Literasi B.Ind: Teks Informasi (Eksposisi, Deskripsi, Argumentasi)
Setelah ini kamu bisa menjawab paket soal literasi pada teks informasi dengan menyokong tiap jawaban menggunakan bukti yang kamu sorot di teks stimulus.
Saat mengerjakan soal Literasi Bahasa Indonesia, sering kali kamu yakin memilih jawaban A, tetapi tidak tahu bagian teks mana yang membuktikannya. Kebiasaan menjawab dengan ‘feeling’ ini berbahaya, sebab jawaban yang benar tanpa bukti sering kali hasil tebakan beruntung. Paket soal teks informasi UTBK melatih satu kebiasaan emas: tunjuk buktinya. Coba lihat sendiri di bawah.
Tiga wajah teks informasi
Soal teks informasi di UTBK tidak datang dalam satu bentuk. Ada tiga wajah utama yang sering muncul, dan masing-masing menuntut cara membaca yang sedikit berbeda. Mengenali wajahnya sejak awal membuatmu lebih cepat menemukan inti dan bukti.
Teks eksposisi menginformasikan fakta secara lugas, teks deskripsi melukiskan gambaran detail suatu objek, sedangkan teks argumentasi membela pendapat dengan alasan dan bukti.
Teks eksposisi biasanya berisi pernyataan umum dan uraian. Teks deskripsi penuh kata sifat dan rincian indrawi. Teks argumentasi mudah dikenali dari penanda seperti ‘oleh karena itu’, ‘dapat disimpulkan’, atau ‘saya berpendapat’. Banyak teks ujian merupakan campuran, tetapi satu wajah biasanya mendominasi.
Struktur yang dapat diprediksi
Teks informasi yang baik selalu punya struktur yang dapat diprediksi. Kalimat pertama biasanya berisi pernyataan umum atau gagasan utama. Bagian tengah berisi uraian atau bukti pendukung. Kalimat terakhir sering kali menjadi penegas ulang atau simpulan. Dengan mengenali pola ini, kamu bisa langsung menembak zona kunci.
| Bagian teks | Fungsi | Penanda khas |
|---|---|---|
| Pembuka | Pernyataan umum | Kalimat pertama paragraf |
| Isi | Uraian atau bukti | Angka, contoh, rincian |
| Penutup | Penegas atau simpulan | ‘oleh karena itu’, ‘dengan demikian’ |
Coba susun sendiri struktur sebuah teks eksposisi agar polanya tertanam dalam ingatanmu.
Fakta yang menyamar jadi opini
Jebakan paling sering di teks informasi adalah kalimat yang terdengar seperti fakta padahal opini, dan sebaliknya. Kalimat berisi angka dan rujukan biasanya fakta. Tetapi kalimat dengan kata seperti ‘sebaiknya’, ‘seharusnya’, atau ‘sayang sekali’ hampir selalu opini, sekalipun dibungkus kalimat yang terkesan netral.
Pikirkan fakta sebagai foto: ia menunjukkan apa yang ada. Opini lebih seperti komentar di balik foto: ia menilai apa yang seharusnya ada. Foto bisa dipercaya apa adanya; komentar perlu diperiksa siapa yang bicara.
Coba latih kepekaanmu memilah klaim yang tampak netral namun sebenarnya opini.
Kebiasaan tunjuk bukti
Keterampilan akhir yang membedakan skor tinggi dan skor biasa adalah kebiasaan tunjuk bukti. Setiap kali kamu memilih jawaban, tanyakan: kalimat mana di teks yang membuktikannya? Kalau tidak bisa kamu temukan, kemungkinan besar jawabanmu salah atau tebakan.
Format Literasi Bahasa Indonesia UTBK-SNBT (30 soal dalam 42,5 menit) banyak menguji teks informasi eksposisi dan argumentasi. Kebiasaan menunjuk bukti ini menjadi pembeda utama, sebab jawaban yang terjebak distraktor sering kali tampak masuk akal tetapi tidak didukung teks stimulus.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Bacalah teks singkat berikut: “Panel suryi tidak menghasilkan emisi karbon selama operasinya. Namun, proses pembuatan panelnya masih menimbulkan jejak karbon.” Pertanyaan: “Apakah panel suryi sepenuhnya ramah lingkungan?” Tunjukkan bukti jawabanmu.
Teks menyebut tidak ada emisi saat operasi, tetapi ada jejak karbon saat pembuatan. Maka jawabannya: tidak sepenuhnya ramah lingkungan.
Buktinya adalah kalimat kedua, yaitu bahwa proses pembuatan panel masih menimbulkan jejak karbon. Itulah yang mencegah klaim ‘sepenuhnya ramah lingkungan’.
Jebakan: mengira semua kalimat berangka adalah fakta. Yang benar: perhatikan juga pembungkusnya, sebab angka yang dipakai untuk membela usulan masih termasuk opini.
Jebakan: memilih jawaban tanpa bisa menunjuk bukti di teks. Yang benar: tiap jawaban harus didukung kalimat di teks stimulus, jika tidak, kemungkinan besar itu distraktor.
- Teks informasi UTBK muncul dalam tiga wajah: eksposisi, deskripsi, dan argumentasi.
- Struktur teks mengikuti pola pernyataan umum, bukti, lalu simpulan.
- Opini sering menyamar di balik kata netral seperti ‘sebaiknya’ atau ‘sayangnya’.
- Fakta ditandai angka dan rujukan yang dapat diverifikasi.
- Setiap jawaban harus ditunjang bukti yang dapat kamu tunjuk di teks.