Nilai Tukar Rupiah & Pasar Valas
Setelah ini kamu bisa memahami kurs, apresiasi dan depresiasi rupiah, serta dampaknya pada ekspor-impor.
Pada 1998 satu dollar AS setara dua ribu rupiah; kini bisa empat belas ribu lebih. Rupiah melemah lebih dari tujuh kali lipat dalam dua dekade. Bagi pelajar yang ingin beli buku impor, melemah berarti makin mahal. Bagi eksportir kopi, melemah justru untung karena kopi Indonesia lebih murah di mata pembeli asing. Bagaimana satu angka kurs bisa berdampak berlawanan? Coba lihat sendiri di bawah.
Apa itu kurs
Kurs (nilai tukar) adalah harga satu mata uang dalam mata uang lain. Misalnya kurs dollar terhadap rupiah 14.000 berarti satu dollar AS senilai 14.000 rupiah. Kurs ditentukan di pasar valas (valuta asing) oleh permintaan dan penawaran. Apresiasi berarti rupiah menguat (kurs dollar turun, misal 14.000 jadi 13.000). Depresiasi berarti rupiah melemah (kurs dollar naik, misal 13.000 jadi 15.000). Suku bunga acuan BI, inflasi, neraca perdagangan, dan aliran modal asing memengaruhi pergerakan kurs.
Kurs (nilai tukar) adalah harga satu mata uang dinyatakan dalam mata uang lain; ditentukan oleh permintaan-penawaran di pasar valas.
Pasangkan perubahan kurs dengan dampaknya.
Dampak pada perdagangan
Perubahan kurs berdampak berlawanan pada ekspor dan impor. Saat rupiah melemah (depresiasi), barang ekspor Indonesia lebih murah di mata pembeli asing โ ekspor menguntungkan. Tetapi barang impor menjadi lebih mahal โ termasuk bahan baku, obat, dan beras jika diimpor. Akibatnya harga barang impor naik dan bisa memicu inflasi impor. Saat rupiah menguat (apresiasi), sebaliknya: impor murah, ekspor kurang kompetitif. Bagi negara berkembang seperti Indonesia, kurs yang terlalu kuat maupun terlalu lemah sama-sama punya konsekuensi.
Urutkan jejak ekspor saat rupiah melemah.
Pasar valas: permintaan vs penawaran dollar
Lihat pasar valas sebagai bangun.
Bayangkan kurs seperti timbangan antara rupiah dan dollar. Kalau banyak orang mau tukar rupiah jadi dollar (impor, liburan, bayar utang dollar), sisi dollar berat โ rupiah turun. Kalau banyak orang mau tukar dollar jadi rupiah (ekspor, investasi asing masuk), sisi rupiah berat โ rupiah naik. BI kadang ikut โmenekan timbanganโ lewat intervensi agar kurs tidak terlalu liar.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Kurs rupiah berubah dari 14.000 menjadi 15.000 per dollar. Seorang importir mesin senilai 10.000 dollar. Tentukan perubahan kurs (apresiasi/depresiasi) dan selisih biaya mesin dalam rupiah.
Kurs dollar naik dari 14.000 ke 15.000 rupiah, artinya rupiah melemah (depresiasi).
Biaya lama = 10.000 dollar kali 14.000 = 140 juta rupiah. Biaya baru = 10.000 kali 15.000 = 150 juta rupiah.
Importir terbebani tambahan 10 juta rupiah akibat depresiasi rupiah. Impor menjadi lebih mahal saat rupiah melemah.
Jebakan: menganggap pelemahan rupiah selalu buruk. Yang benar: pelemahan merugikan importir dan konsumen, tetapi menguntungkan eksportir karena barang Indonesia lebih murah di mata asing, sehingga devisa masuk bertambah. Bagi negara pengekspor komoditas, pelemahan ringan bisa membantu neraca perdagangan.
Jebakan: menyamakan apresiasi dengan inflasi turun. Yang benar: apresiasi rupiah membuat impor lebih murah (termasuk bahan baku), yang bisa menekan harga. Tapi apresiasi juga membuat ekspor kurang kompetitif sehingga bisa memperlambat pertumbuhan. Hubungan kurs dan inflasi tidak satu arah.
- Kurs = harga satu mata uang dalam mata uang lain, ditentukan pasar valas.
- Apresiasi = rupiah menguat (kurs dollar turun); depresiasi = melemah (kurs dollar naik).
- Rupiah lemah: ekspor untung, impor mahal (bisa picu inflasi impor).
- Rupiah kuat: impor murah, ekspor kurang kompetitif.
- BI bisa intervensi menstabilkan kurs bila terlalu liar.