Langsung ke isi
Lyra
Geografi ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 7 menit baca

Distribusi & Kepadatan Penduduk

Setelah ini kamu bisa menganalisis pola distribusi dan kepadatan penduduk Indonesia serta faktor yang memengaruhinya.

Pulau Jawa hanya 7 persen luas Indonesia, tetapi dihuni lebih dari separuh penduduknya. Sementara Papua yang luasnya lima kali Jawa hanya dihuni sekitar 3 persen warga. Mengapa penduduk tidak tersebar merata? Jawabannya ada di faktor alam (tanah subur, air, iklim) dan faktor manusia (ekonomi, sejarah, transportasi). Bagaimana kedua faktor ini membentuk peta kepadatan? Coba lihat sendiri di bawah.

Baca tiap faktor, lalu pilah ke wilayah padat atau langka, kemudian tekan Periksa.

Distribusi dan kepadatan

Distribusi penduduk adalah penyebaran penduduk di suatu wilayah. Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk per satuan luas, biasanya jiwa per kilometer persegi. Distribusi penduduk Indonesia sangat tidak merata: Jawa dan Madura sangat padat (lebih dari 1.000 jiwa per km persegi di beberapa provinsi), sementara Papua, Kalimantan, dan Maluku sangat jarang (di bawah 50 jiwa per km persegi). Ketidakmerataan ini berdampak pada beban sumber daya, pembangunan infrastruktur, dan ketimpangan antarwilayah.

Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk dibagi luas wilayah, dinyatakan dalam jiwa per kilometer persegi; menggambarkan tingkat keramaian suatu wilayah.

Pasangkan pulau dengan kepadatan penduduknya.

Faktor penentu distribusi

Distribusi penduduk ditentukan faktor alam dan faktor nonalam. Faktor alam meliputi kesuburan tanah (Jawa vulkanis subur), ketersediaan air, iklim, dan topografi (dataran rendah lebih disukai). Faktor nonalam meliputi ekonomi (pusat industri, perdagangan), sejarah (kota lama, ibukota), transportasi (pelabuhan, jalan), dan kebijakan (transmigrasi). Kombinasi inilah yang membuat Jawa padat โ€” tanah subur, kota lama, pusat pemerintahan, dan infrastruktur lengkap โ€” sementara Papua jarang karena topografi sulit dan infrastruktur terbatas.

Urutkan jejak urbanisasi ke kota.

Peta kepadatan penduduk Indonesia

Lihat peta kepadatan sebagai bangun.

Bayangkan penduduk Indonesia seperti pasir yang ditabur di atas nampan berlekuk. Pasir menumpuk di bagian rata subur (Jawa) karena di situ ada makanan, jalan, dan pekerjaan. Bagian berbukit atau berawa (Papua, rawa Kalimantan) sedikit pasirnya karena tidak nyaman. Kebijakan transmigrasi mencoba โ€œmemindahkan pasirโ€ ke wilayah luas, tetapi selama pusat ekonomi tetap di Jawa, aliran pasir terus kembali ke sana.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Provinsi Jawa Barat berpenduduk sekitar 48 juta jiwa dengan luas 35.000 kilometer persegi. Provinsi Papua Barat sekitar 1,1 juta jiwa dengan luas 99.000 kilometer persegi. Hitung kepadatan masing-masing dan jelaskan perbedaannya.

Kepadatan = 48 juta dibagi 35.000 = sekitar 1.370 jiwa per km persegi. Sangat padat.

Kepadatan = 1,1 juta dibagi 99.000 = sekitar 11 jiwa per km persegi. Sangat jarang.

Jawa Barat padat karena tanah vulkanis subur, pusat industri, dan transportasi lengkap. Papua Barat jarang karena topografi berbukit, hutan lebat, dan infrastruktur terbatas.

Jebakan: mengira penduduk tersebar merata karena Indonesia luas. Yang benar: distribusi penduduk Indonesia sangat tidak merata. Jawa yang sempit dihuni mayoritas penduduk, sementara pulau-pulau besar lain (Kalimantan, Papua) berpenduduk sangat jarang. Ini menimbulkan ketimpangan beban lingkungan dan pembangunan.

Jebakan: menganggap tanah luas selalu berarti layak huni. Yang benar: tanah luas belum tentu menarik penduduk bila kualitas alamnya sulit (rawa gambut, hutan lebat, pegunungan). Papua dan Kalimantan luas, tetapi sebagian besar wilayahnya sulit dihuni padat karena kondisi alam.

  • Distribusi = penyebaran penduduk; kepadatan = jumlah per km persegi.
  • Indonesia tidak merata: Jawa padat, Papua-Kalimantan jarang.
  • Faktor alam: tanah subur, air, iklim, topografi.
  • Faktor nonalam: ekonomi, sejarah, transportasi, kebijakan.
  • Urbanisasi memperpadat kota dan mengosongkan desa.