Langsung ke isi
Lyra
Biologi · Kelas 11–12 · Fase F · 7 menit baca

Transportasi Aktif: Pompa & Endositosis

Setelah ini kamu bisa menjelaskan transpor aktif (pompa Na/K, endositosis, eksositosis) yang butuh energi ATP.

Setiap kali sel sarafmu memicu impuls, jutaan ion natrium masuk. Untuk kembali siap, sel harus memompa ion itu keluar lagi — melawan gradien, dari yang sedikit ke yang banyak. Ini seperti mendorong bola ke atas bukit: butuh energi. Itulah transpor aktif — perpindahan zat melawan gradien konsentrasi dengan memakai energi ATP. Tanpa pompa ini, saraf akan kehilangan kemampuan menyala; tanpa endositosis, sel kekebalan tak bisa “menelan” bakteri. Coba pilah ciri transpor pasif vs aktif di bawah.

Seret tiap ciri ke kelompok yang sesuai, lalu tekan Periksa.

Pompa transpor aktif

Transpor aktif adalah perpindahan zat melawan gradien konsentrasi (dari rendah ke tinggi) yang membutuhkan energi ATP. Contoh utama adalah pompa natrium-kalium (Na⁺/K⁺) pada membran sel saraf dan otot — memompa 3 Na⁺ keluar dan 2 K⁺ masuk pada setiap siklus, melawan gradien, menggunakan satu ATP. Pompa ini menjaga potensial istirahat sel saraf. Pompa proton di lambung memompa H⁺ untuk membuat asam lambung; pompa Ca²⁺ di otot mengatur kontraksi.

Transpor aktif adalah perpindahan zat melawan gradien konsentrasi yang membutuhkan energi (biasanya ATP). Pompa Na⁺/K⁺ adalah pompa utama sel hewan yang memompa 3 Na⁺ keluar dan 2 K⁺ masuk tiap ATP yang dipecah.

Pasangkan jenis transpor aktif dengan contohnya.

Endositosis dan eksositosis

Untuk partikel besar (protein, bakteri, droplet), sel memakai vesikula — kantong membran. Endositosis adalah membran “menelan” partikel dari luar, membentuk vesikula ke dalam sitoplasma. Tiga jenis: fagositosis (“sel makan” partikel padat, mis. sel darah putih menelan bakteri), pinositosis (“sel minum” droplet cairan), dan endositosis diperantarai reseptor (spesifik untuk molekul tertentu). Kebalikkannya eksositosis — vesikula bergabung dengan membran plasma, melepaskan isinya ke luar (mis. pelepasan hormon, neurotransmiter).

Pilah jenis transpor yang termasuk pompa atau vesikula.

Lihat pompa Na/K sebagai bangun.

Bayangkan transpor pasif seperti menggelindingkan bola menuruni bukit — tidak butuh tenaga, bola bergerak sendiri ke lembah. Transpor aktif seperti mendorong bola naik kembali ke puncak bukit — butuh tenaga (ATP). Endositosis seperti sel “menelan” bakteri dengan mulut membran; eksositosis seperti sel “memuntahkan” hormon. Semua transpor aktif butuh tenaga, sebagaimana hidup itu sendiri.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Seorang makrofag (sel kekebalan) menelan bakteri yang masuk ke tubuh. Jenis transpor apa yang terjadi?

Makrofag “menelan” bakteri padat — ini ciri fagositosis, jenis endositosis.

Endositosis adalah transpor aktif (butuh energi untuk membentuk vesikula, melawan gradien karena menumpuk partikel).

Proses itu adalah fagositosis (jenis endositosis), termasuk transpor aktif yang butuh energi ATP untuk membentuk vesikula fagosom.

Jebakan: menyamakan kontranspor (simporter) dengan transpor pasif murni. Yang benar: kontransport seperti simporter glukosa-Na⁺ memakai gradien Na⁺ sebagai “baterai” — secara tidak langsung butuh energi pompa Na/K yang menjaga gradien itu. Termasuk kategori transpor aktif sekunder.

Jebakan: menganggap endositosis hanya untuk cairan. Yang benar: endositosis punya tiga jenis — fagositosis (padat seperti bakteri), pinositosis (cairan), dan endositosis diperantarai reseptor (spesifik molekul). Fagositosis khas sel-sel kekebalan.

  • Transpor aktif: melawan gradien, butuh energi ATP.
  • Pompa Na/K: 3 Na keluar, 2 K masuk tiap ATP.
  • Endositosis: fagositosis (padat), pinositosis (cair), diperantarai reseptor.
  • Eksositosis: pelepasan zat dari dalam sel (hormon, neurotransmiter).
  • Pompa dan vesikula adalah dua mekanisme utama transpor aktif.