Langsung ke isi
Lyra
Fisika · Kelas 11–12 · Fase F · 8 menit baca

Hukum Faraday: Induksi Elektromagnetik

Setelah ini kamu bisa menghitung besar GGL induksi dari laju perubahan fluks magnetik dengan persamaan Hukum Faraday.

Goyangkan magnet batang keluar-masuk sebuah kumparan kawat, dan jarum galvanometer akan menyimpang — tanpa baterai, tanpa sumber tegangan apa pun. Michael Faraday menemukan hal ini pada 1831, dan percikan kecil itulah yang menjadi dasar setiap generator pembangkit listrik di dunia. Anehnya, magnet yang diam di dalam kumparan tidak menghasilkan apa-apa; yang menumbuhkan tegangan adalah gerak, laju perubahan. Coba geser sudut loop di bawah dan saksikan fluks serta GGL berubah seketika.

Seret titik sudut loop dan amati bagaimana fluks yang menembusnya berubah bersama sudut.

Fluks magnetik: jumlah garis medan yang menembus

Sebelum berbicara GGL, kamu perlu mengukur seberapa banyak medan magnet “menembus” sebuah loop. Besaran itu disebut fluks magnetik Φ\Phi. Bayangkan hujan garis medan yang jatuh tegak lurus; luas payungmu menentukan berapa banyak garis yang tertangkap. Makin rapat medan (B besar), makin luas loop (A besar), dan makin tegak lurus orientasinya terhadap medan, makin besar fluksnya.

Φ=B Acos⁡θ\Phi = B \, A \cos\theta

Arti tiap simbol: Φ\Phi = fluks magnetik (weber, Wb), BB = kuat medan magnet (tesla, T), AA = luas loop (m2^2), θ\theta = sudut antara garis normal bidang dan arah medan. Saat loop tegak lurus medan (θ=0\theta = 0), cos⁡θ=1\cos\theta = 1 dan fluks maksimum; saat sejajar (θ=90°\theta = 90°), cos⁡θ=0\cos\theta = 0 dan fluks nol.

Anggap fluks seperti gelas di bawah keran. Yang penting bukan berapa air di gelas sekarang, melainkan seberapa cepat air bertambah atau berkurang. Magnet yang diam = keran mati; magnet yang digerakkan = keran dibuka. Hukum Faraday peduli pada laju perubahan, bukan nilai fluksnya sendiri.

Kurva cos⁡θ\cos\theta di bawah memperlihatkan bagaimana fluks jatuh dari maksimum ke nol saat loop diputar dari tegak lurus ke sejajar medan. Geser slider medan BB dan luas AA untuk mengubah amplitudo kurva.

Hukum Faraday: GGL sebanding laju perubahan fluks

Inti penemuan Faraday 1831 adalah satu kalimat: GGL induksi sebanding dengan laju perubahan fluks magnetik yang menembus loop. Bukan nilai fluksnya, melainkan seberapa cepat fluks berubah terhadap waktu. Magnet yang didiamkan di dalam kumparan menghasilkan fluks tetap — nol GGL. Magnet yang ditarik keluar dengan cepat menghasilkan perubahan fluks besar dalam waktu singkat — GGL besar.

ε=−N ΔΦΔt\varepsilon = -N \, \frac{\Delta\Phi}{\Delta t}

Arti tiap simbol: ε\varepsilon = GGL induksi (volt, V), NN = jumlah lilitan kumparan, ΔΦ\Delta\Phi = perubahan fluks (Wb), Δt\Delta t = selang waktu (s). Tanda negatif adalah Hukum Lenz (arah arus induksi melawan perubahan). Laju ΔΦ/Δt\Delta\Phi/\Delta t besar = perubahan cepat = GGL besar.

Tiga cara memperbesar GGL induksi: percepat perubahan fluks (gerakkan magnet lebih kencang, putar loop lebih cepat), perbesar perubahan fluks (medan kuat, luas besar), atau perbanyak lilitan (NN besar — kumparan banyak lilitan menjumlahkan GGL tiap loop). Inilah sebabnya generator dan transformator memakai ribuan lilitan: setiap loop menambah tegangan hasil induksi.

Grafik di bawah memperlihatkan linearitas GGL terhadap laju perubahan fluks. Geser slider lilitan NN untuk mengubah kemiringan garis.

Peran jumlah lilitan: menjumlahkan GGL tiap loop

Setiap lilitan kumparan adalah satu loop mandiri yang mengalami perubahan fluks yang sama. Karena lilitan-lilitan disambung seri, GGL tiap loop dijumlahkan — itulah mengapa faktor NN muncul di rumus Faraday. Kumparan 100 lilitan menghasilkan GGL 100 kali lipat dibanding satu lilitan, dengan perubahan fluks yang sama.

Grafik di bawah memperlihatkan linearitas GGL terhadap jumlah lilitan untuk laju perubahan fluks tertentu. Inilah dasar desain kumparan tegangan tinggi pada generator dan pengapian mobil.

Generator: loop berputar menghasilkan GGL sinusoid

Pada generator, loop kawat diputar secara mekanik dalam medan magnet tetap. Saat loop berputar, sudut θ\theta berubah terus-menerus, sehingga fluks Φ=BAcos⁡θ\Phi = BA\cos\theta berosilasi seperti kosinus. Laju perubahan fluks (turunan terhadap waktu) menghasilkan GGL yang berbentuk sinusoid — inilah asal muasal listrik bolak-balik (AC). Makin cepat loop berputar (frekuensi sudut ω\omega besar), makin cepat fluks berubah, makin besar amplitudo GGL.

Kurva GGL sinusoid di bawah memperlihatkan hasil rotasi loop. Geser slider frekuensi sudut ω\omega dan amplitudo fluks untuk mengubah frekuensi dan amplitudo GGL yang dihasilkan.

Walaupun induksi elektromagnetik tidak masuk cakupan resmi TKA Fisika (kelistrikan TKA terbatas statis + arus searah), Hukum Faraday adalah jembatan wajib menuju AC dan transformator yang sering diuji di sekolah dan olimpiade. Tip soal lazim: (1) hitung ε=−N ΔΦ/Δt\varepsilon = -N\,\Delta\Phi/\Delta t dari data perubahan fluks dan waktu; (2) tentukan faktor yang memperbesar GGL (laju, lilitan, medan); (3) hubungkan rotasi loop dengan GGL sinusoid. Jebakan klasik: keliru mengira GGL bergantung pada nilai fluks, padahal yang menentukan adalah laju perubahan fluks.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah kumparan 200 lilitan dengan luas penampang A=50A = 50 cm2^2 berada dalam medan magnet B=0,40B = 0{,}40 T yang mula-menga tegak lurus bidang loop. Dalam selang waktu Δt=0,10\Delta t = 0{,}10 s, medan diperlemah menjadi nol. Berapa besar GGL induksi yang muncul?

A=50A = 50 cm2^2 =50×10−4= 50 \times 10^{-4} m2^2 =0,0050= 0{,}0050 m2^2. Bawal=0,40B_{\text{awal}} = 0{,}40 T, Bakhir=0B_{\text{akhir}} = 0. Δt=0,10\Delta t = 0{,}10 s. N=200N = 200.

Karena loop tegak lurus medan, θ=0\theta = 0 dan cos⁡θ=1\cos\theta = 1. Φawal=B⋅A=0,40×0,0050=2,0×10−3\Phi_{\text{awal}} = B \cdot A = 0{,}40 \times 0{,}0050 = 2{,}0 \times 10^{-3} Wb. Φakhir=0\Phi_{\text{akhir}} = 0. Jadi ΔΦ=0−2,0×10−3=−2,0×10−3\Delta\Phi = 0 - 2{,}0 \times 10^{-3} = -2{,}0 \times 10^{-3} Wb.

ε=−N ΔΦΔt=−200×−2,0×10−30,10=−200×(−0,020)=4,0\varepsilon = -N \, \dfrac{\Delta\Phi}{\Delta t} = -200 \times \dfrac{-2{,}0 \times 10^{-3}}{0{,}10} = -200 \times (-0{,}020) = 4{,}0 V. Magnitudo GGL induksi 4,0 volt — cukup menyalakan sebuah LED.

Jebakan: mengira GGL induksi bergantung pada nilai fluks magnetik. Yang benar: GGL bergantung pada laju perubahan fluks (ΔΦ/Δt\Delta\Phi/\Delta t). Magnet kuat yang diam di dalam kumparan menghasilkan GGL nol; magnet lemah yang ditarik cepat bisa menghasilkan GGL besar.

Jebakan: lupa faktor lilitan NN dalam perhitungan. Yang benar: persamaan Faraday ε=−N ΔΦ/Δt\varepsilon = -N\,\Delta\Phi/\Delta t — GGL dikalikan jumlah lilitan kumparan. Melewatkan NN membuat hasil tembusan lebih kecil dari kunci.

Jebakan: keliru satuan luas — cm2^2 dipakai mentah di rumus fluks. Yang benar: luas harus dalam m2^2 (5050 cm2^2 =0,0050= 0{,}0050 m2^2). Memasukkan A=50A = 50 membuat fluks melesat 10.00010.000 kali.

  • GGL induksi sebanding laju perubahan fluks magnetik: ε=−N ΔΦ/Δt\varepsilon = -N\,\Delta\Phi/\Delta t (Hukum Faraday).
  • Fluks magnetik Φ=BAcos⁡θ\Phi = BA\cos\theta; maksimum saat loop tegak lurus medan, nol saat sejajar.
  • Tiga cara memperbesar GGL: percepat perubahan fluks, perbesar BB/AA, atau perbanyak lilitan NN.
  • Magnet diam di kumparan = GGL nol; yang menumbuhkan tegangan adalah gerak.
  • Generator memutar loop dalam medan, menghasilkan GGL sinusoid (asal listrik AC).
  • Tanda negatif = Hukum Lenz: arah arus induksi melawan perubahan fluks penyebabnya.