Perubahan Wujud & Kalor Laten
Setelah ini kamu bisa menghitung kalor untuk menaikkan suhu zat (kalor jenis) dan untuk mengubah wujudnya (kalor laten), serta menjelaskan kenapa suhu diam saat zat melebur atau mendidih.
Es batu dalam gelas tidak langsung menjadi air hangat. Suhunya diam dulu di nol derajat walau terus dikasih kalor, baru setelah semua leleh, suhunya naik lagi. Kenapa demikian? Ternyata kalor yang kamu masukkan dipakai untuk membongkar ikatan antarmolekul, bukan untuk menaikkan suhu. Coba lihat kurvanya sendiri di bawah.
Kalor jenis: makin besar c, makin lambat panas
Untuk menaikkan suhu suatu zat tanpa mengubah wujudnya, kamu perlu memberi kalor sebanding dengan massa, jenis zat, dan kenaikan suhunya. Itulah isi kalor jenis.
Arti tiap simbol: = kalor yang diserap atau dilepas (joule), = massa zat (kg), = kalor jenis (J/kg·K), = perubahan suhu (K atau °C, sama selisihnya).
Air punya kalor jenis besar, J/kg·K — besar sekali dibanding hampir semua zat. Itulah sebabnya air jadi pendingin yang efektif: ia menyerap banyak kalor tanpa suhunya melonjak. Besi hanya butuh J/kg·K, jauh lebih kecil, sehingga cepat panas dan cepat dingin. Pada grafik di bawah, geser slider kalor jenis dan rasakan kemiringan kurva Q vs ΔT yang berubah — makin besar , makin landai (lambat panas).
Plateau melebur: kalor laten bukan menaikkan suhu
Saat zat berubah wujud, suhunya tidak berubah sekalipun kalor terus dialirkan. Misalnya es pada 0 °C: selama masih ada es yang belum leleh, suhunya tetap 0 °C, berapapun kalor yang masuk. Kalor itu diserap sebagai kalor laten — energi yang dipakai memutus ikatan antarmolekul, bukan menambah getaran (yang dibaca termometer sebagai suhu).
Arti tiap simbol: = kalor laten (joule), = massa zat yang berubah wujud (kg), = kalor laten per kilogram (J/kg). untuk melebur/membeku, untuk menguap/mengembun.
Bayangkan membongkar tembok bata. Selama bata dilepas satu per satu, posisi “rata-rata tumpukan” nyaris tidak berubah — tembok turun perlahan. Begitu semua bata sudah berceceran di lantai, barulah kamu bisa menyebar mereka lebih jauh. Kalor jenis = menggetarkan bata (suhu naik); kalor laten = melepas bata dari tembok (wujud berubah, suhu tetap).
Pada grafik di bawah, plateau mendatar di suhu 0 °C menyatakan pelelehan. Panjang plateau sebanding dengan kalor laten lebur — geser slidernya dan lihat lebar plateau berubah. Untuk air J/kg dan J/kg, jauh lebih besar daripada kalor untuk sekadar memanaskan air dari 0 ke 100 °C.
Mikroskopis: energi ke kinetik, bukan ke suhu
Apa sebenarnya yang terjadi pada molekul saat kalor laten diserap? Pada fase padat, molekul terkunci di posisi oleh gaya tarik-menarik dan hanya bergetar. Kalor yang masuk dipakai meningkatkan amplitudo getaran ini — itulah kenaikan suhu (kalor jenis). Tetapi saat titik lebur tercapai, energi tambahan tidak lagi memperbesar getaran, melainkan memutus ikatan sehingga molekul mulai bisa mengalir bebas. Baru setelah seluruh ikatan terbongkar, suhu bisa naik lagi.
| Tahap | Yang terjadi pada molekul | Suhu |
|---|---|---|
| Memanaskan padatan | Getaran makin besar | Naik |
| Meleleh (kalor laten ) | Ikatan terurai, molekul mengalir | Tetap |
| Memanaskan cairan | Gerak translasi makin cepat | Naik |
| Menguap (kalor laten ) | Molekul lolos ke fase gas | Tetap |
Pada alat di bawah, geser slider suhu dan amati molekul air. Pada suhu rendah molekulnya “dingin dan tenang”; makin panas, makin cepat dan acak geraknya — itulah intuisi bahwa kalor jenis dan kalor laten pada akhirnya tentang energi kinetik dan kebebasan gerak molekul.
Topik perubahan wujud dan kalor laten termasuk elemen kalor-termodinamika TKA Fisika (kerangka TKA 045/H/AN/2025). Soal paling sering: (1) menghitung total kalor untuk mencairkan es lalu memanaskan airnya — jangan lupa di antara dua ; (2) keliru menambahkan suhu selama peleburan, padahal suhu tetap; (3) lupa satuan SI (J/kg, bukan kalori, dan per kg, bukan per mol). Pisahkan tahap, baru jumlahkan.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Sebanyak 0,2 kg es pada suhu −10 °C hendak diubah seluruhnya menjadi air pada suhu 30 °C. Berapa kalor total yang dibutuhkan? ( J/kg·K, J/kg·K, J/kg.)
Tahap 1: panaskan es dari −10 °C ke 0 °C (kalor jenis). Tahap 2: lelehkan es pada 0 °C (kalor laten). Tahap 3: panaskan air dari 0 °C ke 30 °C (kalor jenis).
Tahap 1: J. Tahap 2: J. Tahap 3: J.
J, kira-kira 96 kJ. Perhatikan (kalor laten) paling besar — wajar, membongkar ikatan jauh lebih mahal daripada sekadar menggetarkan molekul.
Jebakan: menambahkan suhu selama perubahan wujud. Yang benar: selama zat meleleh atau mendidih, suhunya tetap pada titik lebur/titik didih walau kalor terus masuk. Kalor itu diserap sebagai kalor laten , bukan untuk menaikkan suhu.
Jebakan: keliru memakai saat wujud berubah. Yang benar: tiap fase punya kalor jenis sendiri (). Pecah soal jadi tahap: panaskan padat → lelehkan (kalor laten) → panaskan cair → uapkan (kalor laten) → panaskan gas, baru jumlahkan.
Jebakan: lupa satuan SI. Yang benar: dalam J/kg·K dan dalam J/kg, massa dalam kg. Kalau soal memberi dalam kalori/gram, ubah dulu (1 kalori = 4,186 J) sebelum menghitung agar konsisten.
- Kalor jenis: untuk menaikkan suhu tanpa mengubah wujud.
- Kalor laten: untuk mengubah wujud; suhu tetap selama perubahan.
- Air punya J/kg·K (besar) dan MJ/kg (jauh lebih besar dari ).
- Selama zat meleleh/mendidih, kalor masuk dipakai membongkar ikatan molekul, bukan menaikkan suhu.
- Pecah soal jadi tahap (panaskan → lelehkan → panaskan), jumlahkan kalornya.