Langsung ke isi
Lyra
Fisika ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca TKA

Dinamika Sistem Katrol & Benda Terhubung

Setelah ini kamu bisa menganalisis percepatan dan tegangan tali sistem dua benda terhubung lewat katrol, dengan memisahkan gaya pada tiap benda memakai Hukum II Newton.

Sebuah beban 5 kg dan sebuah beban 3 kg dihubungkan tali melalui sebuah katrol. Lepaskan โ€” yang mana turun, yang mana naik? Dan seberapa cepat keduanya bergerak? Dugaan banyak orang: yang 5 kg jatuh bebas seperti tak ada tali. Fisika berkata lain: tali menyatukan keduanya menjadi satu sistem, dan percepatannya ditentukan oleh selisih gaya berat kedua beban. Inilah mesin Atwood, laboratorium mini Hukum II Newton. Coba lihat sendiri di bawah.

Atur massa kedua beban di katrol, lalu perhatikan resultan gaya dan percepatan sistem berubah seketika.

Sistem dua benda: tali menyatukan gerak

Pada mesin Atwood, dua beban bermassa m1m_1 dan m2m_2 dihubungkan oleh tali melalui sebuah katrol. Tali dianggap ideal โ€” massa nol dan tidak mulur โ€” sehingga tegangannya sama di sepanjang tali, dan kedua beban selalu bergerak dengan kelajuan yang sama (satu turun, satu naik). Karena tali menyatukan gerak, kedua beenda harus diperlakukan sebagai satu sistem saat menghitung percepatan.

Mesin Atwood adalah sistem dua benda bermassa berbeda terhubung tali melalui katrol. Tali ideal membuat tegangan sama di mana-mana dan percepatan kedua benda sama besar (satu turun, satu naik).

Bayangkan tali sebagai sabuk pengaman yang mengikat dua orang yang meluncur. Karena mereka terikat, keduanya harus meluncur dengan kelajuan sama โ€” yang berat menarik yang ringan, yang ringan menahan yang berat. Hasil komprominya itulah percepatan sistem.

Memisahkan gaya: Hukum II Newton per benda

Kunci mengerjakan sistem katrol adalah memisahkan gaya pada tiap benda dengan diagram benda bebas (FBD) sendiri-sendiri, lalu menerapkan Hukum II Newton F=maF = ma pada masing-masing. Untuk mesin Atwood dengan m1>m2m_1 > m_2 (misal m1m_1 turun):

  • Pada m1m_1 (turun): berat m1gm_1 g ke bawah, tegangan tali TT ke atas. Resultan m1gโˆ’T=m1am_1 g - T = m_1 a.
  • Pada m2m_2 (naik): berat m2gm_2 g ke bawah, tegangan tali TT ke atas. Resultan Tโˆ’m2g=m2aT - m_2 g = m_2 a.

Tanda aa positif untuk arah gerak sistem. Karena tali tidak mulur, kedua percepatan sama besarnya. Pada kanvas di bawah, dua set vektor gaya (berat + tegangan) bekerja pada dua beban โ€” satu naik, satu turun.

Percepatan sistem: dari dua persamaan

Dengan dua persamaan Hukum II Newton di atas, eliminasi TT memberi percepatan sistem. Untuk mesin Atwood dengan katrol ideal:

a=(m1โˆ’m2)โ€‰gm1+m2,T=2โ€‰m1m2โ€‰gm1+m2a = \frac{(m_1 - m_2)\,g}{m_1 + m_2}, \qquad T = \frac{2\,m_1 m_2\,g}{m_1 + m_2}

Arti tiap simbol: aa = percepatan sistem (m/sยฒ); TT = tegangan tali (N); m1m_1, m2m_2 = massa kedua beban (kg); gg = percepatan gravitasi (m/sยฒ). Tanda aa positif berarti m1m_1 turun; negatif berarti m2m_2 turun.

Dari rumus itu terbaca dua kasus batas penting. Pertama, bila m1=m2m_1 = m_2, maka a=0a = 0 โ€” sistem diam atau bergerak seragam (seimbang). Kedua, bila m2โ‰ชm1m_2 \ll m_1 (salah satu beban sangat ringan), maka aโ†’ga \to g โ€” sistem mendekati jatuh bebas. Inilah sebabnya sistem katrol sering dipakai untuk โ€œmemperlambatโ€ jatuh bebas agar terukur.

Pada simulasi gerak di bawah, sistem bergerak dengan percepatan tetap โ€” beban lebih berat turun dipercepat, beban lebih ringan naik dipercepat. Karena percepatan tetap, ini GLBB untuk kedua benda.

Varian: balok di bidang miring ditarik beban gantung

Sistem katrol tidak selalu sederhana seperti mesin Atwood. Sering salah satu benda berada di bidang miring dan dihubungkan lewat katrol ke beban yang menggantung. Cara menyelesaikannya tetap sama: pisahkan FBD tiap benda, terapkan F=maF = ma pada masing-masing, dan samakan percepatan (serta tegangan) lewat tali. Untuk bidang miring licin dengan sudut ฮธ\theta, komponen berat sepanjang bidang adalah mgsinโกฮธm g \sin\theta.

Pada papan gaya di bawah, balok di bidang miring terhubung ke beban gantung lewat katrol. Atur sudut dan massa, lalu amati arah gerak sistem bergantung pada perbandingan mgsinโกฮธm g \sin\theta dengan berat beban gantung.

Tegangan tali vs rasio massa

Bagaimana tegangan tali TT berubah saat rasio massa kedua beban berubah? Dari rumus T=2m1m2g/(m1+m2)T = 2 m_1 m_2 g / (m_1 + m_2), tegangan mencapai maksimum saat m1=m2m_1 = m_2 (sistem seimbang), yaitu T=m1g=m2gT = m_1 g = m_2 g โ€” tegangan menahan seluruh berat salah satu beban. Saat salah satu beban jauh lebih ringan, tegangan mengecil mendekati 2mringang2 m_{\text{ringan}} g.

Pada kurva di bawah, dengan m1m_1 tetap dan m2m_2 digeser, tegangan tali naik lalu turun, mencapai puncak saat kedua massa sebanding. Ini menunjukkan kenapa tali paling tertarik (paling mungkin putus) saat kedua beban seimbang โ€” bukan saat salah satu sangat berat.

Sistem katrol dan benda terhubung termasuk cakupan TKA Fisika, elemen dinamika (kerangka TKA 045/H/AN/2025). Soal sering menyodorkan sistem dua atau tiga benda terhubung tali dan menanyakan percepatan serta tegangan tali. Trik paling ampuh: pisahkan FBD tiap benda, tulis F=maF = ma untuk masing-masing, lalu eliminasi TT. Jebakan klasik: lupa bahwa percepatan kedua benda sama (tali tidak mulur), atau keliru tanda percepatan.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Dua beban m1=6m_1 = 6 kg dan m2=4m_2 = 4 kg dihubungkan tali melalui katrol ideal (g=10g = 10 m/sยฒ). (a) Berapa percepatan sistem? (b) Berapa tegangan talinya?

m1m_1 turun: m1gโˆ’T=m1am_1 g - T = m_1 a. m2m_2 naik: Tโˆ’m2g=m2aT - m_2 g = m_2 a.

Jumlahkan kedua persamaan: (m1gโˆ’T)+(Tโˆ’m2g)=m1a+m2a(m_1 g - T) + (T - m_2 g) = m_1 a + m_2 a, sehingga (m1โˆ’m2)g=(m1+m2)a(m_1 - m_2)g = (m_1 + m_2)a. Maka a=(6โˆ’4)ร—10/(6+4)=20/10=2a = (6-4)\times 10 / (6+4) = 20/10 = 2 m/sยฒ.

Pakai persamaan m2m_2: Tโˆ’m2g=m2aโ‡’T=m2(g+a)=4ร—(10+2)=48T - m_2 g = m_2 a \Rightarrow T = m_2(g + a) = 4 \times (10 + 2) = 48 N. (Bisa dicek lewat m1m_1: T=m1(gโˆ’a)=6ร—8=48T = m_1(g - a) = 6 \times 8 = 48 N โ€” cocok.) Jadi sistem berpercepatan 2 m/sยฒ dengan tegangan tali 48 N.

Jebakan: menghitung percepatan masing-masing beban secara terpisah tanpa menyamakan tali. Yang benar: tali ideal membuat percepatan kedua beban sama besar โ€” satu turun, satu naik. Samakan aa pada kedua persamaan sebelum menyelesaikan.

Jebakan: mengira tegangan tali sama dengan berat beban yang lebih berat. Yang benar: tegangan selalu lebih kecil dari berat beban berat itu, karena sebagian beratnya dipakai untuk mempercepat (rumus m1gโˆ’T=m1aโ‡’T=m1(gโˆ’a)m_1 g - T = m_1 a \Rightarrow T = m_1(g - a), dan a>0a > 0 membuat T<m1gT < m_1 g).

Jebakan: keliru menentukan arah gerak sistem. Yang benar: bandingkan komponen gaya berat sepanjang arah gerak potensial โ€” pada Atwood sederhana, beban yang lebih bergiat (massa lebih besar) turun; pada sistem bidang miring, bandingkan mgsinโกฮธm g \sin\theta dengan berat beban gantung. Arah dengan resultan lebih besar menentukan arah gerak.

  • Sistem katrol: dua benda terhubung tali ideal, tegangan sama dan percepatan sama.
  • Pisahkan FBD tiap benda, terapkan F=maF = ma pada masing-masing.
  • Mesin Atwood: a=(m1โˆ’m2)g/(m1+m2)a = (m_1 - m_2)g/(m_1 + m_2), T=2m1m2g/(m1+m2)T = 2 m_1 m_2 g/(m_1 + m_2).
  • m1=m2โ‡’a=0m_1 = m_2 \Rightarrow a = 0 (seimbang); m2โ‰ชm1โ‡’aโ†’gm_2 \ll m_1 \Rightarrow a \to g (jatuh bebas).
  • Tegangan tali maksimum saat kedua beban seimbang, T=mgT = mg.