Langsung ke isi
Lyra
Geografi · Kelas 10 · Fase E · 7 menit baca

Koordinat Geografis & Sistem Grid

Setelah ini kamu bisa membaca koordinat lintang-bujur dan sistem grid (UTM) untuk menentukan lokasi titik secara tepat.

Saat aplikasi peta menunjukkan lokasimu, ia menampilkan dua angka: lintang dan bujur. Misalnya Jakarta berada di 6° LS, 107° BT. Dua angka ini cukup untuk menemukan titik mana pun di bumi seakurat satelit. Sebelum GPS, pelaut memakai koordinat ini dengan bintang dan kronometer. Bagaimana dua angka bisa membongkar lokasi? Coba pilah di bawah.

Baca tiap pernyataan, lalu pilah yang benar dan yang salah tentang lintang-bujur, kemudian tekan Periksa.

Lintang dan bujur

Lintang (latitude) adalah garis imajiner horizontal yang mengukur posisi utara-selatan dari khatulistiwa (0°). Lintang Utara positif, Selatan negatif, sampai 90° di kutub. Bujur (longitude) adalah garis vertical yang mengukur posisi timur-barat dari meridian Greenwich (0°). Bujur Timur positif, Barat negatif, sampai 180°. Kombinasi lintang-bujur menentukan titik unik di permukaan bumi. Misalnya Jakarta: 6° LS, 107° BT.

Lintang (latitude) mengukur posisi utara-selatan dari khatulistiwa (0°), rentang 0-90°. Bujur (longitude) mengukur posisi timur-barat dari Greenwich (0°), rentang 0-180°. Kombinasi keduanya menentukan satu titik di bumi.

Pasangkan koordinat dengan wilayahnya.

Sistem grid UTM

Selain lintang-bujur, ada sistem UTM (Universal Transverse Mercator) yang membagi bumi menjadi 60 zona grid berbingkai. UTM memberi koordinat dalam satuan meter dari titik acuan zona — lebih akurat untuk peta skala besar dan perencanaan teknis. UTM banyak dipakai pada peta RBI (Rupabumi Indonesia) dan SIG. Baca koordinat UTM: zona, northing (jarak ke utara dari khatulistiwa), dan easting (jarak ke timur dari meridian pusat zona).

Susun langkah membaca koordinat peta.

Grid koordinat bola bumi

Lihat grid koordinat sebagai bangun.

Bayangkan bumi sebagai semangka yang dipotong dua arah: potongan horizontal (lintang) dari khatulistiwa ke kutub, dan potongan vertical (bujur) dari Greenwich ke 180°. Tiap titik di semangka berada di perpotongan satu potongan horizontal dan satu vertical — itulah koordinatnya. Khatulistiwa adalah potongan tepat di tengah, kutub di ujung atas-bawah.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Titik A berada di 3° LU dan 100° BT, titik B di 8° LS dan 120° BT. Tentukan letak relatif B terhadap A.

A di 3° LU (utara khatulistiwa), B di 8° LS (selatan khatulistiwa). Maka B berada di selatan A.

A di 100° BT, B di 120° BT. Bujur B lebih besar → B lebih ke timur dari A. Jadi B terletak di tenggara A.

Jebakan: tertukar antara lintang dan bujur. Yang benar: lintang horizontal (utara-selatan, dari khatulistiwa, 0-90°); bujur vertical (timur-barat, dari Greenwich, 0-180°). Hafalkan: “Lintang = Lengkung memanjang ke utara-selatan; Bujur = Berdiri vertical ke timur-barat”.

Jebakan: salah menentukan arah relatif. Yang benar: lintang lebih besar ke utara (LU positif), lebih kecil ke selatan; bujur lebih besar ke timur (BT positif), lebih kecil ke barat. Bandingkan kedua koordinat secara terpisah untuk menentukan arah relatif.

  • Lintang: utara-selatan, dari khatulistiwa (0°), rentang 0-90°.
  • Bujur: timur-barat, dari Greenwich (0°), rentang 0-180°.
  • Kombinasi lintang-bujur menentukan satu titik di bumi.
  • UTM: grid zona berbingkai dengan satuan meter.
  • Baca koordinat: lintang dulu, baru bujur.