Langsung ke isi
Lyra
Fisika · Kelas 11–12 · Fase F · 8 menit baca TKA

Momen Inersia

Setelah ini kamu bisa menghitung momen inersia sebagai I=∑mr2I = \sum mr^2, membaca tabel momen inersia benda geometris, dan menerapkan teorema sumbu sejajar.

Coba lemparkan tiga benda dengan massa dan jari-jari persis sama menuruni bidang miring licin: silinder pejal, silinder berongga, dan bola pejal. Jangan kaget kalau urutan finisnya tidak seri. Silinder berongga nyaris selalu ketinggalan, bola pejal tiba lebih cepat, padahal beratnya sama. Massa yang sama belum menjamin percepatan rotasi yang sama — yang menentukan adalah seberapa jauh massa itu menyebar dari poros. Besaran itulah momen inersia. Coba lihat sendiri di bawah.

Tiga benda dilepas di puncak bidang miring; atur percepatan dan amati siapa mencapai dasar lebih dulu.

Kelembaman rotasi: analog massa

Pada gerak translasi, massa mm mengukur kelembaman — makin besar mm, makin sulit benda dipercepat oleh gaya tertentu (a=F/ma = F/m). Pada gerak rotasi, padanannya adalah momen inersia II — ukuran seberapa sulit sebuah benda dipercepat putarannya oleh torsi. Tapi momen inersia punya sifat yang tak dimiliki massa: nilainya bergantung pada di mana porosnya dan bagaimana massa tersebar terhadap poros itu.

Momen inersia II sebuah benda terhadap suatu poros adalah jumlah I=∑miri2I = \sum m_i r_i^2, dengan mim_i = massa bagian kecil ke-ii dan rir_i = jarak tegak lurus bagian itu ke poros. Satuannya kilogram-meter kuadrat (kg·m²).

I=∑imiri2(diskret),I=∫r2 dm(kontinu)I = \sum_{i} m_i r_i^2 \quad\text{(diskret)}, \qquad I = \int r^2\,dm \quad\text{(kontinu)}

Arti tiap simbol: mim_i = massa bagian kecil (kg); rir_i = jarak tegak lurus bagian ke poros (m); II = momen inersia (kg·m²). Untuk benda kontinu, penjumlahan menjadi integral atas seluruh massa.

Inilah sumber gejala lomba menggelinding tadi. Pada silinder berongga, hampir seluruh massa terkonsentrasi di tepi (jauh dari poros) sehingga rir_i besar dan II besar — sulit dipercepat putarnya. Pada bola pejal, banyak massa berdekatan poros (kecuali di permukaan) sehingga rir_i kecil rata-rata dan II kecil — mudah dipercepat. Massa total sama, tapi sebaran massa menentukan kelambanan rotasi.

Sebaran massa menentukan I

Geser potongan massa pada bangun di bawah; jaraknya ke poros berubah dan momen inersia I=∑mr2I = \sum mr^2 dihitung ulang. Tarik massa menjauhi poros, dan amati II membesar kuadratik — bukan linier.

Karena rr dikuadratkan, menggandakan jarak massa membuat kontribusinya pada II melonjak empat kali lipat. Ini sebabnya seorang penari es yang merenggangkan lengan terasa berat diputar, dan roda gila mesin (massa terkonsentrasi di tepi) menyimpan energi putar besar.

Jarak tegak lurus r ke poros

Yang dipakai di I=∑mr2I = \sum mr^2 bukan jarak sepanjang benda, melainkan jarak tegak lurus bagian massa ke poros (lengan jarak). Lihat segitiga di bawah: seret titik massa dan amati sisi tegak lurus dari poros — itulah rr yang dipakai.

Benda geometris dan teorema sumbu sejajar

Menghitung ∫r2 dm\int r^2\,dm untuk benda kontinu membutuhkan kalkulus; untungnya hasilnya sudah dirangkum dalam tabel momen inersia benda standar. Beberapa yang sering muncul:

BendaPorosMomen inersia
Batang tipis seragam panjang LLtegak lurus di tengah112ML2\frac{1}{12}ML^2
Batang tipis seragam panjang LLtegak lurus di ujung13ML2\frac{1}{3}ML^2
Silinder/cta pejal jari-jari RRsumbu simetri12MR2\frac{1}{2}MR^2
Silinder berongga tipis jari-jari RRsumbu simetriMR2MR^2
Bola pejal jari-jari RRdiameter25MR2\frac{2}{5}MR^2
Cangkang bola tipis jari-jari RRdiameter23MR2\frac{2}{3}MR^2

Tabel di atas memberi momen inersia terhadap poros yang melalui pusat massa. Bila poros bergeser sejajar sejauh dd dari pusat massa, gunakan teorema sumbu sejajar.

I=Icm+Md2I = I_{\text{cm}} + M d^2

Arti tiap simbol: IcmI_{\text{cm}} = momen inersia terhadap poros melalui pusat massa (dari tabel); MM = massa total benda; dd = jarak tegak lurus antara poros baru dan poros pusat massa. Suku Md2Md^2 selalu menambah — memindah poros menjauhi pusat massa selalu memperbesar II.

Geser poros baru di kanvas berikut; jarak dd ke pusat massa berubah dan teorema sumbu sejajar memperbarui II.

Momen inersia termasuk delta D2 kerangka TKA Fisika (045/H/AN/2025) yang memasukkan dinamika rotasi ke elemen dinamika. Soal TKA sering menguji: memilih momen inersia yang benar dari tabel, menghitung percepatan menggelinding dari kombinasi mgsin⁡θmg\sin\theta dan II, dan menerapkan teorema sumbu sejajar untuk poros di tepi benda. Kuasai tabel di atas — itu “lembar contekan” yang menghemat waktu di ujian.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Dua benda diatur sebagai silinder pejal dan silinder berongga tipis, masing-masing bermassa 2 kg dan berjari-jari 0,1 m. (a) Hitung momen inersia masing-masing terhadap sumbu simetrinya. (b) Silinder pejal juga punya poros sejajar pada jarak 0,1 m dari pusat massanya; berapa momen inersianya terhadap poros itu?

Silinder pejal: I=12MR2I = \frac{1}{2}MR^2. Silinder berongga tipis: I=MR2I = MR^2. Diketahui M=2M = 2 kg, R=0,1R = 0{,}1 m.

Pejal: I=12⋅2⋅(0,1)2=1⋅0,01=0,01I = \tfrac{1}{2}\cdot 2\cdot (0{,}1)^2 = 1\cdot 0{,}01 = 0{,}01 kg·m². Berongga: I=2⋅(0,1)2=2⋅0,01=0,02I = 2\cdot (0{,}1)^2 = 2\cdot 0{,}01 = 0{,}02 kg·m². Berongga dua kali lipat pejal walau massa dan jari-jari sama — sebaran massa di tepi melipatgandakan II.

Poros baru berjarak d=0,1d = 0{,}1 m dari pusat massa. I=Icm+Md2=0,01+2⋅(0,1)2=0,01+0,02=0,03I = I_{\text{cm}} + Md^2 = 0{,}01 + 2\cdot(0{,}1)^2 = 0{,}01 + 0{,}02 = 0{,}03 kg·m². Memindahkan poros ke tepi melipatduakan II (sama dengan II berongga di pusat, plus Md2Md^2).

Jebakan: menganggap momen inersia hanya bergantung pada massa total. Yang benar: I=∑mr2I = \sum mr^2 bergantung pada sebaran massa terhadap poros. Dua benda bermassa sama dapat punya I berbeda-beda — bahkan sangat berbeda — bergantung di mana massanya berkumpul.

Jebakan: lupa memakai jarak tegak lurus rr ke poros, lalu asal memakai panjang/ukuran benda. Yang benar: rr adalah jarak tegak lurus dari bagian massa ke poros; gunakan geometri atau rasio trigonometri untuk membacanya, bukan diagonal mentah.

Jebakan: memakai rumus tabel (IcmI_{\text{cm}}) langsung untuk poros yang bukan di pusat massa. Yang benar: tambahkan Md2Md^2 lewat teorema sumbu sejajar; I=Icm+Md2I = I_{\text{cm}} + Md^2 dengan dd jarak poros baru ke pusat massa.

  • Momen inersia I=∑mr2I = \sum mr^2 = ukuran kelembaman rotasi; satuan kg·m².
  • II bergantung pada sebaran massa dan poros; dua benda bermassa sama bisa ber-I beda.
  • Massa di tepi (jauh poros) → II besar; r dikuadratkan, jadi menggandakan jarak melipatgandakan I empat kali.
  • Hafalkan tabel: batang 112ML2\tfrac{1}{12}ML^2, silinder pejal 12MR2\tfrac{1}{2}MR^2, bola pejal 25MR2\tfrac{2}{5}MR^2.
  • Teorema sumbu sejajar: I=Icm+Md2I = I_{\text{cm}} + Md^2; poros menjauhi pusat massa selalu memperbesar II.