Langsung ke isi
Lyra
Ekonomi ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 7 menit baca

Surat Berharga Negara & Sukuk

Setelah ini kamu bisa membedakan Surat Berharga Negara (ORI, SBN ritel) dan sukuk serta menjelaskan fungsinya bagi pembiayaan negara.

Saat pemerintah butuh dana untuk jalan tol atau rumah sakit, ia meminjam dari rakyatnya lewat Surat Berharga Negara. Sebagian berbasis bunga konvensional (ORI), sebagian berbasis syariah (sukuk). Dengan membelinya, kamu sekaligus menabung dan membangun negeri. Bagaimana caranya? Coba lihat sendiri di bawah.

Baca tiap deskripsi, lalu pilah ke konsep SBN yang tepat.

Mengapa negara menerbitkan SBN

Ketika penerimaan negara (pajak dan lainnya) belum cukup untuk menutup pengeluaran, pemerintah meminjam dari publik lewat Surat Berharga Negara (SBN). SBN adalah instrumen utang negara yang dijual ke investor, baik dalam negeri maupun luar negeri. Dengan membeli SBN, kamu meminjamkan uang ke negara dan menerima imbal hasil (kupon atau bagi hasil) sebagai gantinya. Dana itu dipakai membiayai APBN dan membangun infrastruktur.

Surat Berharga Negara (SBN) adalah instrumen utang pemerintah yang diterbitkan untuk membiayai APBN; bentuknya meliputi ORI (Obligasi Negara Ritel) berbasis bunga konvensional dan sukuk negara berbasis prinsip syariah.

Dua jenis utama SBN

SBN ritel yang dikenal masyarakat ada dua jenis. Pertama, ORI (Obligasi Negara Ritel) adalah obligasi konvensional yang memberi kupon (bunga) tetap secara berkala, dijual ke investor individu dengan denominasi terjangkau. Kedua, sukuk negara adalah SBN berbasis syariah, di mana imbal hasil berasal dari penyewaan atau bagi hasil atas aset negara (misalnya tanah atau gedung). Keduanya sama-sama utang negara, tetapi berbeda mekanisme imbal hasil sesuai prinsip yang dianut.

Bayangkan SBN seperti meminjamkan payung ke negara. ORI: negara sewa payungmu dengan harga tetap tiap bulan (kupon). Sukuk: negara pakai payungmu untuk usaha, lalu keuntungannya dibagi menurut kesepakatan (bagi hasil). Kapan pun jatuh tempo, payungmu kembali.

Memasangkan SBN dengan ciri

Untuk memantapkan pemahamanmu, pasangkan tiap instrumen SBN dengan ciri khasnya. Latihan ini mempertajam perbedaan ORI dan sukuk yang sering tertukar.

Ciri SBN sebagai investasi

SBN memiliki ciri sebagai instrumen investasi yang relatif aman karena dijamin negara. Imbalannya tetap dan dapat diprediksi, tenor bervariasi, dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Mengenali ciri ini membantumu membandingkan SBN dengan instrumen lain seperti saham atau deposito.

Alur penerbitan SBN

Penerbitan SBN mengikuti alur tertentu dari perencanaan sampai pencatatan di bursa. Memahami alurnya membantumu memahami kapan SBN muncul di pasar dan bagaimana kamu bisa membelinya.

Jebakan: menyamakan SBN dengan saham. Yang benar: SBN adalah utang dengan imbalan tetap dan jatuh tempo, sedangkan saham adalah kepemilikan dengan dividen fluktuatif dan tanpa jatuh tempo; keduanya berbeda hak dan risiko.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Seorang pensiunan ingin pendapatan tetap tiap bulan dari Rp100.000.000 tabungannya. Mengapa ORI cocok untuknya?

Pensiunan membutuhkan pendapatan tetap dan dapat diprediksi tiap bulan untuk biaya hidup. Ia juga mengutamakan keamanan dana.

ORI memberi kupon tetap secara berkala, dijamin pemerintah, dan relatif aman dibanding saham. Dengan membeli ORI Rp100.000.000, pensiunan memperoleh kupon tetap tiap bulan untuk biaya hidupnya tanpa mengganggu pokok tabungan.

Jebakan: menganggap SBN sama persis dengan deposito. Yang benar: deposito adalah simpanan di bank dengan jangka pendek dan jaminan LPS, sedangkan SBN adalah utang negara jangka panjang dengan kupon tetap; keduanya berbeda penerbit, jangka waktu, dan jaminan.

Jebakan: menganggap sukuk hanya untuk orang Muslim kaya. Yang benar: sukuk ritel dijual dengan denominasi terjangkau dan terbuka untuk semua warga, bukan hanya kelompok tertentu; prinsipnya syariah, tetapi aksesnya inklusif.

  • SBN = instrumen utang negara untuk membiayai APBN.
  • Dua jenis utama: ORI (konvensional, kupon tetap) dan sukuk (syariah, bagi hasil atas aset).
  • SBN ritel: dijual ke investor individu dengan denominasi terjangkau.
  • Ciri SBN: dijamin pemerintah, imbalan tetap, dapat diperdagangkan di bursa.
  • SBN berbeda dari saham (kepemilikan) dan deposito (simpanan bank).