Momen Inersia
Setelah ini kamu bisa menghitung momen inersia sebagai , membaca tabel momen inersia benda geometris, dan menerapkan teorema sumbu sejajar.
Coba lemparkan tiga benda dengan massa dan jari-jari persis sama menuruni bidang miring licin: silinder pejal, silinder berongga, dan bola pejal. Jangan kaget kalau urutan finisnya tidak seri. Silinder berongga nyaris selalu ketinggalan, bola pejal tiba lebih cepat, padahal beratnya sama. Massa yang sama belum menjamin percepatan rotasi yang sama — yang menentukan adalah seberapa jauh massa itu menyebar dari poros. Besaran itulah momen inersia. Coba lihat sendiri di bawah.
Kelembaman rotasi: analog massa
Pada gerak translasi, massa mengukur kelembaman — makin besar , makin sulit benda dipercepat oleh gaya tertentu (). Pada gerak rotasi, padanannya adalah momen inersia — ukuran seberapa sulit sebuah benda dipercepat putarannya oleh torsi. Tapi momen inersia punya sifat yang tak dimiliki massa: nilainya bergantung pada di mana porosnya dan bagaimana massa tersebar terhadap poros itu.
Momen inersia sebuah benda terhadap suatu poros adalah jumlah , dengan = massa bagian kecil ke- dan = jarak tegak lurus bagian itu ke poros. Satuannya kilogram-meter kuadrat (kg·m²).
Arti tiap simbol: = massa bagian kecil (kg); = jarak tegak lurus bagian ke poros (m); = momen inersia (kg·m²). Untuk benda kontinu, penjumlahan menjadi integral atas seluruh massa.
Inilah sumber gejala lomba menggelinding tadi. Pada silinder berongga, hampir seluruh massa terkonsentrasi di tepi (jauh dari poros) sehingga besar dan besar — sulit dipercepat putarnya. Pada bola pejal, banyak massa berdekatan poros (kecuali di permukaan) sehingga kecil rata-rata dan kecil — mudah dipercepat. Massa total sama, tapi sebaran massa menentukan kelambanan rotasi.
Sebaran massa menentukan I
Geser potongan massa pada bangun di bawah; jaraknya ke poros berubah dan momen inersia dihitung ulang. Tarik massa menjauhi poros, dan amati membesar kuadratik — bukan linier.
Karena dikuadratkan, menggandakan jarak massa membuat kontribusinya pada melonjak empat kali lipat. Ini sebabnya seorang penari es yang merenggangkan lengan terasa berat diputar, dan roda gila mesin (massa terkonsentrasi di tepi) menyimpan energi putar besar.
Jarak tegak lurus r ke poros
Yang dipakai di bukan jarak sepanjang benda, melainkan jarak tegak lurus bagian massa ke poros (lengan jarak). Lihat segitiga di bawah: seret titik massa dan amati sisi tegak lurus dari poros — itulah yang dipakai.
Benda geometris dan teorema sumbu sejajar
Menghitung untuk benda kontinu membutuhkan kalkulus; untungnya hasilnya sudah dirangkum dalam tabel momen inersia benda standar. Beberapa yang sering muncul:
| Benda | Poros | Momen inersia |
|---|---|---|
| Batang tipis seragam panjang | tegak lurus di tengah | |
| Batang tipis seragam panjang | tegak lurus di ujung | |
| Silinder/cta pejal jari-jari | sumbu simetri | |
| Silinder berongga tipis jari-jari | sumbu simetri | |
| Bola pejal jari-jari | diameter | |
| Cangkang bola tipis jari-jari | diameter |
Tabel di atas memberi momen inersia terhadap poros yang melalui pusat massa. Bila poros bergeser sejajar sejauh dari pusat massa, gunakan teorema sumbu sejajar.
Arti tiap simbol: = momen inersia terhadap poros melalui pusat massa (dari tabel); = massa total benda; = jarak tegak lurus antara poros baru dan poros pusat massa. Suku selalu menambah — memindah poros menjauhi pusat massa selalu memperbesar .
Geser poros baru di kanvas berikut; jarak ke pusat massa berubah dan teorema sumbu sejajar memperbarui .
Momen inersia termasuk delta D2 kerangka TKA Fisika (045/H/AN/2025) yang memasukkan dinamika rotasi ke elemen dinamika. Soal TKA sering menguji: memilih momen inersia yang benar dari tabel, menghitung percepatan menggelinding dari kombinasi dan , dan menerapkan teorema sumbu sejajar untuk poros di tepi benda. Kuasai tabel di atas — itu “lembar contekan” yang menghemat waktu di ujian.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Dua benda diatur sebagai silinder pejal dan silinder berongga tipis, masing-masing bermassa 2 kg dan berjari-jari 0,1 m. (a) Hitung momen inersia masing-masing terhadap sumbu simetrinya. (b) Silinder pejal juga punya poros sejajar pada jarak 0,1 m dari pusat massanya; berapa momen inersianya terhadap poros itu?
Silinder pejal: . Silinder berongga tipis: . Diketahui kg, m.
Pejal: kg·m². Berongga: kg·m². Berongga dua kali lipat pejal walau massa dan jari-jari sama — sebaran massa di tepi melipatgandakan .
Poros baru berjarak m dari pusat massa. kg·m². Memindahkan poros ke tepi melipatduakan (sama dengan berongga di pusat, plus ).
Jebakan: menganggap momen inersia hanya bergantung pada massa total. Yang benar: bergantung pada sebaran massa terhadap poros. Dua benda bermassa sama dapat punya I berbeda-beda — bahkan sangat berbeda — bergantung di mana massanya berkumpul.
Jebakan: lupa memakai jarak tegak lurus ke poros, lalu asal memakai panjang/ukuran benda. Yang benar: adalah jarak tegak lurus dari bagian massa ke poros; gunakan geometri atau rasio trigonometri untuk membacanya, bukan diagonal mentah.
Jebakan: memakai rumus tabel () langsung untuk poros yang bukan di pusat massa. Yang benar: tambahkan lewat teorema sumbu sejajar; dengan jarak poros baru ke pusat massa.
- Momen inersia = ukuran kelembaman rotasi; satuan kg·m².
- bergantung pada sebaran massa dan poros; dua benda bermassa sama bisa ber-I beda.
- Massa di tepi (jauh poros) → besar; r dikuadratkan, jadi menggandakan jarak melipatgandakan I empat kali.
- Hafalkan tabel: batang , silinder pejal , bola pejal .
- Teorema sumbu sejajar: ; poros menjauhi pusat massa selalu memperbesar .