Langsung ke isi
Lyra
Biologi ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca

Bayi Tabung & Fertilisasi In Vitro

Setelah ini kamu bisa menjelaskan tahapan prosedur bayi tabung ( IVF ) dan kapan teknik ini dipakai sebagai solusi infertilitas.

Sejak bayi tabung pertama Louise Brown lahir 1978 di Inggris, jutaan bayi telah lahir lewat fertilisasi in vitro ( IVF ). Teknik ini mempertemukan sel telur dan sperma di cawan laboratorium, bukan di tuba. IVF menjadi harapan bagi pasangan yang sulit punya anak karena saluran telur tersumbat, kualitas sperma rendah, atau sebab medis lain. Coba pilah sendiri tahapannya di bawah.

Baca tiap pernyataan, lalu pilah apakah tahapan prosedur IVF yang benar, kemudian tekan Periksa.

Apa itu IVF

Fertilisasi in vitro ( IVF ) adalah teknik bantu reproduksi di mana sel telur dan sperma dipertemukan di luar tubuh, di cawan laboratorium. Kata in vitro berarti dalam kaca, merujuk pada cawan biologi. Setelah terbentuk embrio, embrio ditanam ( transfer ) ke rahim ibu untuk tumbuh menjadi kehamilan normal. IVF ditempuh ketika fertilisasi alami tidak terjadi karena hambatan seperti saluran telur tersumbat, endometriosis, kualitas sperma rendah, atau sebab tidak diketahui. Hasilnya disebut bayi tabung karena fertilisasi terjadi di luar tubuh, di cawan ( tabung ).

Fertilisasi in vitro ( IVF ) adalah teknik reproduksi bantu di mana sel telur dan sperma dipertemukan di luar tubuh, di cawan laboratorium. Embrio adalah hasil pembelahan zigot dalam beberapa hari pertama setelah fertilisasi. Transfer embrio adalah penanaman embrio ke rahim untuk tumbuh menjadi kehamilan. Infertilitas adalah ketidakmampuan pasangan membuahkan kehamilan setelah setahun hubungan tanpa kontrasepsi.

Tahapan prosedur IVF

Prosedur IVF melibatkan beberapa tahap terkontrol. Pertama, stimulasi ovulasi: ibu disuntik hormon ( FSH, LH ) agar indung telur menghasilkan beberapa sel telur sekaligus, bukan satu seperti siklus biasa. Kedua, pengambilan sel telur ( ovum pick-up ): dokter mengambil sel telur matang lewat jarum halus dipandu ultrasonografi. Ketiga, fertilisasi: di laboratorium, sel telur dipertemukan dengan sperma ( konvensional ) atau disuntik sperma langsung ke sitoplasma ( ICSI ) bila kualitas sperma buruk. Keempat, transfer embrio: setelah 3-5 hari, embrio sehat dipindahkan ke rahim ibu. Sisa embrio bisa dibekukan untuk percobaan berikutnya.

Pasangkan istilah IVF dengan artinya.

Kapan IVF dipakai dan etikanya

IVF dipakai bila penyebab infertilitas tidak bisa diatasi dengan cara sederhana. Indikasi umum: saluran telur tersumbat, endometriosis berat, kualitas sperma sangat rendah, atau infertilitas tanpa sebab jelas setelah perawatan lain. Pertimbangan medis: keberhasilan IVF bergantung usia ibu ( makin muda, makin tinggi ), jumlah dan kualitas embrio, serta kesehatan rahim. Pertimbangan etika: sisa embrio yang tidak ditransfer menimbulkan pertanyaan ( dibekukan, didonasikan, atau dibuang ), dan seleksi embrio berdasarkan genetik ( PGD ) memicu perdebatan. Di banyak negara termasuk Indonesia, regulasi IVF mengikuti norma medis dan etika.

Sorot ciri fertilisasi in vitro.

Bayangkan fertilisasi alami seperti pertemuan sperma dan sel telur di jalan ( saluran telur ). IVF adalah pertemuan yang dijadwalkan di sebuah kafe ( cawan laboratorium ) dengan dokter sebagai perantara. Setelah berkenalan di kafe dan membentuk embrio, embrio diantar pulang ( transfer ke rahim ) untuk tinggal dan tumbuh di sana. Kafe itu bukan mengganti rumah ( rahim tetap tempat tumbuh ), hanya membantu pertemuan awal bila jalanan tersumbat.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Urutkan tahap prosedur IVF dari awal sampai transfer embrio.

Susun langkah prosedur IVF.

Ibu menerima suntikan hormon ( FSH, LH ) selama sekitar 10 hari untuk merangsang indung telur mengembangkan beberapa folikel sekaligus. Setelah telur matang, dokter mengambilnya lewat jarum halus dipandu ultrasonografi transvaginal. Tahap ini menghasilkan beberapa sel telur siap dibuahi.

Sel telur dipertemukan dengan sperma di cawan inkubator ( atau disuntik sperma langsung ke sitoplasma pada ICSI ). Setelah 3-5 hari, terbentuk embrio sehat. Satu atau dua embrio terbaik ditransfer ke rahim ibu dengan kateter halus. Bila menempel di dinding rahim, terjadilah kehamilan. Sisa embrio dapat dibekukan untuk percobaan berikutnya.

Jebakan: menyamakan IVF dengan kloning. Yang benar: IVF adalah fertilisasi ( peleburan sperma dan sel telur ) di luar tubuh โ€” menghasilkan embrio unik dengan materi genetik dari dua orang tua. Kloning adalah membuat salinan genetik identik dari satu induk ( seperti Dolly ). IVF masih melibatkan reproduksi seksual normal, hanya dipindahkan ke laboratorium. Kloning adalah reproduksi aseksual tingkat sel.

Jebakan: menganggap bayi tabung tumbuh di tabung sampai lahir. Yang benar: fertilisasi saja yang terjadi di cawan ( tabung ) laboratorium. Setelah terbentuk embrio ( 3-5 hari ), embrio ditransfer ke rahim ibu dan tumbuh normal di sana selama sembilan bulan, seperti kehamilan biasa. Tabung hanya membantu tahap awal pertemuan sperma dan sel telur.

  • IVF: fertilisasi sel telur dan sperma di cawan laboratorium.
  • Tahap: stimulasi, pengambilan telur, fertilisasi, transfer embrio.
  • ICSI: suntik sperma langsung ke sitoplasma untuk kualitas sperma buruk.
  • Indikasi: saluran telur tersumbat, endometriosis, sperma rendah.
  • Embrio tumbuh di rahim, bukan di tabung sampai lahir.