Langsung ke isi
Lyra
Geografi ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 7 menit baca

Konservasi In-situ & Ex-situ

Setelah ini kamu bisa membedakan konservasi in-situ dan ex-situ serta menjelaskan tujuan dan contoh kawasan tiap strategi.

Harimau Sumatera berkembang biak di hutan aslinya โ€” itu konservasi in-situ. Tetapi saat populasinya kritis, ilmuwan membawa beberapa ke kebun binatang dan bank gen โ€” itu konservasi ex-situ. Dua strategi pelestarian, tujuan sama: mencegah kepunahan. Kapan satu dipakai, kapan yang lain? Coba lihat sendiri di bawah.

Baca tiap kawasan, lalu pilah ke jenis konservasi yang tepat.

Apa itu konservasi

Konservasi adalah upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan ekosistem agar tetap berfungsi untuk generasi sekarang dan mendatang. Berdasarkan lokasinya, dibagi menjadi in-situ (di habitat asli) dan ex-situ (di luar habitat asli). Keduanya saling melengkapi: in-situ menjaga ekosistem utuh, ex-situ menjadi jaring pengaman saat populasinya kritis.

Konservasi adalah upaya pelestarian sumber daya alam dan keanekaragaman hayati agar pemanfaatannya dapat berlangsung berkelanjutan untuk generasi sekarang dan mendatang.

Konservasi in-situ

Konservasi in-situ adalah pelestarian flora, fauna, dan ekosistem di habitat aslinya. Contoh kawasan: cagar alam, suaka margasatwa, taman nasional, dan kawasan pelestarian alam. Kelebihannya: ekosistem tetap utuh, interaksi antar spesies terjaga, dan evolusi berlangsung alami. Kekurangannya: terancam bila habitat rusak (deforestasi, perburuan, kebakaran). In-situ adalah strategi utama pelestarian jangka panjang.

Bayangkan in-situ seperti merawat rumah asli keluarga. Anak tumbuh di lingkungan aslinya, belajar tradisi, dan terhubung kerabat. Bila rumah aman, keluarga berkembang alami. Bila rumah terbakar, semua ikut runtuh.

Konservasi ex-situ

Konservasi ex-situ adalah pelestarian di luar habitat asli. Contoh: kebun binatang, kebun raya, aquarium, bank gen, dan pusat penangkaran. Tujuannya: menyelamatkan spesies kritis, penangkaran untuk reintroduksi, riset, dan edukasi publik. Kelebihannya: terlindungi dari ancaman habitat, populasi terpantau. Kekurangan: biaya tinggi, kehilangan konteks ekosistem, dan adaptasi ke alam bebas sulit.

Ciri konservasi in-situ

Konservasi in-situ memiliki ciri khas: organisme tetap di habitat asli, ekosistem utuh, dan terjadi interaksi alami. Kamu perlu mengenali ciri ini agar bisa membedakannya dari ex-situ.

Alur restorasi habitat

Restorasi habitat adalah strategi in-situ yang mengembalikan ekosistem yang rusak. Pertama, kawasan rusak diidentifikasi. Kedua, pohon lokal ditanam kembali. Ketiga, satwa liar kembali dimasukkan bertahap. Keempat, kawasan dipantau jangka panjang. Tahap ini mengubah lahan rusak menjadi ekosistem produktif.

Jebakan: menganggap kebun binatang sudah cukup sebagai strategi pelestarian. Yang benar: ex-situ adalah jaring pengaman, bukan pengganti; pelestarian sejati harus tetap dilakukan in-situ agar ekosistem utuh.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Badak Jawa tersisa sekitar 70 ekor di Ujung Kulon. Kawasan itu terancam invasive areca palm. Strategi apa yang tepat?

Konservasi in-situ di Ujung Kulon adalah strategi utama: melindungi habitat asli badak dan mengendalikan areca palm yang invasif.

Karena populasi sangat kritis, perlu dilengkapi ex-situ berupa penangkaran di pusat konservasi dan bank gen, sebagai jaring pengaman bila populasi in-situ runtuh.

Jebakan: menyamakan kebun raya dengan taman nasional. Yang benar: kebun raya adalah konservasi ex-situ (luar habitat), sedangkan taman nasional adalah in-situ (habitat asli).

Jebakan: menganggap ex-situ selalu berhasil mengembalikan spesies ke alam. Yang benar: reintroduksi dari ex-situ sulit; banyak spesies kehilangan insting bertahan hidup di alam liar, sehingga ex-situ adalah pelengkap, bukan pengganti in-situ.

  • Konservasi = pelestarian keanekaragaman hayati agar berkelanjutan.
  • In-situ: pelestarian di habitat asli (cagar alam, taman nasional).
  • Ex-situ: pelestarian di luar habitat (kebun binatang, bank gen).
  • In-situ strategi utama; ex-situ jaring pengaman.
  • Restorasi habitat: identifikasi โ†’ tanam โ†’ kembalikan satwa โ†’ pantau.