Langsung ke isi
Lyra
Geografi ยท Kelas 10 ยท Fase E ยท 7 menit baca

Proyeksi Peta: Jenis & Distorsi

Setelah ini kamu bisa mengenal jenis proyeksi peta (Mercator, Robinson, Mollweide) dan distorsi yang ditimbulkannya pada luas, bentuk, jarak, atau arah.

Bumi itu bulat, tetapi peta datar. Mengubah permukaan lengkung menjadi datar selalu menimbulkan distorsi โ€” sesuatu harus dikorbankan, entah luas, bentuk, jarak, atau arah. Mercator mengorbankan luas (Greenland terlihat sebesar Afrika padahal jauh lebih kecil). Robinson mencoba mengompromikan semuanya. Pemilihan proyeksi menentukan apa yang akurat dan apa yang terdistorsi. Bagaimana memilihnya? Coba pilah di bawah.

Baca tiap pernyataan, lalu pilah ke jenis proyeksi yang sesuai, kemudian tekan Periksa.

Mengapa perlu proyeksi

Bumi berbentuk hampir bola (geoid), tetapi peta datar. Memetakan permukaan lengkung ke datar tidak mungkin tanpa distorsi. Setiap proyeksi mengorbankan salah satu dari empat sifat: luas, bentuk, jarak, atau arah. Pemilihan proyeksi bergantung pada tujuan peta โ€” navigasi butuh arah akurat, peta statistik butuh luas akurat.

Proyeksi peta adalah cara mengubah permukaan lengkung bumi menjadi bidang datar peta. Setiap proyeksi menimbulkan distorsi pada salah satu: luas, bentuk, jarak, atau arah. Tidak ada proyeksi sempurna yang menjaga keempatnya.

Pasangkan proyeksi dengan distorsi utamanya.

Ciri distorsi

Mercator menghasilkan peta persegi panjang dengan arah kompas akurat โ€” cocok untuk navigasi laut. Tetapi ia memperbesar wilayah kutub: Greenland tampak sebesar Afrika padahal luasnya jauh lebih kecil. Mollweide menghasilkan peta elips dengan luas akurat โ€” cocok untuk peta statistik (kepadatan, distribusi). Robinson mencoba mengompromikan semua sifat โ€” bentuk oval lembut, distorsi tersebar merata. Pemilihan proyeksi harus sesuai tujuan: navigasi pakai Mercator, statistik pakai Mollweide, tampilan umum pakai Robinson.

Sorot ciri distorsi proyeksi.

Bandingkan Mercator dan Mollweide

Lihat perbedaan proyeksi sebagai bangun.

Bayangkan bumi sebagai jeruk dan proyeksi sebagai cara mengupas kulit jeruk untuk direbahkan di meja. Tidak mungkin kulit jeruk yang lengkung bisa direbahkan rata tanpa robek atau meregang. Mercator membiarkan robekan di kutub (membesar), Robinson meratakan robekan, Mollweide membiarkan meregang di tepi agar luas tepat. Setiap cara punya harga.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Jelaskan mengapa Greenland di peta Mercator tampak sebesar Afrika padahal Afrika jauh lebih besar.

Peta Mercator mempertahankan arah tetapi mendistorsi luas terutama di lintang tinggi (kutub).

Greenland dekat kutub Utara sehingga areanya diperbesar oleh Mercator. Afrika di dekat khatulistiwa sehingga luasnya relatif akurat. Akibatnya, Greenland tampak sebesar Afrika padahal luas aslinya jauh lebih kecil.

Jebakan: menganggap ada proyeksi tanpa distorsi. Yang benar: tidak mungkin memetakan bumi lengkung ke bidang datar tanpa distorsi. Setiap proyeksi mengorbankan minimal satu sifat (luas, bentuk, jarak, atau arah). Pemilihan proyeksi menentukan apa yang akurat.

Jebakan: percaya luas wilayah di Mercator akurat. Yang benar: Mercator memperbesar luas di lintang tinggi (kutub). Greenland, Rusia, dan Kanada tampak jauh lebih besar daripada aslinya. Untuk membandingkan luas, gunakan proyeksi Mollweide.

  • Proyeksi = mengubah permukaan lengkung bumi menjadi peta datar.
  • Setiap proyeksi menimbulkan distorsi pada salah satu: luas, bentuk, jarak, arah.
  • Mercator: arah akurat, luas terdistorsi di kutub (untuk navigasi).
  • Mollweide: luas akurat (untuk peta statistik).
  • Robinson: kompromi semua sifat (tampilan umum).