan: menganggap resolusi spasial tertinggi selalu terbaik. Yang benar: pilihan resolusi bergantung keperluan. Untuk memantau hutan luas, citra resolusi 30 m (Landsat) sudah cukup dan hemat. Untuk memetakan bangunan kota, dibutuhkan citra resolusi meter/sub-meter. Resolusi tinggi bukan berarti lebih baik bila cakupan dan frekuensi penting.

Jebakan: menyamakan foto udara dengan citra satelit. Yang benar: foto udara diambil dari pesawat/drone pada ketinggian rendah, detail tinggi, cakupan terbatas, dan butuh penerbangan khusus. Citra satelit dari satelit pengorbit, cakupan luas, periodik otomatis, dan punya arsip jangka panjang. Keduanya berbeda kekuatan.

  • Remote sensing = peroleh data dari jauh lewat sensor.
  • Citra satelit: cakupan luas, periodik; foto udara: detail, terbatas.
  • Tiga resolusi: spasial (piksel), spektral (gelombang), temporal (frekuensi).
  • Citra dipakai pantau deforestasi, bencana, perencanaan kota.
  • Citra multi-temporal melihat perubahan dari waktu ke waktu.