Aplikasi Momentum: Roket, Airbag, Olahraga
Setelah ini kamu bisa menerapkan impuls dan kekekalan momentum untuk menjelaskan dorongan roket, prinsip airbag, dan teknik pukulan olahraga.
Bagaimana roket bisa melesat di luar angkasa yang hampa โ tanpa udara untuk โdidorongโ? Rahasianya bukan mendorong udara, melainkan melempar massa (gas panas) ke belakang sangat cepat. Prinsip itu sama dengan meroketkan tukang skate yang melempar bola, dan berkerabat dekat dengan alasan kenapa airbag menyelamatkan nyawa. Coba lihat sendiri di bawah.
Dorongan roket: kekekalan momentum
Roket tidak mendorong udara โ ia mendorong gas hasil pembakaran (atau air, pada roket air) ke belakang. Karena sistem (roket + semburan) praktis tertutup di luar angkasa, momentum totalnya kekal: mula-mula nol, sesudah semburan pun tetap nol.
Arti tiap simbol: = massa (kg), = kelajuan (m/s); tanda minus menandakan arah berlawanan. Massa semburan kecil tetapi kelajuannya sangat besar โ atau sebaliknya โ untuk menghasilkan momentum roket yang signifikan.
Dorongan roket (thrust) adalah gaya resultan ke depan yang diperoleh roket karena melempar massa (gas/air) ke belakang dengan kelajuan tinggi โ konsekuensi langsung kekekalan momentum.
Bayangkan kamu berdiri di atas skateboard sambil memegang tumpukan bola berat. Setiap kali kamu melempar sebuah bola ke belakang sekuat tenaga, skateboardmu meluncur sedikit ke depan. Bola itu tidak mendorong udara โ kamu mendorong bola, dan bola โmendorongโ balik kamu (Hukum III Newton). Roket melakukan hal yang sama, tetapi dengan ribuan kilogram gas setiap detik.
Airbag: perpanjang ฮt, gaya mengecil
Pada tabrakan mobil, tubuh pengemudi tetap berhenti (perubahan momentum sama dengan atau tanpa airbag). Yang berbeda adalah selang waktu berhenti itu terjadi. Teorema impuls-momentum mengikat ketiganya.
Arti tiap simbol: = gaya rata-rata pada tubuh (N), = perubahan momentum tubuh (kgยทm/s), = selang waktu benturan (s). Bila tetap, memperbesar memperkecil .
Airbag berfungsi memperbesar dengan โmeremasโ tubuh selama selang waktu lebih panjang daripada berbenturan langsung dengan setir. Lihat pada alat di bawah bagaimana dengan perubahan momentum yang sama, selang waktu yang lebih panjang mengecilkan gaya efektif.
Pukulan olahraga: maksimalkan perubahan momentum
Dalam olahraga, tujuan pukulan sering adalah mengubah momentum bola sebesar mungkin dalam waktu sesingkat mungkin. Karena , atlet berusaha memperbesar (pukul kuat, balik arah bola) sekaligus memperkecil (kontak sesingkat mungkin) โ sehingga gaya pada bola sangat besar dan bola melesat cepat.
Sebaliknya, pada โmenahanโ bola (kiper menangkap, pebasket menerima operan), atlet sengaja memperbesar dengan mengikuti gerak bola lalu memperlambat โ supaya gaya pada tangan kecil dan bola tidak memantul keluar. Inilah mengapa tangan kiper โmenyedotโ bola, bukan menahan kaku.
Pada alat berikut, benda bergerak ke arah raket yang memberi dorongan; perhatikan perubahan momentum bola bergantung pada besar dan arah dorongan raket.
Soal TKA kerap membungkus kekekalan momentum dalam skenario roket, peluru-senapan, atau tabrakan kendaraan. Untuk roket, ingat bahwa massa roket berkurang saat bahan bakar dibakar โ rumus sederhana hanya berlaku untuk satu โsemburanโ; untuk peluru-senapan, momentum peluru kecil-cepat sama besar berlawanan dengan momentum senapan besar-lambat (kerangka TKA 045/H/AN/2025, elemen dinamika).
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Sebuah roket bermassa 2 kg (termasuk bahan bakar) menyemburkan 0,2 kg gas ke belakang dengan kelajuan 400 m/s relatif terhadap roket (yang mula-mula diam). Berapa kelajuan roket sesudah semburan ini?
Mula-mula seluruh sistem diam, momentum awal nol. Massa roket sesudah semburan kg. Massa gas kg, m/s (ke belakang).
, dengan arah depan positif sehingga m/s.
, maka dan m/s. Roket melesat ke depan dengan kelajuan kira-kira 44,4 m/s โ jauh lebih lambat dari gas karena massanya jauh lebih besar.
Jebakan: mengira roket โmendorong udaraโ untuk meluncur. Yang benar: roket mendorong gas hasil pembakaran ke belakang; gas mendorong balik roket (Hukum III Newton). Itulah sebabnya roket bekerja di luar angkasa hampa.
Jebakan: lupa bahwa massa roket berubah saat bahan bakar dibakar. Yang benar: pada rumus kekekalan momentum , adalah massa roket sesudah semburan (bukan massa awal). Bahan bakar yang sudah terbakar bukan lagi bagian dari roket.
Jebakan: menganggap airbag mengurangi perubahan momentum pengemudi. Yang benar: pengemudi sama dengan atau tanpa airbag (ia tetap berhenti); airbag memperbesar sehingga gaya rata-rata mengecil โ bukan mengurangi .
- Roket melesat karena melempar gas/air ke belakang โ kekekalan momentum: .
- Airbag menyelamatkan dengan memperbesar , sehingga mengecil walau sama.
- Atlet pukul keras untuk memperbesar dalam singkat (gaya besar); kiper โmenyedotโ bola dengan memperbesar (gaya kecil).
- Senapan membal: โ peluru kecil-cepat, senapan besar-lambat.
- Roket bekerja di luar angkasa hampa karena tidak butuh udara untuk didorong.