Langsung ke isi
Lyra
Fisika ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca TKA

Aplikasi Momentum: Roket, Airbag, Olahraga

Setelah ini kamu bisa menerapkan impuls dan kekekalan momentum untuk menjelaskan dorongan roket, prinsip airbag, dan teknik pukulan olahraga.

Bagaimana roket bisa melesat di luar angkasa yang hampa โ€” tanpa udara untuk โ€œdidorongโ€? Rahasianya bukan mendorong udara, melainkan melempar massa (gas panas) ke belakang sangat cepat. Prinsip itu sama dengan meroketkan tukang skate yang melempar bola, dan berkerabat dekat dengan alasan kenapa airbag menyelamatkan nyawa. Coba lihat sendiri di bawah.

Atur massa air yang disemburkan dan lajunya lewat preset, lalu amati roket melesat sesuai momentum semburan.

Dorongan roket: kekekalan momentum

Roket tidak mendorong udara โ€” ia mendorong gas hasil pembakaran (atau air, pada roket air) ke belakang. Karena sistem (roket + semburan) praktis tertutup di luar angkasa, momentum totalnya kekal: mula-mula nol, sesudah semburan pun tetap nol.

mroketโ€‰vroket=โˆ’โ€‰msemburanโ€‰vsemburanm_{\text{roket}}\, v_{\text{roket}} = -\, m_{\text{semburan}}\, v_{\text{semburan}}

Arti tiap simbol: mm = massa (kg), vv = kelajuan (m/s); tanda minus menandakan arah berlawanan. Massa semburan kecil tetapi kelajuannya sangat besar โ€” atau sebaliknya โ€” untuk menghasilkan momentum roket yang signifikan.

Dorongan roket (thrust) adalah gaya resultan ke depan yang diperoleh roket karena melempar massa (gas/air) ke belakang dengan kelajuan tinggi โ€” konsekuensi langsung kekekalan momentum.

Bayangkan kamu berdiri di atas skateboard sambil memegang tumpukan bola berat. Setiap kali kamu melempar sebuah bola ke belakang sekuat tenaga, skateboardmu meluncur sedikit ke depan. Bola itu tidak mendorong udara โ€” kamu mendorong bola, dan bola โ€œmendorongโ€ balik kamu (Hukum III Newton). Roket melakukan hal yang sama, tetapi dengan ribuan kilogram gas setiap detik.

Airbag: perpanjang ฮ”t, gaya mengecil

Pada tabrakan mobil, tubuh pengemudi tetap berhenti (perubahan momentum sama dengan atau tanpa airbag). Yang berbeda adalah selang waktu berhenti itu terjadi. Teorema impuls-momentum I=Fฮ”t=ฮ”pI = F \Delta t = \Delta p mengikat ketiganya.

F=ฮ”pฮ”tF = \frac{\Delta p}{\Delta t}

Arti tiap simbol: FF = gaya rata-rata pada tubuh (N), ฮ”p\Delta p = perubahan momentum tubuh (kgยทm/s), ฮ”t\Delta t = selang waktu benturan (s). Bila ฮ”p\Delta p tetap, memperbesar ฮ”t\Delta t memperkecil FF.

Airbag berfungsi memperbesar ฮ”t\Delta t dengan โ€œmeremasโ€ tubuh selama selang waktu lebih panjang daripada berbenturan langsung dengan setir. Lihat pada alat di bawah bagaimana dengan perubahan momentum yang sama, selang waktu yang lebih panjang mengecilkan gaya efektif.

Pukulan olahraga: maksimalkan perubahan momentum

Dalam olahraga, tujuan pukulan sering adalah mengubah momentum bola sebesar mungkin dalam waktu sesingkat mungkin. Karena F=ฮ”p/ฮ”tF = \Delta p / \Delta t, atlet berusaha memperbesar ฮ”p\Delta p (pukul kuat, balik arah bola) sekaligus memperkecil ฮ”t\Delta t (kontak sesingkat mungkin) โ€” sehingga gaya pada bola sangat besar dan bola melesat cepat.

Sebaliknya, pada โ€œmenahanโ€ bola (kiper menangkap, pebasket menerima operan), atlet sengaja memperbesar ฮ”t\Delta t dengan mengikuti gerak bola lalu memperlambat โ€” supaya gaya pada tangan kecil dan bola tidak memantul keluar. Inilah mengapa tangan kiper โ€œmenyedotโ€ bola, bukan menahan kaku.

Pada alat berikut, benda bergerak ke arah raket yang memberi dorongan; perhatikan perubahan momentum bola bergantung pada besar dan arah dorongan raket.

Soal TKA kerap membungkus kekekalan momentum dalam skenario roket, peluru-senapan, atau tabrakan kendaraan. Untuk roket, ingat bahwa massa roket berkurang saat bahan bakar dibakar โ€” rumus sederhana mrvr=โˆ’msvsm_r v_r = -m_s v_s hanya berlaku untuk satu โ€œsemburanโ€; untuk peluru-senapan, momentum peluru kecil-cepat sama besar berlawanan dengan momentum senapan besar-lambat (kerangka TKA 045/H/AN/2025, elemen dinamika).

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah roket bermassa 2 kg (termasuk bahan bakar) menyemburkan 0,2 kg gas ke belakang dengan kelajuan 400 m/s relatif terhadap roket (yang mula-mula diam). Berapa kelajuan roket sesudah semburan ini?

Mula-mula seluruh sistem diam, momentum awal nol. Massa roket sesudah semburan mr=2โˆ’0,2=1,8m_r = 2 - 0{,}2 = 1{,}8 kg. Massa gas mg=0,2m_g = 0{,}2 kg, vg=400v_g = 400 m/s (ke belakang).

0=mrvr+mgvg0 = m_r v_r + m_g v_g, dengan arah depan positif sehingga vg=โˆ’400v_g = -400 m/s.

0=1,8โ€‰vr+(0,2)(โˆ’400)0 = 1{,}8\, v_r + (0{,}2)(-400), maka 1,8โ€‰vr=801{,}8\, v_r = 80 dan vrโ‰ˆ44,4v_r \approx 44{,}4 m/s. Roket melesat ke depan dengan kelajuan kira-kira 44,4 m/s โ€” jauh lebih lambat dari gas karena massanya jauh lebih besar.

Jebakan: mengira roket โ€œmendorong udaraโ€ untuk meluncur. Yang benar: roket mendorong gas hasil pembakaran ke belakang; gas mendorong balik roket (Hukum III Newton). Itulah sebabnya roket bekerja di luar angkasa hampa.

Jebakan: lupa bahwa massa roket berubah saat bahan bakar dibakar. Yang benar: pada rumus kekekalan momentum mrvr=โˆ’msvsm_r v_r = -m_s v_s, mrm_r adalah massa roket sesudah semburan (bukan massa awal). Bahan bakar yang sudah terbakar bukan lagi bagian dari roket.

Jebakan: menganggap airbag mengurangi perubahan momentum pengemudi. Yang benar: ฮ”p\Delta p pengemudi sama dengan atau tanpa airbag (ia tetap berhenti); airbag memperbesar ฮ”t\Delta t sehingga gaya rata-rata F=ฮ”p/ฮ”tF = \Delta p/\Delta t mengecil โ€” bukan mengurangi ฮ”p\Delta p.

  • Roket melesat karena melempar gas/air ke belakang โ€” kekekalan momentum: mrvr=โˆ’msvsm_r v_r = -m_s v_s.
  • Airbag menyelamatkan dengan memperbesar ฮ”t\Delta t, sehingga F=ฮ”p/ฮ”tF = \Delta p/\Delta t mengecil walau ฮ”p\Delta p sama.
  • Atlet pukul keras untuk memperbesar ฮ”p\Delta p dalam ฮ”t\Delta t singkat (gaya besar); kiper โ€œmenyedotโ€ bola dengan memperbesar ฮ”t\Delta t (gaya kecil).
  • Senapan membal: mpvp=โˆ’msvsm_p v_p = -m_s v_s โ€” peluru kecil-cepat, senapan besar-lambat.
  • Roket bekerja di luar angkasa hampa karena tidak butuh udara untuk didorong.