Langsung ke isi
Lyra
Geografi ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 7 menit baca

Pertumbuhan Penduduk & Proyeksi

Setelah ini kamu bisa menghitung laju pertumbuhan dan proyeksi penduduk dari komponen kelahiran, kematian, dan migrasi.

Pada 1960 Indonesia berpenduduk 90 juta jiwa. Kini lebih dari 280 juta. Dalam satu generasi, jumlahnya nyaris berlipat tiga. Pertumbuhan penduduk yang begitu cepat membawa konsekuensi: kebutuhan pangan, sekolah, dan lapangan kerja membengkak. Tapi sejak 2000-an, laju pertumbuhan mulai melambat karena kelahiran turun. Bagaimana menghitung laju pertumbuhan dan memproyeksikan masa depan? Coba lihat sendiri di bawah.

Baca tiap faktor, lalu pilah ke pertumbuhan naik atau turun, kemudian tekan Periksa.

Komponen pertumbuhan penduduk

Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk dalam suatu periode. Ada tiga komponen: kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan migrasi. Pertumbuhan alami = kelahiran dikurangi kematian. Pertumbuhan total = pertumbuhan alami ditambah migrasi neto (imigrasi dikurangi emigrasi). Bila kelahiran lebih besar dari kematian, penduduk bertambah. Bila migrasi masuk lebih besar dari keluar, penduduk bertambah. Laju pertumbuhan biasanya dinyatakan dalam persen per tahun.

Laju pertumbuhan penduduk adalah persentase perubahan jumlah penduduk dalam satu tahun, ditentukan oleh kelahiran, kematian, dan migrasi.

Pasangkan komponen pertumbuhan dengan rumusnya.

Menghitung laju dan proyeksi

Untuk menghitung laju pertumbuhan: bagi pertumbuhan total dengan jumlah penduduk awal, kali 100 persen. Untuk memproyeksikan penduduk masa depan, dipakai model eksponensial (penduduk tumbuh persen tetap per tahun โ€” cepat membesar) atau model logistik (tumbuh cepat lalu melambat mendekati batas lingkungan). Indonesia saat ini tumbuh sekitar 0,9 persen per tahun, jauh lebih lambat daripada 2 persen di tahun 1970-an, karena program KB dan perubahan pola keluarga.

Hitung laju pertumbuhan penduduk ber seed.

Kurva eksponensial vs logistik

Lihat dua kurva pertumbuhan sebagai bangun.

Bayangkan pertumbuhan penduduk seperti bola salju yang menggelinding. Model eksponensial: bola salju terus bertambah cepat tanpa henti โ€” tapi dunia tidak cukup besar menampungnya. Model logistik lebih realistis: bola salju makin besar, lalu melambat karena mendekati batas (makanan, air, ruang). Indonesia kini memasuki fase melambat โ€” KB berhasil, keluarga muda memilih anak lebih sedikit.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Suatu kota berpenduduk 200 ribu jiwa pada awal tahun. Selama setahun ada 5 ribu kelahiran, 2 ribu kematian, dan migrasi neto positif 3 ribu jiwa. Hitung pertumbuhan total dan laju pertumbuhannya.

Pertumbuhan alami = kelahiran dikurangi kematian = 5.000 dikurangi 2.000 = 3.000 jiwa.

Pertumbuhan total = pertumbuhan alami ditambah migrasi neto = 3.000 ditambah 3.000 = 6.000 jiwa.

Laju = 6.000 dibagi 200.000 dikali 100 persen = 3 persen per tahun. Kota tumbuh relatif cepat.

Jebakan: menyamakan pertumbuhan alami dengan pertumbuhan total. Yang benar: pertumbuhan alami hanya menghitung kelahiran dikurangi kematian, tanpa migrasi. Pertumbuhan total = pertumbuhan alami ditambah migrasi neto. Kota besar bisa punya pertumbuhan alami rendah tetapi pertumbuhan total tinggi karena urbanisasi masuk.

Jebakan: mengira pertumbuhan penduduk selalu konstan. Yang benar: laju berubah karena program KB, pendidikan, ekonomi, dan urbanisasi. Indonesia pernah tumbuh 2 persen di 1970-an, lalu melambat ke sekitar 0,9 persen saat ini. Proyeksi masa depan harus memperhitungkan perubahan laju ini, bukan sekali ukur selamanya.

  • Pertumbuhan alami = kelahiran dikurangi kematian.
  • Pertumbuhan total = pertumbuhan alami ditambah migrasi neto.
  • Laju pertumbuhan = pertumbuhan total dibagi penduduk awal kali 100 persen.
  • Model eksponensial naik terus curah; model logistik melandai mendekati batas.
  • Indonesia kini tumbuh sekitar 0,9 persen per tahun, melambat akibat KB.