Giro Wajib Minimum & Operasi Pasar Terbuka
Setelah ini kamu bisa menjelaskan giro wajib minimum (GWM) dan operasi pasar terbuka sebagai instrumen moneter untuk mengatur jumlah uang beredar.
Bank umum wajib menyimpan sebagian dana nasabah di bank sentral sebagai cadangan โ itulah GWM. Bila BI menaikkan GWM, bank umum punya lebih sedikit dana untuk dipinjamkan, sehingga uang beredar menyusut. Selain GWM, BI juga bisa beli atau jual surat berharga di pasar untuk menambah atau mengurangi uang. Dua alat ini mengatur pasokan uang tanpa menyentuh bunga acuan. Bagaimana cara kerjanya? Coba pilah di bawah.
Giro wajib minimum (GWM)
GWM adalah kewajiban bank umum menyimpan sebagian dana pihak ketiga sebagai cadangan di bank sentral. Tujuan GWM: menjaga likuiditas perbankan dan mengatur jumlah uang beredar. Bila BI menaikkan GWM, bank umum harus menahan lebih banyak cadangan, sehingga dana yang bisa dipinjamkan berkurang โ uang beredar menyusut. Bila diturunkan, bank punya lebih banyak dana untuk dipinjamkan โ uang beredar bertambah. GWM bekerja lewat multiplier uang: makin kecil rasio GWM, makin besar pengganda penciptaan uang.
Giro wajib minimum (GWM) adalah rasio cadangan wajib bank umum di bank sentral terhadap dana pihak ketiga. Operasi pasar terbuka (OPT) adalah beli-jual surat berharga negara (SBN) oleh bank sentral di pasar untuk mengatur likuiditas.
Pasangkan instrumen dengan mekanismenya.
Operasi pasar terbuka
Pada OPT, bank sentral membeli atau menjual SBN di pasar terbuka. Membeli SBN berarti BI membayar ke bank umum, sehingga uang mengalir masuk ke perbankan โ likuiditas naik, uang beredar bertambah (ekspansif). Menjual SBN berarti bank umum membayar ke BI โ uang keluar dari perbankan, likuiditas turun, uang beredar berkurang (kontraktif). OPT lebih fleksibel daripada GWM karena bisa dilakukan setiap hari dengan nominal kecil.
Susun langkah operasi pasar terbuka.
Multiplier uang dari GWM
Hitung multiplier uang dari rasio GWM.
Bayangkan GWM sebagai katup di pipa uang. Bila katup dipersempit (GWM naik), air (uang) yang bisa mengalir ke pinjaman berkurang. Bila katup dilebarkan (GWM turun), air mengalir lebih deras ke pinjaman, dan multiplier membuat air bertumpuk-tumpuk di sepanjang pipa perbankan. OPT adalah keran tambahan: beli SBN = buka keran (air masuk), jual SBN = tutup keran (air keluar).
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. BI menurunkan GWM dari 10% menjadi 5%. Jelaskan efeknya pada uang beredar.
Multiplier lama = 1/0,10 = 10 kali. Multiplier baru = 1/0,05 = 20 kali. Pengganda uang menjadi dua kali lipat.
Dengan multiplier yang lebih besar, setiap rupiah simpanan menghasilkan lebih banyak uang giral melalui sistem perbankan, sehingga jumlah uang beredar bertambah (kebijakan ekspansif).
Jebakan: menyamakan beli SBN dengan jual SBN. Yang benar: beli SBN oleh BI menambah uang beredar (ekspansif), sedangkan jual SBN mengurangi uang beredar (kontraktif). Arah uang menentukan jenis kebijakan.
Jebakan: menganggap GWM dan OPT berdampak instan. Yang benar: keduanya memengaruhi multiplier dan likuiditas, lalu menjalar ke kredit dan output lewat lag. Efek penuh baru terasa setelah beberapa bulan.
- GWM = cadangan wajib bank umum di bank sentral.
- Naikkan GWM โ uang beredar berkurang; turunkan โ bertambah.
- OPT: beli SBN menambah uang (ekspansif); jual SBN mengurangi (kontraktif).
- Multiplier uang = 1/r (r = rasio GWM).
- Kedua instrumen menjalar lewat lag, bukan instan.