Mesin Kalor & Siklus Carnot
Setelah ini kamu bisa menjelaskan cara kerja mesin kalor, menghitung efisiensinya, dan menentukan efisiensi maksimum teoretis (Carnot) dari suhu reservoir panas dan dinginnya.
Mobilnya kamu mengubah bensin jadi gerak, tapi sebagian besar energi terbuang sebagai panas knalpot dan radiator. Pembangkit listrik membakar batu bara, menghasilkan listrik, lalu membuang sisa kalornya ke laut atau menara pendingin. Kedua mesin ini berbagi satu cerita: mengubah kalor menjadi kerja selalu meninggalkan sisa. Tidak ada cara untuk membolak-balik semua kalor jadi kerja โ alam melarangnya. Lihat sendiri di diagram di bawah.
Mesin kalor: kalor jadi kerja, ada sisa
Mesin kalor adalah perangkat yang menyerap kalor dari reservoir panas, melakukan kerja , lalu membuang sisa ke reservoir dingin. Tak ada mesin yang mengubah seluruh kalor jadi kerja โ selalu ada kalor terbuang. Efisiensinya didefinisikan sebagai rasio kerja yang dihasilkan terhadap kalor yang diserap.
Arti tiap simbol: = efisiensi (tanpa satuan, 0โ1), = kerja yang dihasilkan mesin (joule), = kalor diserap dari reservoir panas (joule), = kalor dibuang ke reservoir dingin (joule).
Mobil-mobilan bensin punya efisiensi sekitar 25โ30% โ sisanya, 70% kalor bensin, terbuang jadi panas. Pembangkit uap modern mencapai sekitar 40%. Pertanyaan wajar: berapa efisiensi maksimum yang mungkin dicapai mesin manapun? Jawabannya adalah siklus Carnot.
Siklus Carnot: empat tahap reversibel ideal
Sadi Carnot (1824) merancang siklus ideal reversibel yang terdiri dari empat tahap: dua isotermal dan dua adiabatik. Inilah siklus paling efisien yang mungkin โ tak ada mesin nyata yang melampaui Carnot untuk sepasang suhu reservoir yang sama.
| Tahap | Proses | Yang terjadi |
|---|---|---|
| 1 โ 2 | Isotermal ekspansi () | Menyerap , melakukan kerja |
| 2 โ 3 | Adiabatik ekspansi | Suhu turun , tanpa kalor |
| 3 โ 4 | Isotermal kompresi () | Membuang , kerja pada gas |
| 4 โ 1 | Adiabatik kompresi | Suhu naik |
Tahap pertama โ isotermal ekspansi pada โ adalah tempat mesin menyerap kalor dari reservoir panas. Karena suhu tetap, , dan seluruh kalor yang masuk keluar sebagai kerja: . Pada alat di bawah, geser titik akhir dan amati kerja isotermal yang sebanding logaritma rasio volume.
Tahap kedua โ adiabatik ekspansi โ tidak ada pertukaran kalor (). Gas mengembang menggunakan energi dalamnya sendiri, sehingga suhunya turun dari ke . Inilah sebabnya knalpot mobil terasa panas keluar padahal gasnya sudah mendingin dari suhu pembakaran. Pada alat di bawah, kurva adiabatik membusur lebih curam daripada isotermal; geser titik akhir ke kanan (ekspansi) dan amati suhu yang turun.
Efisiensi Carnot: batas atas teoretis
Karena siklus Carnot reversibel ideal, efisiensinya hanya bergantung pada rasio suhu kedua reservoir โ bukan pada bahan kerja, desain, atau teknologi. Inilah batas atas yang tak terlampaui oleh mesin nyata manapun.
Arti tiap simbol: = efisiensi maksimum teoretis (0โ1), = suhu mutlak reservoir dingin (Kelvin), = suhu mutlak reservoir panas (Kelvin). Selalu .
Bayangkan air terjun. Energi yang bisa kamu ambil sebanding dengan tingginya (jarak dari atas ke bawah). Semakin tinggi air terjun, semakin banyak energi. Carnot sama: โtinggiโ = beda suhu . Makin panas reservoir atas, makin dingin reservoir bawah, makin tinggi efisiensi. Itulah sebabnya pembangkit berusaha memakai uap setinggi mungkin suhunya.
Pada grafik di bawah, geser slider suhu kedua reservoir dan amati efisiensi Carnot yang naik saat rasio membesar. Untuk mencapai 100%, butuh K (nol mutlak) โ mustahil dicapai.
Mesin nyata selalu kalah dari Carnot
Mesin nyata punya gesekan, turbulensi, dan irreversibilitas โ selalu kurang efisien daripada Carnot ideal. Sebuah mobil dengan K (pembakaran) dan K (udara) punya batas Carnot , tetapi efisiensi nyatanya hanya sekitar 25%. Gap besar ini = ruang untuk perbaikan teknologi, tetapi tak akan pernah menyamai Carnot.
Pada grafik di bawah, dua kurva membandingkan efisiensi Carnot dengan efisiensi nyata (sebagai pecahan dari Carnot). Geser slider dan amati selisihnya โ itulah โkalor yang tak terhindarkan terbuangโ.
Topik mesin kalor dan Carnot termasuk elemen kalor-termodinamika TKA Fisika (kerangka TKA 045/H/AN/2025). Soal paling sering: (1) menghitung ; (2) membandingkan efisiensi mesin nyata dengan (suhu WAJIB Kelvin); (3) menentukan kalor terbuang bila diketahui dan . Jika soal menyatakan efisiensi mesin > Carnot, mustahil โ periksa lagi hitunganmu.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Sebuah mesin kalor menyerap 2.000 J kalor dari reservoir panas 600 K dan membuang sisanya ke reservoir dingin 300 K, bekerja reversibel (siklus Carnot). (a) Berapa efisiensi maksimumnya? (b) Berapa kerja yang dihasilkan? (c) Berapa kalor yang dibuang?
atau 50%. Ini batas atas teoretis untuk sepasang suhu itu.
J. Inilah kerja yang dihasilkan mesin; setengah dari kalor yang diserap.
J. Kalor yang dibuang sama besarnya dengan kerja โ kasus khas Carnot saat . Tak mungkin mesin nyata menyamainya; ia akan membuang lebih dari 1.000 J.
Jebakan: memakai suhu Celsius di . Yang benar: suhu WAJIB Kelvin. . Memakai Celsius memberi jawaban tak bermakna, bahkan pembagian oleh nol di 0 ยฐC.
Jebakan: menyangka mesin nyata bisa menyamai atau melampaui Carnot. Yang benar: Carnot adalah batas atas ideal reversibel; mesin nyata selalu kurang karena gesekan, turbulensi, dan irreversibilitas. Bila soal mengklaim efisiensi > Carnot, periksa lagi hitunganmu.
Jebakan: keliru rumus efisiensi dengan . Yang benar: penyebutnya adalah kalor yang diserap (dari reservoir panas), bukan kalor yang dibuang . Bila soal memberi , hitung dulu sebelum mencari .
- Mesin kalor: menyerap , hasilkan kerja , buang ; efisiensi .
- Siklus Carnot = 4 tahap reversibel (2 isotermal + 2 adiabatik); efisiensi maksimum teoretis.
- Efisiensi Carnot , hanya bergantung rasio suhu (Kelvin).
- Mesin nyata selalu kurang efisien daripada Carnot; 100% mustahil (butuh K).
- Suhu WAJIB Kelvin; penyebut adalah (kalor diserap), bukan .