Menghitung Elastisitas Harga
Setelah ini kamu bisa menghitung koefisien elastisitas harga dengan rumus busur dan mengklasifikasikannya menjadi elastis, inelastis, atau uniter.
Tahun lalu harga kopi naik dari Rp15.000 ke Rp18.000, dan penjualan turun dari 200 cangkir ke 160 cangkir. Seberapa peka konsumen kopi terhadap harga? Untuk menjawabnya, kamu perlu menghitung koefisien elastisitas. Coba geser dua titik di kurva di bawah dan amati perhitungannya berubah.
Mengapa perlu rumus busur
Cara paling sederhana menghitung Ed adalah membagi persen perubahan kuantitas dengan persen perubahan harga. Tetapi bila kamu menghitung %ฮ dari titik awal vs dari titik akhir, hasilnya berbeda. Untuk menghindari ambiguitas, ekonom memakai rumus busur (midpoint): persen dihitung dari titik tengah.
Rumus busur (midpoint) menghitung elastisitas dengan memakai titik tengah sebagai dasar persentase, sehingga hasil sama tak peduli arah perhitungan (dari awal ke akhir atau sebaliknya).
Rumus busur menjadikan Ed konstan untuk sepasang titik tertentu โ sebuah keunggulan saat menghitung elastisitas pada segmen kurva.
Rumus busur dan perhitungan
Arti tiap simbol: Ed = koefisien elastisitas (nilai mutlak); Q1, Q2 = kuantitas awal dan akhir; P1, P2 = harga awal dan akhir; pembilang = %ฮQ; penyebut = %ฮP.
Bayangkan kamu mengukur panjang busur antara dua titik dengan penggaris dari tengah, bukan dari ujung. Hasilnya adil untuk kedua titik โ itulah inti rumus busur.
Klasifikasi dari nilai Ed
Setelah Ed dihitung, klasifikasikan: Ed > 1 elastis (kuantitas peka), Ed < 1 inelastis (kuantitas tidak peka), Ed = 1 uniter (perubahan proporsional). Klasifikasi ini menentukan strategi harga produsen.
Latihan: hitung Ed rumus busur
Sekarang uji hitung cepat. Tiap kali kamu menekan tombol soal baru, angkanya berganti secara acak tetapi bisa direproduksi lewat seed.
Jebakan: menghitung persen dari titik awal saja (bukan titik tengah). Yang benar: rumus busur memakai titik tengah sebagai dasar persen, sehingga Ed simetris untuk dua arah perhitungan.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Harga kopi naik dari Rp15.000 ke Rp18.000, kuantitas turun dari 200 ke 160 cangkir. Hitung Ed dengan rumus busur dan klasifikasikan.
%ฮQ = (160 โ 200) / ((160 + 200)/2) = โ40 / 180 โ โ0,2222. %ฮP = (18.000 โ 15.000) / ((18.000 + 15.000)/2) = 3.000 / 16.500 โ 0,1818.
Ed = |%ฮQ / %ฮP| = 0,2222 / 0,1818 โ 1,22. Karena Ed > 1, permintaan kopi elastis โ kenaikan harga relatif besar memperkecil pendapatan.
Jebakan: lupa memakai nilai mutlak untuk Ed. Yang benar: karena hubungan harga-kuantitas berbanding terbalik, Ed mentah negatif; pakai nilai mutlak agar Ed positif dan mudah dibandingkan dengan 1.
Jebakan: menyamakan elastisitas harga permintaan dengan elastisitas penawaran. Yang benar: keduanya pakai rumus serupa, tetapi tanda perubahan berbeda โ penawaran biasanya searah (Ed positif mentah), permintaan berbanding terbalik (Ed negatif mentah).
- Rumus busur: Ed = (%ฮQ) / (%ฮP), %ฮ dihitung dari titik tengah.
- Rumus busur simetris: hasil sama untuk dua arah perhitungan.
- Ed > 1 elastis; Ed < 1 inelastis; Ed = 1 uniter.
- Gunakan nilai mutlak agar Ed positif.
- Klasifikasi Ed menentukan strategi harga dan dampak ke pendapatan.