Langsung ke isi
Lyra
Biologi · Kelas 11–12 · Fase F · 7 menit baca

Rantai Transpor Elektron & Fosforilasi Oksidatif

Setelah ini kamu bisa menjelaskan fosforilasi oksidatif di membran dalam mitokondria yang menghasilkan ATP terbanyak dengan oksigen sebagai akseptor akhir.

Dari satu glukosa, glikolisis dan siklus Krebs hanya menghasilkan sedikit ATP. Sebagian besar ATP justru dihasilkan di tahap akhir: rantai transpor elektron di membran dalam mitokondria. Di sini, NADH dan FADH₂ menyerahkan elektronnya lewat serangkaian protein, memompa proton membentuk gradien, dan menggerakkan ATP sintase. Tanpa oksigen, aliran elektron terhenti — dan begitulah kita tidak bisa hidup tanpa bernapas. Bagaimana oksigen berperan? Coba pilah di bawah.

Baca tiap peristiwa, lalu pilah yang termasuk peran komponen rantai transpor elektron, kemudian tekan Periksa.

Tempat dan peran rantai transpor elektron

Rantai transpor elektron berlangsung di membran dalam mitokondria. NADH dan FADH₂ dari glikolisis dan siklus Krebs menyerahkan elektronnya ke serangkaian protein pembawa. Saat elektron mengalir, energi yang dibebaskan dipakai untuk memompa proton (H⁺) dari matriks ke ruang antar membran, membentuk gradien proton. Gradien ini menggerakkan ATP sintase yang menghasilkan ATP — tahap ini disebut fosforilasi oksidatif.

Rantai transpor elektron adalah serangkaian protein di membran dalam mitokondria yang mengalirkan elektron dari NADH/FADH₂ ke oksigen. Fosforilasi oksidatif adalah pembuatan ATP oleh ATP sintase yang digerakkan gradien proton hasil rantai transpor.

Pasangkan komponen dengan perannya.

Peran oksigen

Oksigen adalah akseptor elektron akhir di rantai transpor. Elektron yang sudah mengalir lewat semua kompleks akhirnya bergabung dengan oksigen dan proton membentuk air (H₂O). Tanpa oksigen, elektron menumpuk di akhir rantai, pompa proton berhenti, gradien hilang, dan ATP sintase tidak berputar. Itulah sebabnya oksigen sangat penting bagi respirasi aerob.

Sorot ciri fosforilasi oksidatif.

Mengapa ATP dihasilkan paling banyak

Saat proton mengalir balik ke matriks lewat ATP sintase, energi itu dipakai memutar enzim yang merangkai ADP dan Pi menjadi ATP. Karena tiap NADH dapat memompa banyak proton dan tiap glukosa menghasilkan banyak NADH, ATP yang terbentuk jumlahnya besar (sekitar 30-an ATP per glukosa). Fosforilasi oksidatif ini menghasilkan jauh lebih banyak ATP daripada glikolisis atau siklus Krebs.

Susun urutan aliran elektron.

Bayangkan rantai transpor elektron seperti pembangkit listrik tenaga air. NADH dan FADH₂ adalah muatan batu bara yang dibawa ke puncak. Elektron mengalir lewat turbin (kompleks protein) sambil memompa air (proton) naik ke reservoir (ruang antar membran). Saat air mengalir turun lewat kincir (ATP sintase), listrik dihasilkan (ATP). Oksigen adalah “sumur” di dasar yang menampung air agar aliran tak macet — tanpa oksigen, seluruh sistem terhenti.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Mengapa sianida yang meracuni rantai transpor elektron berakibat fatal?

Sianida menghambat kompleks terakhir yang menyerahkan elektron ke oksigen, sehingga aliran elektron terhenti.

Tanpa aliran elektron, pompa proton berhenti, gradien hilang, dan ATP sintase tidak berputar. Produksi ATP ambruk, sel kekurangan energi, dan organ vital gagal.

Jebakan: menganggap oksigen hanya sebagai “bahan bakar” respirasi. Yang benar: oksigen tidak menjadi bahan bakar (glukosa yang dibakar), tetapi sebagai akseptor elektron akhir yang menarik elektron lewat rantai. Tanpa oksigen, elektron menumpuk dan seluruh rantai terhenti — makanya kita mati tanpa oksigen.

Jebakan: menyamakan fosforilasi oksidatif dengan glikolisis. Yang benar: glikolisis menghasilkan sedikit ATP lewat substrat level di sitoplasma. Fosforilasi oksidatif menghasilkan ATP terbanyak lewat ATP sintase yang digerakkan gradien proton di membran dalam mitokondria.

  • Transpor elektron di membran dalam mitokondria.
  • NADH dan FADH₂ menyumbang elektron.
  • Pompa proton membentuk gradien, ATP sintase buat ATP.
  • Oksigen adalah akseptor elektron akhir → jadi air.
  • Menghasilkan ATP terbanyak (fosforilasi oksidatif).