Skala Hasil: Pertambahan Membesar, Menetap, Menyusut
Setelah ini kamu bisa mengenali tiga fase pertambahan hasil (membesar, menetap, menyusut) dan menjelaskan hukum pertambahan hasil yang makin berkurang.
Di sawah seluas 1 hektar, petani menambah pekerja satu per satu. Awalnya hasil panen melonjak cepat karena pembagian kerja jadi efisien. Tetapi setelah pekerja cukup banyak, tambahan pekerja justru membuat hasil makin sedikit โ lahan tetap, orang berdesakan. Inilah inti produksi jangka pendek. Coba geser slider jumlah pekerja di bawah dan amati kurva produk total berubah kecerobongan.
Tiga fase pertambahan hasil
Produksi jangka pendek berarti satu faktor tetap (mis. lahan) dan satu faktor variabel (mis. tenaga kerja). Saat tenaga kerja ditambah, produk total (TP) bertambah, tetapi laju pertambahannya berubah-ubah. Ekonom membaginya menjadi tiga fase.
Pertambahan hasil adalah perubahan produk total saat satu unit input variabel ditambahkan, dengan input lain tetap. Tiga fase: membesar, menetap, menyusut.
Fase pertama, pertambahan hasil membesar: tiap pekerja tambahan menghasilkan kenaikan output yang makin besar karena pembagian kerja efisien. Fase kedua, pertambahan menetap: kenaikan output mulai stabil. Fase ketiga, pertambahan menyusut: tiap pekerja tambahan justru menambah output makin sedikit, bahkan bisa membuat TP turun bila lahan terlalu padat.
Produk marjinal dan produk rata-rata
Untuk membaca tiga fase secara kuantitatif, ekonom memakai produk marjinal (MP) โ output tambahan dari satu unit input tambahan โ dan produk rata-rata (AP) โ output per unit input. MP mencapai puncak di akhir fase pertambahan membesar.
Arti tiap simbol: MP = produk marjinal; AP = produk rata-rata; TP = produk total; n = jumlah input variabel (pekerja).
Bayangkan dapur kecil dengan satu kompor. Tambah juru masak pertama dan kedua mempercepat. Tetapi juru masak kelima dan keenam justru berdesakan di depan kompor โ output masakan per orang menurun. Inilah MP yang turun.
Hukum pertambahan hasil yang makin berkurang
Inti dari fenomena ini adalah hukum pertambahan hasil yang makin berkurang (law of diminishing returns). Saat input variabel terus ditambahkan pada input tetap, suatu titik tercapai di mana tambahan output dari tiap unit input baru menjadi lebih kecil. Bukan karena pekerjanya kurang ahli, melainkan karena input tetap (lahan, mesin) membatasi.
Wilayah hijau (kiri titik belok) adalah fase pertambahan membesar; wilayah merah (kanan titik belok) adalah fase pertambahan menyusut. Di sinilah akal sehat produksi bertemu matematika kurva.
Latihan: hitung produk marjinal
Sekarang uji hitung cepat. Tiap kali kamu menekan tombol soal baru, angkanya berganti secara acak tetapi bisa direproduksi lewat seed.
Jebakan: mengira hukum pertambahan menurun terjadi karena pekerja baru kurang ahli. Yang benar: ia terjadi karena input tetap (lahan, mesin) membatasi; bahkan pekerja sama ahlinya akan mengalami penurunan MP saat lahan terlalu padat.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Sebuah kebun kopi mencatat produk total berikut: 2 pekerja โ 80 kg, 3 pekerja โ 150 kg, 4 pekerja โ 200 kg, 5 pekerja โ 230 kg, 6 pekerja โ 240 kg. Hitung MP tiap pekerja dan tentukan kapan hukum pertambahan menurun mulai berlaku.
MP pekerja ke-3 = 150 โ 80 = 70 kg. MP pekerja ke-4 = 200 โ 150 = 50 kg. MP pekerja ke-5 = 230 โ 200 = 30 kg. MP pekerja ke-6 = 240 โ 230 = 10 kg.
MP naik dari pekerja ke-3 (lihat dari pekerja sebelumnya) lalu turun mulai pekerja ke-4. Jadi hukum pertambahan hasil menurun mulai berlaku saat pekerja ke-4 ditambahkan โ MP menyusut dari 70 menjadi 50, lalu terus turun.
Jebakan: menyamakan hukum pertambahan menurun (jangka pendek) dengan skala hasil menurun (jangka panjang). Yang benar: yang pertama terjadi saat satu input tetap; yang kedua terjadi saat semua input diperbesar proporsional.
Jebakan: menganggap fase pertambahan menyusut berarti TP turun. Yang benar: di fase pertambahan menyusut, TP masih naik tetapi lajunya makin lambat; TP baru benar-benar turun di fase negatif (input berlebihan ekstrem).
- Produksi jangka pendek = satu input tetap, satu input variabel.
- Tiga fase pertambahan: membesar, menetap, menyusut.
- MP = ฮTP/ฮn; AP = TP/n.
- Hukum pertambahan hasil menurun: tambahan output makin kecil.
- MP berpotongan AP di titik puncak AP.