Langsung ke isi
Lyra
Bahasa Indonesia · Kelas 11–12 · Fase F · 5 menit baca

Polisemi & Homonim: Satu Kata, Banyak Makna

Setelah ini kamu bisa membedakan polisemi (banyak makna terkait) dan homonim (bunyi sama, makna tak terkait), serta menentukan makna kata sesuai konteks.

Coba pikirkan kata “kepala”. Ada “kepala keluarga”, “kepala surat”, dan “kepala batang”. Bunyinya sama, tetapi apakah maknanya saling terkait atau justru kebetulan saja? Ternyata ada dua fenomena berbeda: polisemi dan homonim. Apa bedanya? Coba lihat sendiri di bawah.

Coba pasangkan tiap pemakaian kata “kepala” dengan maknanya.

Apa itu polisemi

Polisemi terjadi ketika satu kata memiliki beberapa makna yang saling terkait. Kata “kepala” bermakna bagian tubuh, pemimpin, bagian atas, atau ujung. Semua makna itu terkait secara makna: bermuara pada ide “yang paling atas” atau “yang utama”.

Polisemi adalah gejala satu kata memiliki beberapa makna yang saling berhubungan atau terkait.

Apa itu homonim

Homonim adalah dua kata yang bunyinya sama tetapi maknanya tidak terkait. Contohnya kata “bisa” yang berarti “mampu” dan “bisa” yang berarti “racun”. Kedua makna itu tidak ada hubungannya, meski bunyinya sama.

Membedakan polisemi dan homonim

Kunci membedakan keduanya adalah hubungan makna. Pada polisemi, makna-maknanya terkait; pada homonim, maknanya tidak terkait sama sekali. Coba pilah jenis kata berikut.

Konteks menentukan makna

Karena satu kata bisa punya beberapa makna, konteks menjadi penentu. Coba pilih makna kata “bisa” yang tepat untuk tiap kalimat berikut.

Pikirkan polisemi seperti satu pohon dengan banyak cabang: semua cabang berasal dari satu batang yang sama (makna terkait). Homonim seperti dua pohon berbeda yang kebetulan ditanam berdampingan: mirip dari luar, tetapi tidak ada hubungan darah.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Kata “tangan” dapat berarti anggota badan dan dapat berarti “bagian jam” (tangan jam). Termasuk polisemi atau homonim?

“Tangan” sebagai penunjuk jam menyerupai tangan yang menunjuk, sehingga maknanya terkait secara gambar.

Karena maknanya terkait (keduanya menunjuk/menunjuk arah), kata “tangan” pada contoh itu termasuk polisemi.

Jebakan: menyamakan polisemi dengan homonim hanya karena keduanya punya bunyi sama. Yang benar: polisemi maknanya terkait, homonim maknanya tak terkait.

Jebakan: mengira satu kata hanya boleh punya satu makna. Yang benar: kata berpolisemi bisa punya beberapa makna terkait yang ditentukan konteks.

  • Polisemi adalah gejala satu kata memiliki beberapa makna yang saling terkait.
  • Homonim adalah dua kata yang bunyinya sama tetapi maknanya tidak terkait.
  • Kunci membedakan: ada atau tidaknya hubungan makna antarpemakaian kata.
  • Konteks kalimat menentukan makna mana yang dimaksud.
  • Memahami polisemi dan homonim menajamkan pemahaman kosakata.