Langsung ke isi
Lyra
Fisika ยท Penyegaran SMP ยท 8 menit baca

Membaca Grafik & Persamaan Garis

Setelah ini kamu bisa membaca gradien dan titik potong sebuah garis, menulisnya sebagai persamaan y=mx+cy = mx + c, serta menafsirkan luas di bawah kurva sebagai jarak tempuh.

Catat kelajuan mobilmu tiap detik, lalu titik-titik itu kamu hubungkan dengan garis lurus. Ternyata kemiringan garis itu menyimpan rahasia: makin curam, makin cepat mobil mempercepat. Lalu dari mana garis itu mulai, dan apa arti luas daerah di bawahnya? Coba lihat sendiri di bawah.

Geser slider gradien m dan amati garis berubah kemiringan dari landai menjadi curam.

Gradien menyatakan laju perubahan

Sebuah garis lurus di koordinat xx-yy punya gradien alias kemiringan. Gradien menyatakan berapa banyak yy berubah tiap xx bertambah satu satuan. Garis miring naik punya gradien positif; miring turun negatif; garis datar nol. Pada grafik jarak-waktu, gradien inilah yang membaca kelajuan: makin curam, makin cepat jarak ditempuh tiap sekon.

Gradien mm adalah perbandingan perubahan yy terhadap perubahan xx, ditulis m=ฮ”yฮ”xm = \dfrac{\Delta y}{\Delta x}. Pada grafik jarak-waktu, gradien = kelajuan.

Geser slider pada alat di bawah; dua titik bisa kamu pindahkan sepanjang garis, dan nilai ฮ”y/ฮ”x\Delta y / \Delta x dihitung live sehingga kamu merasakan hubungan kemiringan-angka.

Pikirkan gradien seperti tangga: langkah mendatar = ฮ”x\Delta x, langkah naik = ฮ”y\Delta y. Gradien = berapa tinggi tangkaimu bertambah tiap satu langkah mendatar. Tangga curam = gradien besar.

Persamaan garis: y = mยทx + c

Setiap garis lurus bisa ditulis dengan satu persamaan ringkas. Bentuknya y=mx+cy = mx + c, di mana mm = gradien dan cc = titik potong sumbu-y (nilai yy saat x=0x = 0). Dua angka ini saja sudah cukup untuk menggambar seluruh garis. Bila kamu punya grafik jarak-waktu sebuah troli yang bergerak lurus beraturan, mm = kelajuan dan cc = posisi awal troli.

y=mโ‹…x+cy = m \cdot x + c

Arti tiap simbol: yy nilai sumbu vertikal, xx nilai sumbu horizontal, mm gradien (kemiringan), cc titik potong sumbu-yy.

Titik potong: posisi awal dan titik balik

Titik potong sumbu-yy adalah tempat garis memotong garis vertikal x=0x = 0 โ€” nilainya sama dengan cc. Pada grafik jarak-waktu, ini membaca posisi benda saat mulai diukur (t=0t = 0). Geser slider cc pada alat di bawah; garis bergerak naik-turun sejajar tanpa mengubah kemiringannya. Titik potong sumbu-xx adalah tempat garis menyentuh horizontal y=0y = 0 โ€” pada grafik gerak, ini sering menandai momen benda tepat di titik acuan nol atau berbalik arah.

Luas di bawah kurva: jarak tempuh

Pada grafik kelajuan-waktu, luas daerah di bawah kurva = jarak tempuh. Daerah itu boleh berupa persegi (bila kelajuan tetap) atau segitiga/trapesium (bila kelajuan berubah beraturan). Menghitung luasnya sama dengan menghitung jarak yang ditempuh benda. Geser slider waktu pada alat di bawah; arsiran bertambah luas dan angka luasnya terbaca sebagai jarak.

Bentuk luasnya bercerita: persegi panjang = kelajuan tetap (jalan terus sama cepat), segitiga = mulai dari diam lalu makin cepat, trapesium = sudah punya kelajuan awal lalu dipercepat. Luas = jarak, walau bentuknya beda.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Grafik jarak-waktu sebuah sepeda berbentuk garis lurus melalui titik (0,3)(0, 3) dan (4,11)(4, 11). (a) Berapa gradien garisnya? (b) Tulis persamaannya dalam bentuk y=mx+cy = mx + c. (c) Berapa jarak tempuh sepeda selama 4 sekon pertama menurut grafik?

Gradien m=ฮ”yฮ”x=11โˆ’34โˆ’0=84=2m = \dfrac{\Delta y}{\Delta x} = \dfrac{11 - 3}{4 - 0} = \dfrac{8}{4} = 2. Gradien positif berarti sepeda menjauhi titik acuan makin cepat.

Karena garis melalui (0,3)(0, 3), titik potong sumbu-yy adalah c=3c = 3. Maka persamaannya y=2x+3y = 2x + 3. Dalam konteks gerak: jarak s=2t+3s = 2t + 3, artinya kelajuan 2 m/s dan posisi awal 3 m.

Jarak dari titik awal (0,3)(0,3) ke titik (4,11)(4,11) adalah 11โˆ’3=811 - 3 = 8 meter. Jadi sepeda menempuh 8 meter dalam 4 sekon pertama. Catatan: bila soal meminta jarak tempuh dari grafik kelajuan-waktu, hitung luas di bawah kurva โ€” bukan selisih titik.

Jebakan: menyamakan titik potong sumbu-x dengan sumbu-y. Yang benar: titik potong sumbu-y berada di (0,c)(0, c) โ€” di sana x=0x = 0. Titik potong sumbu-x berada di (โˆ’cm,0)\left(-\dfrac{c}{m}, 0\right) โ€” di sana y=0y = 0. Dua titik berbeda; jangan tertukar.

Jebakan: mengira gradien = selisih yy saja (ฮ”y\Delta y). Yang benar: gradien adalah perbandingan ฮ”yฮ”x\dfrac{\Delta y}{\Delta x} โ€” perubahan yy dibagi perubahan xx. Lupa membagi menghasilkan angka yang terlalu besar.

Jebakan: menghitung luas di bawah kurva padahal yang ditanya posisi. Yang benar: pada grafik kelajuan-waktu, luas di bawah kurva = jarak tempuh. Pada grafik jarak-waktu, gradien = kelajuan. Cek dulu sumbu vertikalnya sebelum memilih cara.

  • Gradien m=ฮ”y/ฮ”xm = \Delta y / \Delta x menyatakan kemiringan garis; pada grafik jarak-waktu, gradien = kelajuan.
  • Persamaan garis lurus: y=mx+cy = mx + c, dengan mm gradien dan cc titik potong sumbu-yy.
  • Titik potong sumbu-yy di (0,c)(0, c); titik potong sumbu-xx di (โˆ’c/m,0)(-c/m, 0).
  • Pada grafik kelajuan-waktu, luas di bawah kurva = jarak tempuh.
  • Cek sumbu vertikal dulu: jarak-waktu โ†’ gradien = kelajuan; kelajuan-waktu โ†’ luas = jarak.