Langsung ke isi
Lyra
Bahasa Indonesia · Kelas 10 · Fase E · 8 menit baca

Latar dan Konflik: Mesin yang Menggerakkan Cerita

Setelah ini kamu bisa menemukan latar (tempat, waktu, suasana) dan konflik yang mendorong plot sebuah cerita.

Bayangkan film tanpa musik latar dan tanpa masalah. Pasti membosankan, bukan? Dalam cerita, latar adalah “musik latar” yang membentuk suasana, dan konflik adalah “masalah” yang membuat plot bergerak. Tanpa keduanya, cerita hanya rangkaian peristiwa datar. Memahami keduanya membuatmu tahu kenapa sebuah cerita terasa tegang atau haru. Coba lihat sendiri di bawah.

Coba susun linimasa kejadian cerita pendek berikut menjadi urutan yang padu.

Tiga jenis latar

Latar terdiri dari tiga jenis: latar tempat, latar waktu, dan latar suasana. Latar tempat menjawab “di mana peristiwa terjadi” — bisa berupa rumah, sekolah, hutan, atau kota. Latar waktu menjawab “kapan” — pagi, senja, musim hujan, atau tahun 1990. Latar suasana menjawab “bagaimana rasanya” — tegang, ceria, atau sedih.

Tiga jenis latar ini bekerja bersama menciptakan dunia cerita. Sebuah adegan di “rumah tua, tengah malam, dengan suasana mencekam” terasa berbeda dari adegan yang sama di “rumah baru, pagi hari, dengan suasana ceria”. Penulis memilih latar untuk menumbuhkan perasaan tertentu pada pembaca.

Mengenali jenis latar membantumu menjawab soal seperti “latar suasana paragraf kedua adalah…” atau “kapan peristiwa itu terjadi?”. Coba kamu klasifikasikan latar berikut.

Latar adalah keterangan tentang tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita; ketiganya bekerja bersama membentuk dunia cerita.

Jenis konflik

Konflik adalah masalah yang menggerakkan plot. Tanpa konflik, tidak ada cerita. Konflik dibedakan menjadi dua besar: internal dan eksternal. Konflik internal terjadi di dalam diri tokoh (batin vs diri sendiri), sedangkan konflik eksternal terjadi antara tokoh dan kekuatan di luarnya.

Konflik eksternal dapat berupa manusia melawan manusia (tokoh vs tokoh lain), manusia melawan alam (tokoh vs badai, banjir, hewan), atau manusia melawan masyarakat (tokoh vs norma kelompok). Mengenali jenis konflik membantumu memahami tema dan pesan cerita.

Konflik mendorong alur

Konflik tidak muncul begitu saja; ia punya titik-titik dalam alur. Mula-mula konflik muncul (pemicu), lalu memuncak menjadi klimaks, dan akhirnya pecah (resolusi). Ketiga titik inilah yang membentuk struktur plot. Tanpa memahaminya, kamu akan kesulitan meringkas atau menafsirkan cerita.

Tegangan cerita naik ketika konflik memuncak, lalu turun ketika pecah. Penulis yang baik mengatur ritme ini agar pembaca terus penasaran. Mengenali titik-titik konflik membuatmu bisa menjawab soal “kapan ketegangan memuncak?” atau “apa yang menjadi puncak konflik?”.

Anggap konflik itu seperti batu yang dilempar ke kolam tenang. Batu itu masuk (konflik muncul), riak membesar (memuncak), lalu air kembali tenang (pecah). Latar adalah kolam itu sendiri — seberapa dalam, seberapa jernih, dan seberapa dingin.

Soal latar dan konflik sering muncul di TKA dan UTBK Literasi: “latar cerita adalah…”, “konflik utama adalah…”, atau “titik klimaks terjadi ketika…”. Menguasai jenis latar dan titik konflik membuatmu cepat dan tepat menjawab.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Baca teks berikut, lalu sorot kalimat yang menunjukkan latar suasana tegang.

Soal menanyakan latar suasana tegang. Cari kalimat yang membuat pembaca merasa cemas atau khawatir.

Suara langkah kaki yang mendekat di lorong gelap adalah penanda suasana tegang yang paling kuat.

Jendela terbuka dan angin hanyalah latar fisik; debaran jantung adalah reaksi batin tokoh. Kalimat langkah kaki paling tepat.

Jebakan: menyamakan latar tempat dengan latar suasana. Yang benar: latar tempat menjawab “di mana”, sedangkan latar suasana menjawab “bagaimana rasanya”; keduanya berbeda walaupun kadang saling menguatkan.

Jebakan: mengira konflik selalu berbentuk pertengkaran. Yang benar: konflik bisa internal (pergumulan batin) atau eksternal (alam, masyarakat); tidak harus berupa perkelahian verbal maupun fisik.

  • Latar mencakup tempat, waktu, dan suasana yang membentuk dunia cerita.
  • Konflik adalah masalah yang menggerakkan plot: internal atau eksternal.
  • Konflik eksternal: tokoh vs manusia, alam, atau masyarakat.
  • Konflik punya titik muncul, memuncak (klimaks), dan pecah (resolusi).
  • Latar dan konflik bekerja bersama membentuk ketegangan dan makna cerita.