Migrasi: Jenis & Faktor Pendorong-Penarik
Setelah ini kamu bisa mengenal jenis migrasi (rural-urban, transmigrasi, urbanisasi) dan menjelaskan faktor pendorong-penariknya.
Setiap tahun, jutaan orang pindah dari desa ke kota mencari kerja. Sebagian lainnya pindah pulau lewat program transmigrasi. Sebagian merantau ke luar negeri. Semua ini migrasi: perpindahan penduduk antar wilayah. Mengapa orang mau pindah? Ada yang didorong dari tempat asal, ada yang ditarik ke tempat tujuan. Bagaimana membedakannya? Coba lihat sendiri di bawah.
Apa itu migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain dengan tujuan menetap atau bekerja. Migrasi dibedakan berdasarkan arah dan jangkauannya. Urbanisasi adalah perpindahan desa-ke-kota. Transmigrasi adalah perpindahan antar pulau dalam satu negara, biasanya terprogram. Migrasi internasional melintasi batas negara. Setiap jenis memiliki pola dan dampak berbeda.
Migrasi adalah perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain dengan tujuan menetap atau bekerja; dibedakan menjadi urbanisasi (desa-kota), transmigrasi (antar pulau, terprogram), dan migrasi internasional (lintas negara).
Faktor push dan pull
Migrasi didorong oleh dua jenis faktor. Faktor pendorong (push) dari tempat asal: lapangan kerja terbatas, upah rendah, bencana, konflik. Faktor penarik (pull) dari tempat tujuan: lapangan kerja luas, upah lebih tinggi, pendidikan lebih baik, fasilitas kota. Seseorang memutuskan migrasi ketika daya tarik tujuan melebihi keterikatan pada asal.
Ciri urbanisasi
Urbanisasi adalah migrasi desa-kota yang paling banyak terjadi di Indonesia. Ciri urbanisasi: pemuda produktif pindah ke kota, daerah asal kehilangan tenaga kerja, kota tujuan bertambah padat. Dampak positif: kota dapat tenaga kerja, desa dapat remitansi (kiriman uang). Dampak negatif: desa kehilangan tenaga muda, kota bertambah kumuh. Kamu perlu menandai ciri ini agar dapat menilai urbanisasi seimbang.
Alur migrasi desa-kota
Urbanisasi mengikuti alur khas. Pertama, pemuda desa merasa lapangan kerja lokal terbatas. Kedua, informasi soal peluang kota masuk lewat saudara atau media. Ketiga, pemuda pindah ke kota, sering ke saudara dulu. Keempat, setelah mapan, ia mengirim remitansi atau membawa keluarga. Alur ini menjelaskan mengapa urbanisasi bersifat berantai.
Bayangkan migrasi seperti air mengalir dari tempat tinggi ke rendah. Desa adalah sumbernya (banyak orang, sedikit kerja), kota adalah muaranya (sedikit orang per hektar, banyak kerja). Air mengalir karena ada perbedaan tekanan: push dari sumber, pull dari muara. Bila tekanannya sama, air berhenti mengalir.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Banyak lulusan SMA desa pindah ke Surabaya mencari kerja. Faktor apa yang dominan mendorong?
Di desa, lapangan kerja formal terbatas, upah rendah, dan peluang karier sempit. Lulusan SMA sering tidak menemukan pekerjaan yang sesuai pendidikannya di desa.
Surabaya menawarkan lapangan kerja luas, upah lebih tinggi, dan peluang pendidikan lanjut. Daya tarik kota melebihi keterikatan pada desa.
Faktor yang dominan adalah kombinasi push (lapangan kerja desa terbatas) dan pull (peluang kota luas), dengan pull menjadi pemicu utama keputusan pindah.
Jebakan: menyamakan transmigrasi dengan urbanisasi. Yang benar: transmigrasi adalah perpindahan antar pulau dalam satu negara yang biasanya terprogram pemerintah, sedangkan urbanisasi adalah desa-ke-kota yang lebih spontan.
Jebakan: menganggap urbanisasi hanya merugikan desa. Yang benar: urbanisasi juga membawa remitansi (kiriman uang) yang meningkatkan perekonomian desa, meski desa kehilangan tenaga muda.
- Migrasi = perpindahan penduduk antar wilayah untuk menetap atau bekerja.
- Jenis: urbanisasi (desa-kota), transmigrasi (antar pulau), internasional (lintas negara).
- Faktor push: lapangan terbatas, bencana, konflik; pull: kerja, upah, fasilitas.
- Urbanisasi: desa kehilangan tenaga muda, kota bertambah padat, ada remitansi.
- Alur: lapangan terbatas, info peluang, pindah, mapan-kirim remitansi.