Langsung ke isi
Lyra
Biologi ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca

Pencemaran Lingkungan dari Kacamata Biologi

Setelah ini kamu bisa meninjau polusi air, udara, dan tanah beserta dampaknya pada makhluk hidup dan bioindikatornya.

Sungai yang dulu penuh ikan kini jadi hitam berbau, ikan mati mengambang. Hutan industri menutupi langit kota dengan asap coklat. Tanah pertanian terkontaminasi pestisida hingga mikroorganisme tanah hilang. Inilah pencemaran lingkungan โ€” masuknya zat berbahaya melebihi daya dukung alam. Dari kacamata biologi, pencemaran bukan hanya soal kimia; ia soal makhluk hidup yang diracuni, ekosistem yang rusak, dan kepunahan. Bioindikator seperti lichen dan larva serangga menunjukkan tingkat pencemaran. Coba pilah di bawah.

Baca tiap kasus, lalu pilah jenis pencemarannya, kemudian tekan Periksa.

Jenis pencemaran

Pencemaran dikelompokkan berdasarkan medium: air, udara, dan tanah. Pencemaran air: limbah industri, domestik, pertanian; tumpahan minyak; eutrofikasi (pupuk berlebih); logam berat (Hg, Pb, Cd). Pencemaran udara: gas buang kendaraan dan pabrik (CO, SOโ‚‚, NOโ‚“, PM), asap pembakaran terbuka, CFC. Pencemaran tanah: pestisida dan herbisida, sampah anorganik (plastik, kaca), limbah B3, dan limbah nuklir. Sering kali ketiganya saling terkait: polusi udara jatuh ke tanah dan air; polusi tanah larut ke air tanah. Pendekatan ekosistem menyeluruh diperlukan.

Pencemaran adalah masuknya zat atau energi ke lingkungan melebihi kadar normal sehingga membahayakan makhluk hidup. Bioakumulasi adalah penumpukan zat beracun (logam berat, pestisida) dalam jaringan tubuh organisme dari lingkungan. Biomagnifikasi adalah peningkatan konsentrasi zat beracun sepanjang rantai makanan (predator puncak paling teracuni). Eutrofikasi adalah peledakan alga akibat nutrisi (N, P) berlebih di perairan, menyebabkan oksigen turun dan ikan mati. Bioindikator adalah organisme yang keberadaan/kondisinya menunjukkan kualitas lingkungan.

Pasangkan polutan dengan dampak biologisnya.

Bioakumulasi dan biomagnifikasi

Beberapa polutan tidak bisa dikeluarkan tubuh, sehingga menumpuk dari waktu ke waktu โ€” inilah bioakumulasi. Logam berat (merkuri, timbal, kadmium) dan pestisida organoklorin (DDT) adalah contoh klasik. Tragedi Minamata Jepang: pabrik plastik membuang merkuri ke teluk, ikan menumpuk merkuri, warga yang makan ikan menderita kerusakan syaraf parah. Biomagnifikasi: konsentrasi polutan meningkat sepanjang rantai makanan. Zooplankton sedikit teracuni, ikan kecil lebih, ikan besar lebih lagi, predator puncak (burung, manusia) paling teracuni. DDT membuat cangkang telur burung pemangsa tipis dan gagal menetas โ€” kasus klasik Rachel Carson (Silent Spring, 1962).

Sorot ciri eutrofikasi.

Bioindikator dan penanganan

Bioindikator adalah organisme yang menunjukkan kualitas lingkungan. Lichen sensitif terhadap SOโ‚‚ โ€” keberadaannya menandakan udara bersih. Larva Ephemeroptera (layang-layang) hanya di air bersih; larva Chironomus di air kotor. Cacing Tubifex indikator pencemaran organik berat. Penanganan pencemaran: pencegahan (teknologi bersih, daur ulang), remediasi (bioremidiasi dengan mikroba, fitoremediasi dengan tanaman penyerap), regulasi (baku mutu limbah, sanksi), dan edukasi. Pendekatan ekosistem: jangan hanya bersihkan satu medium (air) tapi sumber (industri, pertanian, sampah) menyeluruh.

Susun langkah terjadinya eutrofikasi.

Bayangkan ekosistem seperti tubuh makhluk hidup. Pencemaran adalah racun yang masuk. Bioakumulasi seperti merkuri yang menumpuk di organ tertentu (otot ikan) โ€” tak langsung mematikan tapi terakumulasi. Biomagnifikasi seperti racun yang naik ke puncak rantai makanan โ€” predator puncak (manusia, elang) kena paling parah. Eutrofikasi seperti obesitas ekosistem โ€” terlalu banyak nutrisi sampai sistem jebol dan โ€œserangan jantungโ€ (oksigen habis). Bioindikator seperti dokter yang memeriksa gejala โ€” lichen sehat berarti ekosistem sehat, lichen hilang berarti ada masalah.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Mengapa predator puncak paling terancam biomagnifikasi DDT?

DDT larut lemak dan tidak bisa dikeluarkan tubuh. Zooplankton menyerap sedikit DDT dari air; ikan kecil makan banyak zooplankton, menumpuk lebih banyak DDT; ikan besar makan banyak ikan kecil, konsentrasinya naik lagi. Tiap langkah rantai makanan, konsentrasi DDT berlipat 10 kali atau lebih.

Burung pemangsa puncak (elang, pelikan) makan ikan besar dengan konsentrasi DDT tertinggi. DDT mengganggu enzim kalsium, membuat cangkang telur tipis dan pecah saat dierami. Populasi burung jatuh drastis. Karena itu DDT dilarang di banyak negara setelah buku Silent Spring (1962) Rachel Carson membeberkan dampaknya.

Jebakan: menyamakan bioakumulasi dengan biomagnifikasi. Yang benar: bioakumulasi adalah penumpukan zat dalam tubuh SATU organisme dari lingkungan (ikan menyerap merkuri dari air selama bertahun-tahun). Biomagnifikasi adalah peningkatan konsentrasi sepanjang RANTAI MAKANAN (zooplankton < ikan kecil < ikan besar < predator puncak). Bioakumulasi terjadi per individu; biomagnifikasi terjadi lintas tingkat trofik. Keduanya sering bersama: ikan besar bioakumulasi selama hidup, lalu predator makan banyak ikan sehingga biomagnifikasi tinggi.

Jebakan: menganggap eutrofikasi baik karena โ€œbanyak nutrisiโ€. Yang benar: eutrofikasi berlebih justeru bencana. Nutrisi berlebih memicu ledakan alga yang menutupi permukaan, lalu alga mati dan diurai bakteri yang menghabiskan oksigen. Akibatnya ikan dan biota mati lemas, air berbau, dan ekosistem runtuh. Eutrofikasi adalah contoh klasik โ€œterlalu banyak hal baik jadi burukโ€ dalam ekologi.

  • Pencemaran: air, udara, tanah โ€” saling terkait.
  • Bioakumulasi: racun menumpuk dalam tubuh organisme.
  • Biomagnifikasi: racun meningkat sepanjang rantai makanan.
  • Eutrofikasi: pupuk berlebih โ†’ alga bloom โ†’ oksigen habis โ†’ ikan mati.
  • Bioindikator: lichen (udara), larva serangga (air) menunjukkan kualitas.