Langsung ke isi
Lyra
Fisika · Kelas 11–12 · Fase F · 8 menit baca TKA

Gelombang Stasioner: Simpul dan Perut

Setelah ini kamu bisa menjelaskan bagaimana gelombang stasioner terbentuk dari superposisi dua gelombang berjalan serta menentukan posisi simpul dan perutnya.

Petik dawai gitar dan tali itu bergetar membentuk pola gelombang yang “tinggal di tempat” — tidak merambat ke kiri maupun ke kanan. Padahal kau tahu gelombang seharusnya berjalan. Rahasianya: gelombang datang dan pantul saling bertabrakan di sepanjang senar, dan jumlahannya justru diam. Geser tombol arah di bawah, lalu saksikan bagaimana dua gelombang berjalan menyusun sebuah gelombang berdiri.

Bandingkan tombol “searah” dan “berlawanan arah”, lalu amati kurva resultan.

Dua gelombang bertemu lalu menjumlah

Saat dua gelombang menyentuh daerah yang sama, simpangan keduanya menjumlah — itulah prinsip superposisi. Kalau puncak bertemu puncak, resultannya makin tinggi; puncak bertemu lembah, saling meniadakan. Setelah berpapasan, masing-masing gelombang meneruskan perjalanannya seakan tidak pernah bertemu.

Superposisi menyatakan bahwa simpangan resultan dua gelombang pada suatu titik dan waktu sama dengan jumlah simpangan masing-masing gelombang: y=y1+y2y = y_1 + y_2. Gelombang tidak saling “mengganggu” permanen — setelah berpapasan, keduanya berpisah utuh.

Yang menarik adalah kasus dua gelombang kontinu yang terus-menerus berpapasan. Karena bentuknya berulang, resultannya juga berulang setiap saat — dan polanya tidak bergerak ke mana-mana. Inilah benih gelombang stasioner.

Lihat ketiga kurva di bawah: dua gelombang penyusun (g1, g2) dan resultannya. Geser amplitudo atau fase salah satu, lalu perhatikan bagaimana resultan membengkak atau menyusut mengikuti pertemuan puncak dan lembah.

Kunci stasioner: identik dan berlawanan arah

Syarat agar superposisi benar-benar diam adalah dua gelombang identik (amplitudo dan frekuensi sama) yang merambat berlawanan arah. Pada kasus ini, hasilnya berbentuk y=2Acos⁡(ωt)⋅sin⁡(kx+φ)y = 2A \cos(\omega t) \cdot \sin(kx + \varphi) — simpangan setiap titik berayun naik-turun seiring waktu, tapi posisi puncak dan lembahnya tidak bergeser.

y(x,t)=2Acos⁡(ωt)⋅sin⁡(kx)y(x,t) = 2A \cos(\omega t) \cdot \sin(kx)

Arti tiap simbol: AA = amplitudo tiap gelombang penyusun, ω=2πf\omega = 2\pi f = frekuensi sudut, k=2π/λk = 2\pi/\lambda = bilangan gelombang, xx = posisi sepanjang tali. Faktor sin⁡(kx)\sin(kx) menentukan bentuk ruang yang tetap; faktor cos⁡(ωt)\cos(\omega t) menggetarkan seluruh tali naik-turang serentak.

Bayangkan lompat tali panjang: tali berayun naik-turun, tapi “perut” tertinggi selalu di tempat yang sama, dan titik-titik tertentu (simpul) tidak pernah bergerak. Itulah gelombang stasioner — energi terjebak di antara dua ujung, tidak merambat keluar.

Lihat di bawah: kurva resultan (gelombang stasioner) berayun naik-turun, tapi pola ruangnya — di mana puncak dan di mana titik nol — tidak bergerak. Itulah arti kata “stasioner”.

Simpul dan perut

Pola ruang gelombang stasioner punya dua titik khas. Simpul (node) adalah titik yang simpangannya selalu nol — di sana kedua gelombang penyusun selalu saling meniadakan. Perut (antinode) adalah titik yang simpangannya berayun paling besar — di sana kedua gelombang selalu saling menguatkan.

TitikKondisi sin⁡(kx)\sin(kx)Jarak antar-titik bertetangga
Simpul (node)sin⁡(kx)=0\sin(kx) = 0 → x=n⋅λ/2x = n \cdot \lambda/2λ/2\lambda/2
Perut (antinode)$\sin(kx)

Jadi simpul dan perut selang-seling sepanjang tali, masing-masing berjarak λ/2\lambda/2 dari tetangganya yang sejenis. Jarak simpul ke perut terdekat adalah λ/4\lambda/4. Ingat posisi ini: di simpul tali tidak bergerak sama sekali, di perut tali berayun paling liar.

Lihat penanda simpul (merah) dan perut (hijau) di bawah — keduanya “mengunci” pada posisi tetap walau gelombang beranimasi. Geser fase untuk menggeser seluruh pola sepanjang tali.

Harmonik senar: ujung tetap

Pada senar gitar yang kedua ujungnya dikunci, ujung-ujung itu harus menjadi simpul — tali tidak bisa bergerak di sana. Syarat ini memaksa hanya frekuensi tertentu yang “muat” di sepanjang senar: panjang senar LL harus merupakan kelipatan λ/2\lambda/2.

L=n⋅λn2⇒fn=n⋅v2L,n=1,2,3,…L = n \cdot \frac{\lambda_n}{2} \quad\Rightarrow\quad f_n = n \cdot \frac{v}{2L}, \quad n = 1, 2, 3, \ldots

Arti tiap simbol: LL = panjang senar, λn\lambda_n = panjang gelombang mode ke-nn, vv = cepat rambat gelombang di tali, fnf_n = frekuensi harmonik ke-nn. f1f_1 = nada dasar; f2,f3,…f_2, f_3, \ldots = harmonik atas.

Mode n=1n=1 (nada dasar) punya satu perut di tengah dan dua simpul di ujung. Mode n=2n=2 menambah satu simpul di tengah dan dua perut; mode n=3n=3 punya tiga perut dan empat simpul — begitu seterusnya. Setiap mode adalah pola stasioner tersendiri yang bisa digetarkan secara terpisah.

Jelajahi tiga mode pertama senar di bawah lewat tombol preset. Perhatikan bahwa makin tinggi mode, makin banyak simpul dan perut yang “muat” dalam panjang senar yang sama.

Beat: bukan stasioner, tapi saudaranya

Saudara dekat gelombang stasioner adalah beat. Bedanya: beat terjadi saat dua gelombang searah dengan frekuensi yang sedikit berbeda. Karena hampir sefrekuensi, puncak kadang bertemu puncak (penguatan) dan kadang bertemu lembah (peredaman) — pola amplopnya membesar-mengecil secara periodik.

Bayangkan dua kipas berputar hampir sama cepat. Awalnya seiring, lalu perlahan salah satu mendahului, akhirnya berlawanan fase, lalu seiring lagi — pola “berdekut” inilah beat. Frekuensi beat = selisih frekuensi kedua gelombang: fbeat=∣f1−f2∣f_{\text{beat}} = |f_1 - f_2|.

Beat menjelaskan mengapa dua garpu tala yang nyaris sama terdengar berdegup-degup — kau dengar amplop suara membesar dan mengecil. Geser kedua frekuensi di bawah saling mendekat, lalu perhatikan amplopnya melambat — itulah mengapa menyetem alat musik = mendenyutkan beat sampai hilang.

Gelombang stasioner masuk cakupan TKA Fisika, elemen gelombang (kerangka TKA 045/H/AN/2025). Dua jenis soal paling sering: (1) menghitung frekuensi harmonik senar/pipa dari panjang dan cepat rambat, dan (2) menentukan posisi simpul-perut atau jaraknya. Jebakan klasik: keliru menggunakan λ\lambda padahal yang ditanya jarak simpul ke perut (yang = λ/4\lambda/4, bukan λ/2\lambda/2). Bedakan jarak simpul-ke-simpul, simpul-ke-perut, dan perut-ke-perut.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah senar gitar panjang 60 cm dikgetarkan sehingga membentuk gelombang stasioner dengan 3 perut (mode n=3n = 3). Cepat rambat gelombang pada senar adalah 300 m/s. Tentukan: (a) panjang gelombang dan (b) frekuensi getarannya.

Mode n=3n = 3 berarti pada senar ada 3 perut dan 4 simpul (dua di ujung, dua di dalam). Hubungan panjang senar: L=n⋅λ/2L = n \cdot \lambda/2.

λ=2Ln=2×0,603=0,40 m=40 cm.\lambda = \frac{2L}{n} = \frac{2 \times 0{,}60}{3} = 0{,}40 \text{ m} = 40 \text{ cm}. Jadi panjang gelombangnya 40 cm.

f=vλ=3000,40=750 Hz.f = \frac{v}{\lambda} = \frac{300}{0{,}40} = 750 \text{ Hz}. Jadi frekuensi getarannya 750 Hz. Bisa dicek lewat rumus harmonik: f3=3⋅v/(2L)=3×300/(2×0,60)=750f_3 = 3 \cdot v/(2L) = 3 \times 300/(2 \times 0{,}60) = 750 Hz.

Jebakan: menyamakan jarak simpul-ke-perut dengan jarak simpul-ke-simpul. Yang benar: jarak simpul ke perut terdekat = λ/4\lambda/4; jarak simpul-ke-simpul atau perut-ke-perut = λ/2\lambda/2. Teliti apa yang ditanya soal sebelum membagi.

Jebakan: mengira gelombang stasioner “merambat perlahan”. Yang benar: gelombang stasioner tidak merambat sama sekali — polanya diam di tempat, hanya amplitudonya yang berayun terhadap waktu. Yang merambat adalah dua gelombang penyusunnya, bukan hasil jumlahannya.

Jebakan: menyamakan syarat stasioner dengan syarat beat. Yang benar: stasioner butuh dua gelombang berlawanan arah dan identik; beat butuh dua gelombang searah dengan frekuensi sedikit berbeda. Arah dan kesamaan frekuensi adalah pembeda utama.

  • Gelombang stasioner = superposisi dua gelombang identik berlawanan arah.
  • Hasilnya: y=2Acos⁡(ωt)sin⁡(kx)y = 2A \cos(\omega t) \sin(kx) — pola ruang tetap, hanya berayun waktu.
  • Simpul (node): simpangan selalu nol; perut (antinode): simpangan berayun maksimal.
  • Jarak simpul-ke-simpul atau perut-ke-perut = λ/2\lambda/2; simpul-ke-perut = λ/4\lambda/4.
  • Senar berujung tetap: L=nλ/2L = n\lambda/2, frekuensi harmonik fn=nv/(2L)f_n = nv/(2L).
  • Beat = dua gelombang searah beda frekuensi sedikit; fbeat=∣f1−f2∣f_{\text{beat}} = |f_1 - f_2|.