Pasar Oligopoli: Beberapa Penjual Besar
Setelah ini kamu bisa menyebutkan ciri oligopoli, menjelaskan ketergantungan strategis antar oligopolis, dan memahami mengapa kerja sama sulit dicapai melalui dilema tahanan.
Gojek dan Grab saling pantau. Begitu satu menurunkan tarif, yang lain ikut menurunkan. Kalau keduanya sepakat menjaga harga tinggi, untung besar. Tapi mengapa kesepakatan itu sering gagal? Inilah inti pasar oligopoli: beberapa penjual besar saling ketergantungan, dan kerja sama selalu rapuh. Coba pilah sendiri pilihan strategis di bawah.
Apa itu oligopoli
Pasar oligopoli adalah struktur pasar di mana beberapa penjual besar menguasai sebagian besar penawaran. Ciri kuncinya: jumlah penjual sedikit (2 hingga sekitar 10), sehingga keputusan satu penjual langsung memengaruhi yang lain. Inilah yang disebut ketergantungan strategis โ keputusan harga/output satu perusahaan harus memperhitungkan respons pesaing.
Pasar oligopoli adalah struktur pasar dengan beberapa penjual besar yang menguasai mayoritas pasar; setiap penjual menghadapi ketergantungan strategis karena keputusannya memengaruhi pesaing.
Contoh oligopoli di Indonesia: telekomunikasi (Telkomsel, Indosat, XL, Tri), rokok (Gudang Garam, Sampoerna, Djarum), semen (Semen Indonesia, Holcim, Indocement). Di pasar ini, perang harga bisa merugikan semua, sehingga oligopolis cenderung menghindarinya.
Ketergantungan strategis
Karena jumlah penjual sedikit, tiap perusahaan harus menebak respons pesaing sebelum mengubah harga. Bila satu menurunkan harga, pesaing bisa mengikuti (perang harga) atau mempertahankan (kehilangan pangsa). Bila satu menaikkan harga, pesaing bisa ikut naik (semua untung) atau menahan (perusahaan pertama kehilangan pembeli). Ketidakpastian inilah yang membuat perilaku oligopoli kompleks.
Bayangkan dua pedagang kaki lima bersebelahan yang menjual gorengan sama persis. Kalau satu menurunkan harga, yang lain merasa harus ikut โ kalau tidak, pembeli ramai ke tetangga. Mereka seperti penari di panggung yang harus memperhatikan gerak partner. Itulah ketergantungan strategis.
Dilema tahanan: mengapa kerja sama sulit
Secara teori, oligopolis paling untung bila bekerja sama membentuk kartel (seperti monopoli bersama). Tetapi kerja sama rapuh karena godaan curang. Inilah inti dilema tahanan dalam teori permainan: dua pemain, masing-masing lebih untung bila curang terlepas dari apa yang lawan lakukan โ akibatnya, keduanya curang dan berakhir lebih buruk daripada bila bekerja sama.
Memilah ciri oligopoli
Perilaku oligopolis
Oligopolis bisa berperilaku agresif (perang harga) atau kompak (kerja sama/kartel). Perang harga merugikan semua tetapi sering terjadi saat ada pesaing baru. Kartel ilegal di banyak negara karena merugikan konsumen (harga lebih tinggi). Di Indonesia, KPPU mengawasi praktik kartel dan persekongkolan tender.
Latihan: hitung laba dilema
Sekarang uji hitung cepat. Tiap kali kamu menekan tombol soal baru, angkanya berganti secara acak tetapi bisa direproduksi lewat seed.
Jebakan: menyimpulkan oligopolis selalu berperang harga. Yang benar: mereka lebih suka menghindari perang harga karena merugikan semua; perilaku yang lebih umum adalah mengikuti harga pemimpin (price leadership) atau diferensiasi.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Dua maskapai, A dan B, memutuskan apakah mempertahankan harga (kerja sama) atau memotong harga (curang). Bila keduanya kompak, masing-masing untung Rp5 miliar. Bila A curang dan B kompak, A untung Rp8 miliar dan B hanya Rp1 miliar. Bila keduanya curang, masing-masing hanya Rp2 miliar. Jelaskan hasil dari sudut pandang A.
Bila B kompak: A untung Rp5 miliar (kompak) atau Rp8 miliar (curang) โ curang lebih untung. Bila B curang: A untung Rp2 miliar (kompak? tidak, harus curang juga) โ sebenarnya di sini bila A kompak saat B curang, A rugi besar.
Apapun yang B lakukan, A lebih untung curang. Demikian pula B. Maka keduanya curang dan berakhir di Rp2 miliar โ lebih buruk daripada Rp5 miliar saat kompak. Inilah jebakan dilema tahanan.
Jebakan: menyimpulkan oligopoli selalu buruk bagi konsumen. Yang benar: oligopoli bisa mendorong inovasi (persaingan non-harga) dan investasi besar; tetapi bila berujung kartel, harga tinggi merugikan konsumen.
Jebakan: menganggap semua pasar dengan sedikit penjual otomatis oligopoli. Yang benar: perlu ada ketergantungan strategis; bila tiap penjual mengabaikan pesaing, ia bisa jadi monopolistik (banyak, berdiferensiasi).
- Oligopoli = beberapa penjual besar, saling ketergantungan strategis.
- Keputusan satu oligopolis langsung memengaruhi pesaingnya.
- Kartel (kerja sama) ilegal dan rapuh karena godaan curang.
- Dilema tahanan menjelaskan mengapa kerja sama sulit tercapai.
- Contoh: telekomunikasi, rokok, semen โ diawasi KPPU.