Langsung ke isi
Lyra
Fisika ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca

Resonansi RLC: Frekuensi Puncak Arus

Setelah ini kamu bisa menghitung frekuensi resonansi f0=12ฯ€LCf_0 = \frac{1}{2\pi\sqrt{LC}} dan menjelaskan mengapa arus rangkaian RLC seri memuncak saat XL=XCX_L = X_C.

Tuner radio lama memutar-mutar kenop logam untuk menangkap satu stasiun di antara ratusan siaran yang memenuhi udara. Di balik kenop itu ada sebuah kapasitor variabel: ubah nilainya sedikit saja, dan tiba-tiba satu frekuensi terdengar jernih sementara yang lain teredam. Inilah resonansi RLC โ€” saat reaktansi induktif dan kapasitif saling meniadakan tepat pada satu frekuensi istimewa, impedansi runtuh jadi murni resistif, dan arus melonjak maksimum. Geser slider frekuensi di bawah dan saksikan lengkung arus menusuk tajam lewat satu titik puncak.

Geser slider frekuensi dan amati impedansi mencelup minimum lalu arus memuncak tajam di resonansi.

Syarat resonansi: reaktansi induktif sama kapasitif

Pada rangkaian RLC seri, reaktansi induktif XL=2ฯ€fLX_L = 2\pi fL membesar seiring frekuensi naik, sedangkan reaktansi kapasitif XC=1/(2ฯ€fC)X_C = 1/(2\pi fC) mengecil. Keduanya berlawanan fase (180 derajat), sehingga saling mengurangi menjadi selisih XLโˆ’XCX_L - X_C. Pada satu frekuensi istimewa, kedua reaktansi tepat sama besar sehingga selisihnya nol โ€” inilah resonansi. Di titik ini impedansi Z=R2+(XLโˆ’XC)2Z = \sqrt{R^2 + (X_L - X_C)^2} turun menjadi sekadar RR, seolah induktor dan kapasitor lenyap dari rangkaian.

Frekuensi resonansi f0f_0 adalah frekuensi saat XL=XCX_L = X_C pada rangkaian RLC, sehingga impedansi minimum dan rangkaian menjadi murni resistif. Untuk rangkaian seri: f0=12ฯ€LCf_0 = \frac{1}{2\pi\sqrt{LC}}.

Syarat resonansi XL=XCX_L = X_C memberi 2ฯ€f0L=1/(2ฯ€f0C)2\pi f_0 L = 1/(2\pi f_0 C). Pindahkan f0f_0 dan kuadratkan kedua ruas: (2ฯ€f0)2LC=1(2\pi f_0)^2 LC = 1, sehingga f02=1/(4ฯ€2LC)f_0^2 = 1/(4\pi^2 LC). Akhirnya diperoleh rumus resonansi yang menjadi dasar setiap tuner radio dan filter frekuensi.

f0=12ฯ€LCf_0 = \frac{1}{2\pi\sqrt{LC}}

Arti tiap simbol: f0f_0 = frekuensi resonansi (Hz), LL = induktansi (H), CC = kapasitansi (F). Memperbesar LL atau CC menurunkan f0f_0 (rangkaian beresonansi di frekuensi lebih rendah); memperkecil keduanya menaikkannya. Inilah cara kenop tuner radio menggeser stasiun: mengubah CC menggeser f0f_0.

Grafik di bawah memperlihatkan kurva arus I=V/ZI = V/Z terhadap frekuensi. Saat frekuensi melintasi f0f_0, impedansi mencelup ke RR sehingga arus melonjak tajam membentuk puncak resonansi. Geser slider tegangan sumber untuk mengubah tinggi puncak; geser LL dan CC untuk menggeser posisi puncak.

Tuner radio: menggeser f0 dengan kapasitor variabel

Karena f0=12ฯ€LCf_0 = \frac{1}{2\pi\sqrt{LC}}, kamu bisa menggeser frekuensi resonansi dengan mengubah salah satu LL atau CC. Tuner radio lama memakai kapasitor variabel (dua keping logam yang saling mendekat-menjauh) untuk mengubah CC โ€” geser kenop, CC membesar, f0f_0 turun, dan stasiun bergeser. Frekuensi radio FM (88โ€“108 MHz) ditangkap dengan CC yang sangat kecil; pita AM (530โ€“1700 kHz) dengan CC lebih besar.

Grafik di bawah menunjukkan bagaimana f0f_0 turun saat CC membesar. Hubungannya berbentuk kurva 1/x1/\sqrt{x} โ€” melandai di CC besar dan curam di CC kecil.

Ketajaman resonansi: peran resistansi R

Puncak arus pada resonansi setinggi Imaks=V/RI_{\text{maks}} = V/R โ€” semakin kecil RR, semakin tinggi dan tajam puncaknya. Sebaliknya, RR besar membuat puncak tumpul dan lebar. Lebar pita (bandwidth) ฮ”f\Delta f didefinisikan sebagai rentang frekuensi saat arus turun ke 1/21/\sqrt{2} dari puncak (titik daya-setengah). Faktor kualitas Q=f0/ฮ”f=(1/R)L/CQ = f_0/\Delta f = (1/R)\sqrt{L/C} mengukur ketajaman: QQ tinggi = puncak sempit (selektif, penting untuk tuner), QQ rendah = puncak lebar (kurang selektif).

Grafik di bawah membandingkan puncak arus untuk tiga nilai RR. Geser slider RR dan amati bagaimana tinggi serta ketajaman puncak berubah โ€” RR kecil menghasilkan lonceng runcing, RR besar menghasilkan gundukan tumpul.

Walaupun arus bolak-balik tidak masuk cakupan resmi TKA Fisika (kelistrikan TKA terbatas statis + arus searah), resonansi RLC adalah inti ujian sekolah kelas 12 dan sering muncul di olimpiade Sains. Tip soal lazim: (1) hitung f0=12ฯ€LCf_0 = \frac{1}{2\pi\sqrt{LC}}; (2) hitung XLX_L, XCX_C di f0f_0 dan tunjukkan keduanya sama; (3) hitung arus puncak Imaks=V/RI_{\text{maks}} = V/R; (4) tentukan faktor kualitas Q=(1/R)L/CQ = (1/R)\sqrt{L/C}. Jebakan klasik: keliru menyimpulkan XLX_L dan XCX_C โ€œhilangโ€ pada resonansi โ€” yang benar keduanya tetap ada dan sama besar, hanya saling meniadakan dalam penjumlahan fasor.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah rangkaian RLC seri memiliki R=20R = 20 ฮฉ\Omega, L=0,10L = 0{,}10 H, dan C=10C = 10 ฮผ\muF, dihubungkan ke sumber 100100 V efektif. (a) Berapa frekuensi resonansinya? (b) Berapa reaktansi XLX_L dan XCX_C pada f0f_0? (c) Berapa arus puncak saat resonansi?

f0=12ฯ€LC=12ร—3,14ร—0,10ร—10ร—10โˆ’6=12ร—3,14ร—10โˆ’6=12ร—3,14ร—10โˆ’3โ‰ˆ159f_0 = \dfrac{1}{2\pi\sqrt{LC}} = \dfrac{1}{2 \times 3{,}14 \times \sqrt{0{,}10 \times 10 \times 10^{-6}}} = \dfrac{1}{2 \times 3{,}14 \times \sqrt{10^{-6}}} = \dfrac{1}{2 \times 3{,}14 \times 10^{-3}} \approx 159 Hz.

XL=2ฯ€f0L=2ร—3,14ร—159ร—0,10โ‰ˆ99,9X_L = 2\pi f_0 L = 2 \times 3{,}14 \times 159 \times 0{,}10 \approx 99{,}9 ฮฉ\Omega. XC=12ฯ€f0C=12ร—3,14ร—159ร—10โˆ’5โ‰ˆ100X_C = \dfrac{1}{2\pi f_0 C} = \dfrac{1}{2 \times 3{,}14 \times 159 \times 10^{-5}} \approx 100 ฮฉ\Omega. Keduanya hampir sama persis (selisih akibat pembulatan) โ€” inilah ciri resonansi: XL=XCX_L = X_C.

Pada resonansi, XLโˆ’XC=0X_L - X_C = 0, sehingga Z=R=20Z = R = 20 ฮฉ\Omega. Arus puncak Imaks=V/Z=100/20=5,0I_{\text{maks}} = V/Z = 100/20 = 5{,}0 A. Frekuensi resonansi 159 Hz, kedua reaktansi sekitar 100 ohm, arus puncak 5,0 ampere.

Jebakan: menyimpulkan XLX_L dan XCX_C โ€œlenyapโ€ pada resonansi. Yang benar: pada f0f_0, kedua reaktansi tetap ada dan sama besar nilainya (XL=XCX_L = X_C); yang nol adalah selisihnya (XLโˆ’XC)(X_L - X_C). Karena keduanya berlawanan fase 180 derajat, dalam penjumlahan fasor mereka saling meniadakan, sehingga impedansi menjadi murni resistif Z=RZ = R.

Jebakan: keliru menempatkan RR di dalam rumus frekuensi resonansi. Yang benar: f0=12ฯ€LCf_0 = \frac{1}{2\pi\sqrt{LC}} hanya bergantung pada LL dan CC, tidak pada RR. Resistansi hanya mengatur tinggi puncak arus (Imaks=V/RI_{\text{maks}} = V/R) dan ketajamannya (Q=(1/R)L/CQ = (1/R)\sqrt{L/C}), bukan lokasi frekuensi resonansinya.

Jebakan: tertukar antara resonansi rangkaian seri dan paralel. Yang benar: pada rangkaian seri, resonansi membuat impedansi minimum dan arus maksimum (lengkap cek paham di atas). Pada rangkaian paralel, sebaliknya โ€” resonansi membuat impedansi maksimum dan arus total minimum. Artikel ini hanya membahas seri, kasus paling lazim di soal SMA.

  • Frekuensi resonansi f0=12ฯ€LCf_0 = \frac{1}{2\pi\sqrt{LC}} โ€” hanya bergantung LL dan CC.
  • Syarat resonansi: XL=XCX_L = X_C (reaktansi induktif sama kapasitif), selisih nol.
  • Pada resonansi, impedansi minimum Z=RZ = R dan arus puncak Imaks=V/RI_{\text{maks}} = V/R.
  • Tuner radio menggeser f0f_0 lewat kapasitor variabel (ubah CC).
  • Faktor kualitas Q=(1/R)L/CQ = (1/R)\sqrt{L/C}: RR kecil = puncak tajam (selektif), RR besar = puncak tumpul.