Langsung ke isi
Lyra
Fisika ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca TKA

Mesin Pendingin & Pompa Kalor (COP)

Setelah ini kamu bisa menjelaskan prinsip kerja mesin pendingin dan pompa kalor, menghitung koefisien performanya (COP), dan membedakan COP kulkas dari COP pompa kalor.

Kulkas membuat isi freezer jadi dingin, padahal dapur di sekitarnya jadi sedikit lebih hangat. AC mendinginkan ruangan, sambil membuang panas ke luar lewat kompresor yang berdengung. Aneh? Tidak โ€” keduanya justru mesin kalor yang arah kerjanya dibalik: menyerap kalor dari yang dingin, membuangnya ke yang panas, dengan bantuan kerja dari luar. Geser slider di bawah dan lihat sendiri.

Geser slider suhu reservoir dingin, lalu perhatikan COP kulkas yang naik saat ruangan yang didinginkan tidak terlalu dingin.

Mesin pendingin: membalik arah mesin kalor

Mesin pendingin (kulkas, AC) adalah mesin kalor yang arah kerjanya dibalik. Alih-alih mengubah kalor jadi kerja, ia menyerap kalor QCQ_C dari reservoir dingin (isi kulkas), menerima kerja WW dari kompresor, lalu membuang total QH=QC+WQ_H = Q_C + W ke reservoir panas (dapur). Inilah satu-satunya cara memindahkan kalor dari dingin ke panas โ€” hukum II melarangnya terjadi spontan tanpa kerja luar.

Pompa air mengalirkan air dari sumur rendah ke tangki tinggi hanya jika kamu memberi tenaga pompa. Begitu pula kulkas: kalor โ€œnaikโ€ dari freezer dingin ke dapur hangat hanya karena kompresor mendorongnya. Tanpa kerja kompresor, kalor hanya bisa mengalir turun (panas ke dingin), tak pernah naik sendiri.

Karena kerja WW selalu diperlukan, kulkas tak bisa mendinginkan ruangan secara gratis โ€” itulah sebabnya menaruh kulkas terbuka di tengah ruangan malah membuat ruangan makin panas (kalor buang melebihi kalor serap persis sebesar kerja kompresor).

COP kulkas: efisiensi pembuangan dingin

Untuk mesin pendingin, โ€œefisiensiโ€ tidak tepat karena output yang diinginkan (kalor serap QCQ_C) bisa lebih besar dari input (kerja WW). Sebagai gantinya, dipakai koefisien performa (COP), yaitu rasio kalor yang dipindahkan dari dingin terhadap kerja yang diberikan.

COPkulkas=QCW=QCQHโˆ’QC\text{COP}_{\text{kulkas}} = \frac{Q_C}{W} = \frac{Q_C}{Q_H - Q_C}

Arti tiap simbol: COPkulkas\text{COP}_{\text{kulkas}} = koefisien performa kulkas (boleh > 1), QCQ_C = kalor diserap dari reservoir dingin (joule), WW = kerja yang diberikan kompresor (joule), QHQ_H = kalor dibuang ke reservoir panas (joule).

Untuk siklus ideal Carnot yang dibalik, COP hanya bergantung pada rasio suhu: COPCarnot=TC/(THโˆ’TC)\text{COP}_{\text{Carnot}} = T_C/(T_H - T_C). Makin kecil beda suhu antara dingin dan panas, makin besar COP โ€” kulkas mudah dipertahankan dingin saat dapur tak terlalu panas. Sebaliknya, makin panas cuaca luar (TH naik), makin kecil COP โ€” itulah sebabnya AC bekerja keras dan boros listrik saat musim kemarau.

Pada grafik di bawah, geser slider suhu dan amati COP Carnot yang melonjak saat TCT_C mendekati THT_H.

Pompa kalor: COP selalu > 1

Pompa kalor adalah mesin pendingin yang tujuannya justru memanaskan ruangan (mis. AC split mode pemanas di musim dingin). Output yang diinginkan adalah QHQ_H (kalor dibuang ke ruangan hangat), bukan QCQ_C. Karena QH=QC+W>WQ_H = Q_C + W > W, COP pompa kalor selalu lebih besar dari 1 โ€” bahkan untuk mesin ideal pun.

COPpompa=QHW=QHQHโˆ’QC=THTHโˆ’TC\text{COP}_{\text{pompa}} = \frac{Q_H}{W} = \frac{Q_H}{Q_H - Q_C} = \frac{T_H}{T_H - T_C}

Arti tiap simbol: COPpompa\text{COP}_{\text{pompa}} = koefisien performa pompa kalor (selalu > 1), QHQ_H = kalor dibuang ke reservoir panas (joule), WW = kerja yang diberikan (joule). Untuk siklus Carnot: COPpompa=TH/(THโˆ’TC)\text{COP}_{\text{pompa}} = T_H/(T_H - T_C).

Perhatikan hubungan elegan: COPpompa=COPkulkas+1\text{COP}_{\text{pompa}} = \text{COP}_{\text{kulkas}} + 1. Pompa kalor dengan COP 4 memberi 4 joule panas hanya dengan 1 joule listrik โ€” bukan melanggar kekekalan energi, karena 3 joule sisanya โ€œdicuriโ€ dari udara luar. Itulah sebabnya pompa kalor jauh lebih hemat daripada pemanas listrik biasa (yang COP = 1).

Pada grafik di bawah, dua kurva membandingkan COP kulkas vs COP pompa kalor. Geser slider dan amati selisihnya yang selalu persis 1.

Tahap siklus: ekspansi dan isotermal dingin

Secara teknis, siklus pendingin terdiri dari empat tahap yang merupakan kebalikan Carnot. Dua tahap kunci: ekspansi adiabatik (gas mendingin saat mengembang tanpa kalor) dan isotermal pada TCT_C (menyerap kalor dari isi kulkas). Pada alat di bawah, gas mengembang adiabatik โ€” suhunya turun, persis seperti kaleng semprot yang mendingin setelah dipakai.

Setelah mendingin, refrigeran bersentuhan dengan isi kulkas dan menyerap kalor secara isotermal pada TCT_C. Pada alat di bawah, kurva isotermal mempertahankan suhu tetap saat volume membesar โ€” kalor yang diserap keluar seluruhnya sebagai kerja (karena ฮ”U=0\Delta U = 0). Inilah tahap di mana makanan di kulkas kehilangan kalornya.

Topik mesin pendingin dan COP termasuk elemen kalor-termodinamika TKA Fisika (kerangka TKA 045/H/AN/2025). Soal paling sering: (1) menghitung COP kulkas =QC/W= Q_C/W; (2) menghitung COP ideal Carnot =TC/(THโˆ’TC)= T_C/(T_H - T_C) dengan suhu WAJIB Kelvin; (3) membedakan COP kulkas dari COP pompa kalor (selisihnya = 1). Sering keliru: menyangka COP tak boleh > 1 โ€” padahal COP kulkas dan pompa kalor boleh jauh > 1.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah kulkas ideal Carnot bekerja antara freezer pada 260 K dan dapur pada 300 K. (a) Berapa COP-nya? (b) Berapa kerja yang diperlukan untuk memindahkan 1.200 J kalor dari freezer? (c) Berapa kalor yang dibuang ke dapur?

COP=TC/(THโˆ’TC)=260/(300โˆ’260)=260/40=6,5\text{COP} = T_C/(T_H - T_C) = 260/(300 - 260) = 260/40 = 6{,}5. COP jauh lebih besar dari 1 โ€” wajar, beda suhu kecil.

W=QC/COP=1.200/6,5โ‰ˆ184,6W = Q_C/\text{COP} = 1.200/6{,}5 \approx 184{,}6 J. Inilah kerja kompresor โ€” hanya 184,6 J untuk memindahkan 1.200 J kalor, sisanya โ€œgratisโ€ dari kekekalan energi (QH=QC+WQ_H = Q_C + W).

QH=QC+W=1.200+184,6=1.384,6Q_H = Q_C + W = 1.200 + 184{,}6 = 1.384{,}6 J. Inilah kalor yang dibuang ke dapur โ€” sedikit lebih besar dari kalor yang diambil dari freezer, selisihnya = kerja kompresor. Itulah sebabnya punggung kulkas terasa hangat.

Jebakan: menyangka COP tak boleh > 1 (keliru menyamakan dengan efisiensi mesin kalor). Yang benar: COP kulkas dan pompa kalor boleh dan biasanya > 1 โ€” bukan melanggar kekekalan energi, karena kalor diambil dari reservoir dingin/luar, bukan diciptakan.

Jebakan: tertukar COP kulkas dengan COP pompa kalor. Yang benar: COP kulkas =QC/W=TC/(THโˆ’TC)= Q_C/W = T_C/(T_H - T_C) (output = kalor serap dari dingin); COP pompa =QH/W=TH/(THโˆ’TC)= Q_H/W = T_H/(T_H - T_C) (output = kalor buang ke panas). Selisihnya selalu 1: COP pompa = COP kulkas + 1.

Jebakan: memakai suhu Celsius di COP Carnot. Yang benar: suhu WAJIB Kelvin, sama seperti efisiensi Carnot. T(K)=T(ยฐC)+273,15T(\text{K}) = T(ยฐ\text{C}) + 273{,}15. Celsius menghasilkan COP tak bermakna atau bahkan negatif.

  • Mesin pendingin = mesin kalor arah dibalik: serap QCQ_C dari dingin, terima kerja WW, buang QH=QC+WQ_H = Q_C + W ke panas.
  • COP kulkas =QC/W=TC/(THโˆ’TC)= Q_C/W = T_C/(T_H - T_C); boleh > 1.
  • COP pompa kalor =QH/W=TH/(THโˆ’TC)= Q_H/W = T_H/(T_H - T_C); selalu > 1.
  • Hubungan: COP pompa = COP kulkas + 1 (untuk kondisi reservoir sama).
  • Suhu WAJIB Kelvin; makin panas cuaca luar, makin kecil COP AC (boros listrik).