Cacing Pipih & Cacing Gilig
Setelah ini kamu bisa membedakan Platyhelminthes (cacing pipih) dari Nematoda (cacing gilig) dan menyebut cacing patogennya.
Cacing pita bisa tumbuh hingga belasan meter di usus manusia, menyerap sari makanan dari inangnya. Cacing perut (Ascaris) hidup bebas di usus dan menyebabkan malnutrisi pada anak. Keduanya adalah cacing โ tetapi yang satu pipih seperti pita, yang lain bulat panjang seperti benang. Bagaimana keduanya berbeda dan mengapa beberapa jadi patogen? Coba pilah sendiri di bawah.
Platyhelminthes (cacing pipih)
Platyhelminthes berarti โcacing pipihโ. Tubuhnya pipih seperti pita atau lembaran, aselomata (tidak punya rongga tubuh โ padat), dan simetri bilateral. Sistem pencernaan tidak lengkap: hanya ada mulut (faring) tanpa anus, sehingga sisa makanan dikeluarkan lewat mulut yang sama. Sebagian besar Platyhelminthes bersifat hermafrodit (satu individu memiliki kelamin jantan dan betina). Banyak yang parasit, tetapi ada yang hidup bebas (Planaria).
Platyhelminthes adalah cacing pipih aselomata dengan simetri bilateral dan pencernaan tidak lengkap. Nematoda adalah cacing gilig (silindris) dengan pseudoselom dan pencernaan lengkap.
Kelas-kelas Platyhelminthes: (1) Turbellaria โ hidup bebas di air tawar/laut, contoh Planaria; (2) Trematoda โ parasit dengan alat isap, contoh cacing hati (Fasciola) pada sapi; (3) Cestoda โ parasit pita tanpa pencernaan, menyerap makanan lewat kulit, tubuh beruas-ruas (proglotid), contoh Taenia (cacing pita sapi dan ikan).
Nematoda (cacing gilig)
Nematoda berarti โbenangโ โ tubuhnya bulat panjang silindris seperti benang, ujung meruncing. Nematoda adalah pseudoselomata (memiliki rongga tubuh semu yang tidak sepenuh timbul dari mesoderm). Sistem pencernaan lengkap: ada mulut dan anus terpisah. Permukaan tubuh dilapisi kutikula tebal yang melindungi dari enzim inang. Banyak Nematoda parasit pada manusia, hewan, dan tumbuhan; sebagian lagi hidup bebas di tanah.
Pasangkan cacing patogen dengan penyakitnya.
Siklus hidup Taenia (cacing pita)
Taenia saginata (cacing pita sapi) memiliki siklus hidup dua inang. Manusia adalah inang definitif (cacing dewasa di usus manusia). Sapi adalah inang intermediate โ telur cacing dari manusia masuk ke sapi lewat makanan, menetas menjadi larva (sistiserkus) yang tertanam di otot sapi. Manusia terinfeksi bila memakan daging sapi yang kurang matang berisi sistiserkus. Cacing dewasa bisa tumbuh hingga 10-15 meter di usus manusia, menyerap sari makanan inangnya.
Pilah contoh ke kelas Platyhelminthes.
Lihat bentuk cacing pipih dan gilig.
Hitung proglotid taenia.
Bayangkan cacing pita seperti kereta api yang sangat panjang โ tiap gerbong adalah satu proglotid yang berisi alat kelamin lengkap. Gerbong paling tua (di ekor) berisi telur matang yang siap dipisahkan dan keluar bersama tinja inang. Cacing gilig seperti spageti hidup โ silindris, licin dengan kutikula, dan bergerak dengan menekuk-menekuk tubuh.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Seorang anak menderita kaki gajah (elefantiasis). Cacing apakah penyebabnya dan melalui apa ia ditularkan?
Kaki gajah (elefantiasis) disebabkan oleh Wuchereria bancrofti โ cacing filaria yang menyumbat sistem limfa.
Wuchereria bancrofti ditularkan lewat gigitan nyamuk (Culex, Aedes, Anopheles) yang membawa larva cacing.
Penyebabnya adalah Wuchereria bancrofti (Nematoda) yang ditularkan lewat gigitan nyamuk. Pencegahan: hindah gigitan nyamuk (kelambu, obat nyamuk).
Jebakan: menyebut Taenia saginata ditularkan langsung dari manusia ke manusia. Yang benar: Taenia perlu inang intermediate (sapi) โ manusia terinfeksi lewat daging sapi kurang matang yang berisi larva sistiserkus.
Jebakan: menyamakan cacing pita dengan cacing perut. Yang benar: cacing pita (Taenia) adalah Platyhelminthes pipih beruas; cacing perut (Ascaris) adalah Nematoda bulat silindris. Dua filum berbeda.
- Platyhelminthes: pipih, aselomata, simetri bilateral, pencernaan tidak lengkap, hermafrodit.
- Kelas: Turbellaria (Planaria bebas), Trematoda (Fasciola parasit), Cestoda (Taenia pita).
- Nematoda: gilig silindris, pseudoselom, pencernaan lengkap, kutikula pelindung.
- Patogen: Ascaris (perut), Enterobius (kremi), Wuchereria (filaria/kaki gajah).
- Taenia: dua inang โ manusia (definitif), sapi (intermediate); lewat daging kurang matang.