Langsung ke isi
Lyra
Geografi ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 7 menit baca

Kerusakan Lingkungan: Erosi, Abrasi, Banjir

Setelah ini kamu bisa mengidentifikasi bentuk kerusakan lingkungan (erosi, abrasi, banjir) dan menjelaskan penyebabnya.

Saat hujan deras, sungai meluap dan genangan menerjang rumah. Di pantai, ombak perlahan mengikis daratan hingga rumah warga ambruk. Di perbukitan, tanah longsor memutus jalan. Ketiganya adalah bentuk kerusakan lingkungan yang sering muncul di berita. Mengapa kerusakan ini terjadi? Coba lihat sendiri di bawah.

Baca tiap peristiwa, lalu pilah ke bentuk kerusakannya.

Apa itu kerusakan lingkungan

Kerusakan lingkungan adalah penurunan kualitas komponen lingkungan akibat aktivitas alami atau manusia, sehingga fungsi ekologisnya terganggu. Bentuknya beragam: erosi, abrasi, banjir, longsor, dan pencemaran. Sebagian disebabkan alam (hujan ekstrem, gelombang), sebagian diperberat ulah manusia (deforestasi, alih fungsi lahan, tata ruang buruk). Memahami bentuk dan penyebabnya membantumu ikut mencegah.

Kerusakan lingkungan adalah penurunan kualitas dan fungsi komponen lingkungan hidup akibat aktivitas alami atau manusia, yang mengganggu keseimbangan ekosistem dan kehidupan manusia.

Tiga bentuk kerusakan utama

Tiga bentuk kerusakan yang sering muncul di Indonesia adalah erosi, abrasi, dan banjir. Erosi adalah pengikisan tanah oleh air atau angin, diperparah lahan gundul di lereng. Abrasi adalah pengikisan pantai oleh ombak dan pasang surut, mengancam permukiman pesisir. Banjir adalah meluapnya air dari sungai, laut, atau drainase yang meluber ke daratan, sering akibat hujan deras dan saluran tersumbat. Ketiganya saling berkaitan dengan tutupan lahan dan tata ruang.

Bayangkan lingkungan seperti spons. Hutan adalah spons yang menyerap hujan dan menahan tanah. Erosi terjadi saat spons hilang; abrasi saat tepi spons dipotong ombak; banjir saat spons jenuh dan tidak menahan air. Rawat spons, rawat bumi.

Pasangkan bentuk dengan ciri

Untuk memantapkan pemahamanmu, pasangkan tiap bentuk kerusakan dengan ciri khasnya. Latihan ini membantumu mengenali tanda-tanda kerusakan di lapangan.

Ciri lingkungan rusak

Lingkungan yang rusak memunculkan ciri tertentu: vegetasi berkurang, tanah tandus, sering banjir, dan keanekaragaman hayati turun. Mengenali ciri ini membantumu mengenali kapan suatu kawasan perlu rehabilitasi.

Alur terjadinya banjir

Banjir tidak terjadi tiba-tiba; ada alur sebab ke peristiwa. Memahami alurnya membantumu merancang pencegahan dari hulu.

Jebakan: menyamakan erosi dengan pelapukan. Yang benar: erosi adalah pengikisan dan pemindahan tanah oleh air/angin secara aktif, sedangkan pelapukan adalah penghancuran batuan di tempat tanpa pemindahan; keduanya berbeda proses.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah kawasan bukit hijau diubah menjadi perumahan tanpa rekayasa tanah. Tiga tahun kemudian, kawasan di bawahnya sering banjir. Jelaskan kaitannya.

Penghapusan vegetasi bukit menghilangkan fungsi serapan air dan pengikat tanah. Saat hujan, air langsung mengalir sebagai limpasan permukaan.

Limpasan cepat membawa sedimen ke sungai bawah, membuatnya dangkal, lalu air meluap menerjang kawasan bawah sebagai banjir. Inilah mengapa tata ruang dan tutupan lahan penting untuk mencegah banjir.

Jebakan: menganggap banjir hanya soal saluran air. Yang benar: banjir berakar pada tutupan lahan hulu; bila hutan ditebang, air turun deras dengan sedimen; meregangkan saluran saja di hilir tidak akan menyelesaikan akar masalah.

Jebakan: menyamakan abrasi dengan sea level rise. Yang benar: abrasi adalah pengikisan horizontal pantai oleh ombak, sedangkan kenaikan muka laut adalah fenomena vertikal global akibat pemanasan; keduanya berbeda mekanisme walau dapat saling memperberat.

  • Kerusakan lingkungan = penurunan kualitas komponen lingkungan.
  • Tiga bentuk utama: erosi (tanah), abrasi (pantai), banjir (air meluap).
  • Penyebab dibarengi: deforestasi, lahan gundul, tata ruang buruk, sampah.
  • Tutupan vegetasi adalah kunci pencegahan erosi dan banjir.
  • Alur banjir: hutan hilang โ†’ hujan deras โ†’ sedimen โ†’ air meluap.