Kekekalan Energi & Efisiensi
Setelah ini kamu bisa menerapkan hukum kekekalan energi pada rantai perubahan energi, dan menghitung efisiensi sebuah sistem dari energi berguna dibagi energi masukan.
Jatuhkan sebuah bola karet dari ketinggian. Bola memantul naik kembali, tapi tidak setinggi posisi awalnya. Ke mana perginya energi yang hilang? Bukan hilang dari alam โ ia berubah jadi kalor dan bunyi saat bola membentur lantai. Inilah inti hukum kekekalan energi: energi tidak pernah tercipta atau musnah, hanya berganti bentuk. Tapi tidak semua bentuk energi bisa kita manfaatkan; itulah gunanya konsep efisiensi. Coba lihat sendiri di bawah.
Energi tidak pernah hilang, hanya berganti bentuk
Setiap kali terjadi perubahan โ bola jatuh, lampu menyala, mobil melaju โ energi berpindah dari satu bentuk ke bentuk lain. Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa jumlah total energi di alam semesta selalu tetap. Energi tidak bisa diciptakan dari ketiadaan, dan tidak bisa dimusnahkan menjadi tidak ada. Yang ada hanyalah perubahan wujud.
Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak pernah tercipta atau musnah; ia hanya berpindah dari satu bentuk ke bentuk lain, atau dari satu benda ke benda lain. Jumlah total energi sebelum dan sesudah perubahan selalu sama.
Saat bola berada di ketinggian, ia menyimpan energi potensial . Saat jatuh, ketinggian mengecil sehingga berkurang โ tetapi kelajuannya membesar, sehingga energi kinetik bertambah. Tanpa gesekan, jumlah tetap sama di setiap titik lintasan.
Arti tiap simbol: = energi potensial gravitasi (J); = energi kinetik (J); = massa (kg); = percepatan gravitasi (m/sยฒ); = ketinggian (m); = kelajuan (m/s). Tanpa gesekan, jumlahnya konstan.
Saat gesekan muncul: energi โhilangโ jadi kalor
Dunia nyata selalu punya gesekan โ udara, lantai kasar, atau pergesekan dalam benda itu sendiri. Gesekan adalah gaya yang mengubah sebagian energi mekanik menjadi bentuk lain: kalor (panas) dan sedikit bunyi. Inilah mengapa energi mekanik tampak berkurang โ padahal energinya tidak hilang dari alam, hanya pindah ke bentuk yang biasanya tidak kita manfaatkan.
Bayangkan energi seperti air yang mengalir lewat pipa. Gesekan adalah โbocoranโ di sepanjang pipa โ air tetap mengalir, tapi sebagian menetes ke tanah (kalor) dan tidak sampai ke keran (energi berguna). Makin kasar pipanya, makin banyak yang bocor. Total air tetap sama; yang berubah hanya berapa banyak yang sampai tujuan.
Massa dan ketinggian juga menentukan berapa besar energi yang tersedia. Geser keduanya di bawah dan amati skala energi berubah.
Efisiensi: berapa banyak energi yang benar-benar berguna
Karena selalu ada gesekan dan perubahan ke bentuk yang tidak terpakai, tidak semua energi masukan bisa dimanfaatkan. Efisiensi mengukur seberapa baik sebuah sistem mengubah energi masukan menjadi energi berguna, dinyatakan dalam persen.
Arti tiap simbol: = efisiensi (persen); = energi berguna yang dihasilkan sistem (J); = energi total yang diberikan ke sistem (J). Tidak ada mesin dengan efisiensi 100% โ selalu ada energi yang terbuang.
Contoh paling jelas adalah bola yang dipantulkan. Saat bola karet jatuh dan memantul naik, setiap pantulan lebih rendah dari sebelumnya karena sebagian energi berubah jadi kalor dan bunyi saat membentur lantai. Efisiensi bola bisa dihitung dari perbandingan ketinggian pantulan terhadap ketinggian jatuh. Geser gesekan di bawah dan amati bar energi mekanik menurun tiap kali bola memantul.
Bayangkan efisiensi seperti nilai ujian. Energi masukan adalah total soal yang dikerjakan, energi keluaran adalah jawaban yang benar. Tidak ada yang bisa 100% setiap saat โ selalu ada jawaban yang meleset (energi terbuang). Makin tinggi nilaimu, makin efisien kamu memanfaatkan soal (energi) yang diberikan.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Sebuah bola dijatuhkan dari ketinggian 2 m. Setelah memantul di lantai, bola mencapai ketinggian maksimum 1,4 m. (a) Berapa efisiensi bola dalam memantul? (b) Berapa energi yang berubah menjadi kalor dan bunyi, bila massa bola 0,2 kg? Ambil m/sยฒ.
Energi masukan = energi potensial di ketinggian jatuh: J. Ini adalah energi yang tersedia sebelum memantul.
Energi keluaran = energi potensial di ketinggian pantulan: J. Ini adalah energi yang tersisa sebagai energi mekanik setelah memantul.
Efisiensi . Energi yang berubah jadi kalor dan bunyi = J (30% dari energi masukan).
Jebakan: mengatakan energi โhilangโ saat bola berhenti memantul. Yang benar: energi tidak pernah hilang dari alam โ ia berubah menjadi kalor dan bunyi. Sesuai hukum kekekalan energi, total energi sebelum dan sesudah perubahan selalu sama; yang berubah hanya wujudnya.
Jebakan: mengira ada mesin dengan efisiensi 100% atau lebih. Yang benar: tidak ada mesin 100% efisien โ selalu ada gesekan dan energi yang berubah ke bentuk tidak terpakai (kalor, bunyi). Efisiensi selalu kurang dari 100%; klaim mesin lebih dari 100% melanggar hukum kekekalan energi.
Jebakan: menyamakan energi terbuang dengan energi hilang. Yang benar: energi yang โterbuangโ tetap ada di alam sebagai kalor atau bunyi โ cuma tidak kita manfaatkan. Efisiensi mengukur berapa energi yang sampai ke tujuan berguna, bukan apakah energinya masih ada.
- Hukum kekekalan energi: energi tidak tercipta atau musnah, hanya berganti bentuk.
- Tanpa gesekan, konstan; dengan gesekan, sebagian jadi kalor.
- Efisiensi: .
- Tidak ada mesin 100% efisien โ selalu ada energi terbuang jadi kalor/bunyi.
- Bola pantul: tiap pantulan lebih rendah karena energi berubah jadi kalor.