Langsung ke isi
Lyra
Ekonomi ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 7 menit baca

Titik Impas (BEP) Usaha

Setelah ini kamu bisa menghitung titik impas (BEP) usaha dan menafsirkan di tingkat output mana usaha mulai untung.

Sebelum usaha kantin sekolahmu untung, ia dulu harus balik modal. Ada titik di mana total pendapatan sama persis dengan total biaya โ€” tidak untung, tidak rugi. Titik itu disebut titik impas (BEP), dan mengetahuinya menentukan apakah ide usahamu layak dijalankan. Coba geser slider harga di bawah dan cari titik temu dua kurva.

Coba geser slider harga jual dan biaya tetap, lalu amati titik potong kedua kurva berpindah.

Apa itu titik impas

Titik impas (break-even point, BEP) adalah tingkat output di mana total pendapatan sama dengan total biaya. Di titik ini laba nol โ€” tidak ada untung, tidak ada rugi. Di bawah BEP usaha merugi; di atas BEP usaha mulai untung.

Titik impas (BEP) adalah jumlah output di mana total pendapatan (TR) sama dengan total biaya (TC), sehingga laba = 0.

Rumus BEP turun langsung dari menyamakan TR dan TC. Karena TR = P ร— Q dan TC = FC + v ร— Q, saat TR = TC kita peroleh Q keseimbangan.

QBEP=FCPโˆ’vQ_{BEP} = \frac{FC}{P - v}

Arti tiap simbol: Q_BEP = jumlah unit titik impas; FC = biaya tetap; P = harga jual per unit; v = biaya variabel per unit; (P โˆ’ v) = kontribusi marjinal per unit.

Selisih (P โˆ’ v) disebut kontribusi marjinal: bagian harga jual yang tersisa untuk menutup FC setelah biaya variabel dikurangkan. Makin besar kontribusi marjinal, makin cepat BEP tercapai.

Geser BEP dengan harga

BEP sangat sensitif terhadap harga jual. Naikkan harga sedikit dan (P โˆ’ v) membesar, sehingga BEP turun โ€” usaha balik modal lebih cepat. Turunkan harga, BEP melonjak. Inilah mengapa keputusan harga selalu dihubungkan dengan keputusan volume produksi.

Bayangkan FC adalah gunung yang harus didaki. Kontribusi marjinal (P โˆ’ v) adalah jumlah uang yang kamu kumpulkan tiap langkah. Makin besar uang per langkah, makin sedikit langkah yang dibutuhkan untuk mencapai puncak โ€” itulah BEP yang lebih rendah.

Wilayah rugi dan untung

Di sebelah kiri BEP, kurva TC berada di atas TR: biaya lebih besar daripada pendapatan, artinya rugi. Di sebelah kanan BEP, TR berada di atas TC: pendapatan melampaui biaya, artinya untung. Jarak vertikal kedua kurva adalah besarnya rugi atau untung pada Q itu.

Latihan: hitung BEP

Sekarang uji hitung cepat. Tiap kali kamu menekan tombol soal baru, angkanya berganti secara acak tetapi bisa direproduksi lewat seed.

Jebakan: menyamakan BEP dengan titik balik modal penuh (termasuk keuntungan target). Yang benar: BEP adalah titik laba nol; bila kamu menargetkan laba tertentu, tambahkan target laba ke pembilang: Q = (FC + target laba) / (P โˆ’ v).

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah usaha jasa fotokopi memiliki biaya tetap Rp1.200.000 per bulan, biaya variabel Rp200 per lembar, dan harga jual Rp500 per lembar. Berapa BEP dalam lembar? Pada produksi 5.000 lembar, untung atau rugi?

Q_BEP = FC รท (P โˆ’ v) = 1.200.000 รท (500 โˆ’ 200) = 1.200.000 รท 300 = 4.000 lembar.

Produksi aktual 5.000 lembar berada di atas BEP (4.000), jadi usaha untung. Laba = TR โˆ’ TC = (500 ร— 5.000) โˆ’ (1.200.000 + 200 ร— 5.000) = 2.500.000 โˆ’ 2.200.000 = Rp300.000 per bulan.

Jebakan: mengira BEP berarti untung besar. Yang benar: di BEP laba nol; untung baru muncul saat produksi melampaui BEP.

Jebakan: melupakan biaya variabel saat menetapkan harga. Yang benar: harga jual harus lebih besar dari biaya variabel per unit (P > v); bila tidak, kontribusi marjinal negatif dan BEP tidak pernah tercapai.

  • BEP adalah output di mana TR = TC, sehingga laba nol.
  • Rumus BEP: Q_BEP = FC / (P โˆ’ v).
  • Kontribusi marjinal per unit = P โˆ’ v.
  • Naikkan harga atau turunkan biaya โ†’ BEP lebih cepat tercapai.
  • Di bawah BEP rugi; di atas BEP untung.