Peran Protista: Plasmodium & Ganggang
Setelah ini kamu bisa menyebutkan peran protista yang menguntungkan dan merugikan, serta menjelaskan siklus Plasmodium penyebab malaria.
Saat kamu menghirup oksigen, kira-kira setengahnya berasal dari makhluk renik di lautan yang berfotosintesis: fitoplankton, sebagian adalah protista. Namun protista juga ada yang mematikan โ Plasmodium, protista bersel satu yang ditularkan nyamuk Anopheles, setiap tahun menjangkiti ratusan juta orang dengan malaria. Bagaimana satu kingdom bisa mengandung dua peran yang bertolak belakang? Coba susun siklus Plasmodium sendiri di bawah.
Peran protista yang menguntungkan
Banyak protista sangat berguna bagi kehidupan. Fitoplankton (diatom, dinoflagelata) melakukan fotosintesis dan menyumbang sekitar separuh oksigen atmosfer Bumi, sekaligus menjadi dasar rantai makanan laut. Rumput laut merah (Eucheuma) dimanfaatkan untuk agar-agar. Spirulina meskipun sebenarnya bakteri, sering dibahas bersama ganggang sebagai sumber protein. Protozoa tanah mendaur ulang bahan organik, dan beberapa protozoa di usus hewan memantu pencernaan serat.
Fitoplankton adalah organisme fotosintetik mikroskopis yang melayang di permukaan perairan; sebagian besarnya adalah protista (diatom, dinoflagelata) dan menjadi penghasil oksigen utama Bumi.
Agar kamu hafal perannya, pasangkan sendiri protista dengan manfaatnya.
Peran protista yang merugikan
Protista patogen terutama dijumpai pada protozoa. Plasmodium menyebabkan malaria dan ditularkan nyamuk Anopheles. Entamoeba histolytica menyebabkan disentri amuba melalui makanan/minuman tercemar. Trypanosoma menyebabkan penyakit tidur yang ditularkan lalat tsetse. Trichomonas vaginalis menyebabkan keputihan patologis. Selain patogen, ada juga protista yang merugikan secara ekologis: blooming ganggang (mis. dinoflagelata beracun) menghasilkan red tide yang membunuh ikan.
Siklus hidup Plasmodium
Plasmodium memiliki siklus hidup yang membagi waktu antara nyamuk Anopheles dan manusia. Saat nyamuk menggigit, sporozoit disuntikkan ke darah manusia, lalu menuju hati. Di hati terjadi skizogoni hati yang menghasilkan merozoit. Merozoit menginfeksi sel darah merah, di sana terjadi skizogoni eritrositer, sehingga muncul demam berkala. Sebagian merozoit berubah menjadi gametosit. Saat nyamuk menggigit penderita, gametosit ikut terhisap; di usus nyamuk terjadi fertilasi menjadi zigot, lalu ookinet, ookista, dan sporogoni yang menghasilkan sporozoit baru di kelenjar ludah nyamuk.
Siklus Plasmodium seperti dua pabrik bergantian: pabrik hati dan sel darah manusia memperbanyak merozoit, sedangkan pabrik usus nyamuk memproduksi sporozoit. Memutus satu pabrik saja (mis. obat anti-malaria atau kelambu) sudah menurunkan penyebaran malaria.
Pertumbuhan fitoplankton
Pertumbuhan fitoplankton dipengaruhi cahaya, nutrien, dan suhu. Saat nutrien melimpah, populasi dapat tumbuh cepat (blooming). Namun di lingkungan miskin nutrien, pertumbuhan melambat. Amati kurva pertumbuhan berikut.
Skizogoni eritrositer menghasilkan banyak merozoit dari satu skizon. Hitung sendiri jumlahnya.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Jelaskan tiga cara pengendalian malaria berdasarkan tahap siklus Plasmodium.
Kelambu berinsektisida dan repellent mencegah sporozoit masuk ke tubuh manusia.
Mengeringkan genangan air dan larvasida menurunkan populasi Anopheles sehingga siklus sporogoni di nyamuk terputus.
Obat anti-malaria membunuh merozoit di hati dan darah, sehingga gametosit tidak terbentuk dan penularan ke nyamuk berikutnya terhenti.
Jebakan: menyebut nyamuk Aedes sebagai vektor malaria. Yang benar: malaria ditularkan nyamuk Anopheles; Aedes aegypti menularkan dengue.
Jebakan: menganggap semua protista merugikan. Yang benar: banyak protista menguntungkan โ fitoplankton penghasil oksigen, rumput laut untuk agar, protozoa tanah pengurai.
- Peran menguntungkan: fitoplankton (oksigen), Eucheuma (agar), protozoa tanah (pengurai).
- Peran merugikan: Plasmodium (malaria), Entamoeba (disentri), Trypanosoma (penyakit tidur).
- Vektor malaria: nyamuk Anopheles betina.
- Siklus Plasmodium: sporozoit (manusia) โ merozoit โ gametosit โ zigot/ookista (nyamuk) โ sporozoit.
- Pencegahan: kelambu, larvasida, dan obat anti-malaria.