Langsung ke isi
Lyra
Fisika · Kelas 11–12 · Fase F · 8 menit baca TKA

Diagram Benda Bebas (Free Body Diagram)

Setelah ini kamu bisa mengisolasi sebuah benda dan menggambarkan setiap gaya yang bekerja padanya sebagai panah berlabel — langkah wajib sebelum menerapkan Hukum II Newton.

Saat soal menulis “balok didorong 10 N di lantai kasar”, sebagian besar siswa langsung menulis F=maF = ma — dan tersesat. Padahal langkah pertama yang benar bukan menghitung, melainkan menggambar: tunjuk balok itu sendiri, coret semua benda lain, lalu gambar setiap gaya yang bekerja padanya sebagai panah. Inilah diagram benda bebas, peta jalan menuju jawaban. Seret balok di bawah dan lihat semua panah gayanya tampil.

Geser gaya terapan pada balok di lantai, lalu amati berat, normal, dan gaya terapan yang muncul sebagai panah berlabel.

Apa itu diagram benda bebas

Diagram benda bebas (free body diagram, FBD) adalah gambar sederhana yang menunjukkan hanya satu benda (yang sedang kita analisis) beserta semua gaya yang bekerja padanya — bukan gaya yang dikeluarkan benda pada benda lain. Benda lain “dicoret” dari gambar dan digantikan oleh panah gaya yang mereka timbulkan pada benda kita. Inilah langkah wajib sebelum menulis Hukum II Newton ΣF=ma\Sigma F = ma, karena ΣF\Sigma F adalah jumlah vektor semua gaya pada satu benda.

Diagram benda bebas adalah representasi grafis sebuah benda terisolasi dengan semua gaya yang bekerja padanya digambar sebagai panah berlabel, besarnya sebanding panjang panah dan arahnya menunjukkan arah gaya.

Bayangkan kamu sedang mewawancarai satu balok tentang “siapa yang mendorongmu?”. Balok akan menyebut berat (bumi menarik), normal (lantai menahan), gesek (lantai menggesek), tegangan tali (tali menarik), dorongan tangan. Itulah daftar gaya yang harus kamu gambar — semua yang diterima balok, bukan yang dikeluarkannya.

Empat gaya yang sering muncul

Sebagian besar soal dinamika partikel melibatkan empat jenis gaya dasar. Kenali ciri masing-masing sebelum menggambar.

GayaSimbolArahSumber
Berat (gravitasi)w=mgw = mgselalu vertikal ke bawahtarikan bumi
NormalNNtegak lurus permukaan, menjauhi bidangdorongan permukaan
Tegangan taliTTsepanjang tali, menjauhi bendatarikan tali
Gesekffsejajar permukaan, melawan gerakgesekan permukaan

Berat selalu ke bawah, tak peduli orientasi benda. Normal selalu tegak lurus permukaan — di lantai datar ia ke atas, di bidang miring ia miring menjauhi bidang. Gesek melawan arah gerak (atau kecenderungan gerak). Tegangan tali selalu sepanjang tali menjauhi benda.

Balok di lantai datar ditarik mendatar

Skenario paling dasar: balok di lantai, ditarik mendatar. Isolasikan balok, gambar berat w=mgw = mg ke bawah, normal NN ke atas, gaya tarik FF mendatar, dan (bila ada) gesek ff melawan FF. Vertikal: ww dan NN saling meniadakan, jadi tak ada percepatan vertikal. Horizontal: resultan =F−f= F - f, sehingga percepatan a=(F−f)/ma = (F-f)/m. Inilah inti Hukum II Newton yang sudah kamu pelajari — sekarang dipersiapkan lewat gambar.

Pada papan gaya di bawah, tambahkan gesek kinetis dan geser gaya dorong; amati bagaimana resultan horizontal kini F−fF - f, bukan FF saja.

Balok di bidang miring: uraikan berat ke komponen

Skenario berikutnya melatih keterampilan menguraikan vektor — prasyarat fis-komponen-vektor. Pada balok di bidang miring licin, hanya tiga gaya bekerja: berat w=mgw = mg (tetap vertikal ke bawah), normal NN (tegak lurus bidang, miring), dan (bila ada) gesek sepanjang bidang. Karena berat tidak sejajar sumbu bidang, ia diuraikan menjadi komponen mgsin⁡θmg\sin\theta sepanjang bidang (yang meluncurkan balok) dan mgcos⁡θmg\cos\theta tegak lurus bidang (yang ditahan oleh normal).

ΣF∥=mgsin⁡θ−f,N=mgcos⁡θ\Sigma F_{\parallel} = mg\sin\theta - f, \qquad N = mg\cos\theta

Arti tiap simbol: θ\theta = sudut kemiringan bidang, mgsin⁡θmg\sin\theta = komponen berat sepanjang bidang (mendorong balik ke bawah), mgcos⁡θmg\cos\theta = komponen berat tegak lurus bidang (ditahan normal NN), ff = gaya gesek sepanjang bidang.

Geser sudut kemiringan pada papan gaya di bawah dan amati bagaimana komponen mgsin⁡θmg\sin\theta membesar — di sudut kritis tertentu, balok mulai meluncur.

Sistem katrol: dua benda terhubung tali

Skenario terakhir: mesin Atwood, dua beban terhubung tali melalui katrol. Untuk setiap beban, isolasi dan gambar FBD-nya sendiri: beban A punya berat mAgm_A g ke bawah dan tegangan TT ke atas; beban B punya berat mBgm_B g ke bawah dan tegangan TT ke atas. Perhatikan: tegangan tali sama di kedua ujung (asalkan tali tak bermassa dan katrol licin). Karena kedua beban dihubungkan tali tak elastis, besarnya percepatan sama. Dua FBD + syarat percepatan sama = sistem persamaan yang bisa dipecahkan.

Pada papan gaya di bawah, atur massa kedua beban dan lihat bagaimana sistem condong ke beban yang lebih berat.

Diagram benda bebas adalah keterampilan dasar elemen dinamika kerangka TKA 045/H/AN/2025 — hampir setiap soal dinamika memerlukannya. Jebakan paling sering: (1) lupa mengisolasi benda (mencampur gaya pada benda berbeda); (2) menggambar gaya yang dikeluarkan benda (aksi), bukan yang diterima (aksi lawan); (3) salah menguraikan berat di bidang miring (lupa komponen sin⁡θ\sin\theta vs cos⁡θ\cos\theta). Tip: selalu tanyakan “siapa mendorong benda ini?” sebelum menggambar panah.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah balok bermassa m=4m = 4 kg didorong mendatar dengan gaya F=20F = 20 N di lantai kasar dengan koefisien gesek kinetis μk=0,2\mu_k = 0{,}2 (g=10g = 10 m/s²). (a) Gambar diagram benda bebas balok. (b) Hitung percepatannya.

Isolasi balok saja (lantai dicoret, tangan didorong diganti panah). Gaya pada balok: berat w=mgw = mg ke bawah, normal NN ke atas, dorongan F=20F = 20 N mendatar, gesek kinetis fk=μkNf_k = \mu_k N melawan gerak.

Tidak ada percepatan vertikal (balok tidak naik-turun), jadi ΣFy=0\Sigma F_y = 0: N−mg=0⇒N=mg=4×10=40N - mg = 0 \Rightarrow N = mg = 4 \times 10 = 40 N. Gesek kinetis fk=μkN=0,2×40=8f_k = \mu_k N = 0{,}2 \times 40 = 8 N.

Hukum II Newton horizontal: ΣFx=ma\Sigma F_x = ma, dengan ΣFx=F−fk=20−8=12\Sigma F_x = F - f_k = 20 - 8 = 12 N. Maka a=12/4=3a = 12/4 = 3 m/s². Percepatan 3 m/s² searah dorongan — gesek memotong percepatan dari 20/4=520/4 = 5 m/s² (kasus licin) menjadi 3 m/s².

Jebakan: menggambar pasangan aksi-reaksi pada FBD benda yang sama. Yang benar: aksi dan reaksi (Hukum III Newton) bekerja pada dua benda berbeda, jadi tidak pernah muncul bersama dalam satu FBD. Contoh: berat balok (bumi menarik balok) dan tarikan balok pada bumi — keduanya tak digambar di FBD balok, hanya beratnya.

Jebakan: lupa mengisolasi benda sehingga mencampur gaya dari benda berbeda. Yang benar: tentukan dulu “benda mana yang sedang dianalisis”, coret semua benda lain, lalu ganti tiap benda yang dicoret dengan panah gaya yang ia timbulkan pada benda kita. Hanya gaya pada benda kita yang masuk FBD.

Jebakan: salah menguraikan berat di bidang miring — tertukar sin⁡θ\sin\theta dan cos⁡θ\cos\theta. Yang benar: komponen sepanjang bidang = mgsin⁡θmg\sin\theta (yang meluncurkan balok), komponen tegak lurus bidang = mgcos⁡θmg\cos\theta (yang ditahan normal). Tip: saat θ=0\theta = 0 (bidang datar), tak ada komponen meluncur — cek apakah mgsin⁡0=0mg\sin 0 = 0 (benar) dan mgcos⁡0=mgmg\cos 0 = mg (normal penuh, benar).

  • Diagram benda bebas = isolasi satu benda + semua gaya yang diterimanya sebagai panah.
  • Empat gaya dasar: berat w=mgw = mg (ke bawah), normal NN (tegak lurus permukaan), tegangan TT (sepanjang tali), gesek ff (melawan gerak).
  • Bidang miring: berat diuraikan jadi mgsin⁡θmg\sin\theta (sepanjang bidang) dan mgcos⁡θmg\cos\theta (tegak lurus bidang, = NN).
  • Sistem katrol: tegangan tali sama di kedua ujung; percepatan kedua beban sama besarnya.
  • Pasangan aksi-reaksi (Hukum III) tak pernah dalam satu FBD.