Langsung ke isi
Lyra
Fisika ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca TKA

Hubungan Roda-Roda: Sepusat, Bersinggungan & Bersabuk

Setelah ini kamu bisa menerapkan kesamaan kecepatan linear vv atau kecepatan sudut ฯ‰\omega pada roda sepusat, roda bersinggungan, dan roda bersabuk untuk menghitung perbandingan putaran dan laju.

Saat kamu mengayuh sepeda pelan-pelan, roda belakang berputar cepat sekali โ€” padahal gir pedal hanya berputar beberapa kali. Bagaimana gerakan kecil di pedal bisa menjadi gerakan besar di roda? Rahasianya adalah pertukaran antara kecepatan sudut (ฯ‰\omega) dan kecepatan linear (vv) lewat jari-jari roda. Geser jari-jari dua roda di bawah, dan saksikan bagaimana perbandingan putaran berubah.

Seret titik pada dua roda sepusat untuk mengubah jari-jari, lalu amati kecepatan linear yang berbeda meski kecepatan sudutnya sama.

Tiga jenis hubungan roda-roda

Dalam mesin, gerakan putar sering dipindahkan dari satu roda ke roda lain. Tiga susunan klasik muncul: roda sepusat (kedua roda terikat pada satu poros, berputar bersama), roda bersinggungan (kedua roda bersentuhan di tepi, seperti gir roda gigi), dan roda bersabuk (kedua roda dihubungkan tali/sabuk, seperti sepeda). Tiap susunan punya aturan pertukaran yang berbeda antara ฯ‰\omega dan vv.

Hubungan roda-roda adalah aturan yang menyatakan besaran mana yang sama (kecepatan linear vv atau kecepatan sudut ฯ‰\omega) dan mana yang berbeda ketika dua roda dihubungkan secara mekanik.

Roda sepusat: kecepatan sudut sama

Pada roda sepusat, kedua roda terikat pada poros yang sama โ€” keduanya dipaksa berputar bersama dalam waktu yang sama. Karena satu putaran penuh ditempuh serentak, kecepatan sudut ฯ‰\omega keduanya sama. Tetapi titik di tepi roda besar menempuh lintasan lingkaran yang lebih panjang, sehingga kecepatan linear v=ฯ‰rv = \omega r lebih besar.

ฯ‰1=ฯ‰2,v1v2=r1r2\omega_1 = \omega_2, \qquad \frac{v_1}{v_2} = \frac{r_1}{r_2}

Arti tiap simbol: ฯ‰1,ฯ‰2\omega_1, \omega_2 = kecepatan sudut kedua roda (rad/s, sama), v1,v2v_1, v_2 = kecepatan linear di tepi (m/s), r1,r2r_1, r_2 = jari-jari (m). Roda besar punya vv lebih besar.

Roda bersinggungan: kecepatan linear sama

Pada roda bersinggungan, kedua roda bersentuhan di tepi tanpa slip. Titik sentuh kedua roda bergerak dengan kecepatan linear yang sama โ€” kalau tidak sama, akan ada gesekan yang menarik hingga seimbang. Akibatnya v1=v2v_1 = v_2, tetapi kecepatan sudut berbeda: ฯ‰=v/r\omega = v/r, jadi roda kecil (r kecil) berputar lebih cepat (ฯ‰\omega besar).

v1=v2,ฯ‰1ฯ‰2=r2r1v_1 = v_2, \qquad \frac{\omega_1}{\omega_2} = \frac{r_2}{r_1}

Arti tiap simbol: v1=v2v_1 = v_2 = kecepatan linear di titik sentuh (m/s, sama), ฯ‰1,ฯ‰2\omega_1, \omega_2 = kecepatan sudut (rad/s), r1,r2r_1, r_2 = jari-jari. Perhatikan: rasio ฯ‰\omega berbanding terbalik dengan rasio rr.

Seret titik pada dua roda bersinggungan di bawah, dan lihat bagaimana roda kecil berputar lebih cepat saat menyentuh roda besar.

Roda bersabuk: kecepatan linear sama (sebagaimana bersinggungan)

Pada roda bersabuk (rantai sepeda), kedua roda dihubungkan tali/sabuk yang tak slip. Titik pada sabuk bergerak dengan kecepatan linear yang sama di kedua ujung, sehingga aturannya identik dengan roda bersinggungan: v1=v2v_1 = v_2, dan ฯ‰1/ฯ‰2=r2/r1\omega_1/\omega_2 = r_2/r_1 (berbanding terbalik). Perbedaannya: roda bersabuk memungkinkan kedua roda berputar searah, sedangkan roda bersinggungan berputar berlawanan arah.

Pada grafik di bawah, geser slider rasio jari-jari dan amati rasio kecepatan sudut yang berbanding terbalik.

Roda bersabuk: ฯ‰ berbanding terbalik jari-jari

Untuk gir sepeda, hubungan praktisnya: bila gir depan (terhubung pedal) berjari-jari r1r_1 dan gir belakang (terhubung roda) berjari-jari r2r_2, maka setiap satu putaran pedal menghasilkan r1/r2r_1/r_2 putaran roda. Gir depan besar dan gir belakang kecil = sepeda cepat (tapi ayuhan berat). Gir depan kecil dan gir belakang besar = sepeda pelan (tapi ayuhan ringan, untuk tanjakan).

Pada grafik di bawah, geser slider jari-jari kedua gir dan amati berapa putaran roda dihasilkan per putaran pedal.

Jenis hubunganYang samaYang berbedaArah putaran
Roda sepusatฯ‰\omegav=ฯ‰rv = \omega rSearah
Roda bersinggunganvv di titik sentuhฯ‰=v/r\omega = v/rBerlawanan
Roda bersabukvv di sabukฯ‰=v/r\omega = v/rSearah

Topik hubungan roda-roda termasuk unit gerak melingkar, cakupan kerangka TKA 045/H/AN/2025 elemen kinematika. Jebakan paling sering: tertukar jenis hubungan โ€” siswa menerapkan vv sama pada roda sepusat (yang seharusnya ฯ‰\omega sama), atau sebaliknya. Tip: tentukan dulu apa yang dipaksa sama (poros yang sama โ†’ ฯ‰\omega sama; sentuhan/sabuk โ†’ vv sama), baru turunkan yang lain.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah sepeda memiliki gir depan (terhubung pedal) berjari-jari r1=10r_1 = 10 cm dan gir belakang (terhubung roda) berjari-jari r2=4r_2 = 4 cm. Roda belakang berjari-jari R=35R = 35 cm. (a) Berapa putaran roda belakang per putaran pedal? (b) Bila pedal diputar 1 putaran per sekon, berapa kecepatan linear sepeda?

Gir depan dan gir belakang dihubungkan rantai (sabuk) โ†’ kecepatan linear di rantai sama, jadi ฯ‰1/ฯ‰2=r2/r1\omega_1/\omega_2 = r_2/r_1 (berbanding terbalik jari-jari).

Rasio putaran roda-gir belakang per pedal = ฯ‰2/ฯ‰1=r1/r2=10/4=2,5\omega_2/\omega_1 = r_1/r_2 = 10/4 = 2{,}5. Jadi tiap satu putaran pedal, gir belakang (dan roda belakang yang sepusat dengannya) berputar 2,5 kali.

Pedal 1 putaran/s โ†’ ฯ‰1=2ฯ€\omega_1 = 2\pi rad/s. ฯ‰2=ฯ‰1ร—r1/r2=2ฯ€ร—2,5=5ฯ€\omega_2 = \omega_1 \times r_1/r_2 = 2\pi \times 2{,}5 = 5\pi rad/s. Kecepatan linear roda belakang = kecepatan sepeda: v=ฯ‰2ร—R=5ฯ€ร—0,35=1,75ฯ€โ‰ˆ5,5v = \omega_2 \times R = 5\pi \times 0{,}35 = 1{,}75\pi \approx 5{,}5 m/s. Sepeda melaju sekitar 5,5 meter per sekon (โ‰ˆ 20 km/jam).

Jebakan: tertukar jenis hubungan โ€” menerapkan vv sama pada roda sepusat (yang seharusnya ฯ‰\omega sama). Yang benar: poros yang sama memaksa ฯ‰\omega sama; sentuhan/sabuk memaksa vv sama. Tentukan dulu apa yang dipaksa sama, baru turunkan yang lain.

Jebakan: mengira roda bersabuk berputar berlawanan arah seperti roda bersinggungan. Yang benar: roda bersinggungan (gesekan langsung) berputar berlawanan arah; roda bersabuk (rantai/tali) berputar searah karena sabuk melingkari kedua roda dengan sisi yang sama.

Jebakan: menyamakan roda kecil dengan kecepatan kecil. Yang benar: pada roda bersinggungan/bersabuk, roda kecil berputar lebih cepat (ฯ‰=v/r\omega = v/r besar) walau kecepatan linear di tepinya sama. Hanya pada roda sepusat roda besar punya vv lebih besar.

  • Roda sepusat: poros sama โ†’ ฯ‰1=ฯ‰2\omega_1 = \omega_2; v=ฯ‰rv = \omega r tumbuh dengan rr.
  • Roda bersinggungan: titik sentuh โ†’ v1=v2v_1 = v_2; ฯ‰\omega berbanding terbalik rr; arah berlawanan.
  • Roda bersabuk: rantai โ†’ v1=v2v_1 = v_2; ฯ‰\omega berbanding terbalik rr; arah searah.
  • Tentukan dulu besaran yang dipaksa sama, baru turunkan yang lain.
  • Sepeda cepat = gir depan besar, gir belakang kecil.