Keunggulan Komparatif & Absolute Advantage
Setelah ini kamu bisa membedakan keunggulan absolut dan keunggulan komparatif, serta menentukan pola spesialisasi dagang antar negara berdasarkan biaya peluang.
Indonesia lebih efisien dari Jepang dalam memproduksi pakaian, tetapi Jepang lebih efisien dalam memproduksi mobil. Keduanya untung berdagang. Tetapi bagaimana bila Jepang lebih efisien di kedua produk? Apakah masih ada alasan berdagang? David Ricardo menjawab lewat teori keunggulan komparatif. Bagaimana cara menentukan siapa untung? Coba lihat sendiri di bawah.
Apa itu keunggulan absolut
Keunggulan absolut (absolute advantage) terjadi ketika suatu negara dapat memproduksi suatu barang dengan jumlah input lebih sedikit (lebih efisien) dibanding negara lain. Konsep ini diperkenalkan Adam Smith. Contoh: bila Indonesia butuh 2 jam memproduksi 1 kg kopi dan Vietnam 4 jam, Indonesia punya keunggulan absolut di kopi. Keunggulan absolut mudah dilihat dari produktivitas langsung.
Keunggulan absolut adalah kemampuan suatu negara memproduksi barang lebih banyak dengan sumber daya yang sama, atau memproduksi satu unit barang dengan sumber daya lebih sedikit dibanding negara lain.
Apa itu keunggulan komparatif
Keunggulan komparatif (comparative advantage) terjadi ketika suatu negara memproduksi barang dengan biaya peluang lebih rendah dibanding negara lain. Konsep ini dari David Ricardo. Biaya peluang = berapa banyak barang lain yang harus dikorbankan. Inilah inti teori Ricardo: bahkan bila satu negara lebih efisien di semua barang (keunggulan absolut total), kedua negara tetap untung berdagang dengan mengkhususkan diri pada barang dengan biaya peluang terendah.
Bayangkan seorang pengacara yang juga mengetik lebih cepat dari sekretarisnya. Meski unggul mutlak di dua hal, ia sebaiknya fokus beracara karena jam kerjanya paling berharga di situ, dan menyuruh sekretaris mengetik. Spesialisasi berdasar biaya peluang menguntungkan keduanya.
Menghitung biaya peluang
Biaya peluang adalah kunci menentukan keunggulan komparatif. Misal negara A bisa produksi 10 kain atau 20 padi; negara B bisa produksi 5 kain atau 5 padi. Biaya peluang 1 kain di A = 2 padi, di B = 1 padi. Maka B punya keunggulan komparatif di kain (biaya peluang lebih rendah), dan A di padi. Latihan berikut membantumu terbiasa.
Ciri keunggulan komparatif
Keunggulan komparatif tidak selalu sama dengan keunggulan absolut. Suatu negara bisa unggul komparatif meski kalah absolut di kedua produk, asalkan biaya peluangnya lebih rendah. Kamu perlu menandai ciri mana yang menandakan keunggulan komparatif.
Alur spesialisasi dan perdagangan
Agar dagang saling menguntungkan, ada alur tertentu. Pertama, hitung produktivitas tiap negara. Kedua, hitung biaya peluang tiap produk. Ketiga, negara berspesialisasi pada produk dengan biaya peluang terendah. Keempat, kedua negara berdagang dengan harga antara dua biaya peluang. Tahap ini mengubah teori menjadi praktik saling menguntungkan.
Jebakan: menyimpulkan negara yang unggul absolut di semua produk tidak perlu dagang. Yang benar: menurut Ricardo, negara tetap untung berdagang dengan mengkhususkan diri pada produk berbiaya peluang terendah, meski kalah absolut di kedua produk.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Indonesia bisa produksi 100 kain atau 200 padi. Vietnam bisa produksi 50 kain atau 50 padi. Siapa punya keunggulan komparatif di kain?
Indonesia: 1 kain = 200/100 = 2 padi. Vietnam: 1 kain = 50/50 = 1 padi.
Vietnam punya biaya peluang kain lebih rendah (1 padi < 2 padi), sehingga Vietnam punya keunggulan komparatif di kain. Indonesia sebaiknya berspesialisasi di padi.
Jebakan: menyamakan keunggulan absolut dengan komparatif. Yang benar: absolut melihat produktivitas langsung, komparatif melihat biaya peluang; negara bisa kalah absolut di semua produk tetapi tetap punya keunggulan komparatif di satu produk.
Jebakan: menyimpulkan dagang hanya menguntungkan negara maju. Yang benar: menurut Ricardo, kedua negara untung berdagang selama mengkhususkan diri pada produk dengan biaya peluang terendah; negara berkembang juga diuntungkan.
- Keunggulan absolut: produktivitas langsung lebih tinggi (Adam Smith).
- Keunggulan komparatif: biaya peluang lebih rendah (David Ricardo).
- Biaya peluang = barang lain yang dikorbankan untuk produksi satu unit.
- Spesialisasi pada produk berbiaya peluang terendah menguntungkan dagang.
- Bahkan negara unggul absolut di semua produk tetap untung berdagang.