Langsung ke isi
Lyra
Bahasa Indonesia · Kelas 10 · Fase E · 8 menit baca

Menelusuri Karakter dan Watak Tokoh

Setelah ini kamu bisa menemukan karakter tokoh lewat ucapan, tindakan, dan pikiran, serta membedakan penunjukan langsung dari penggambaran tak langsung.

Temanmu berkata “Aku baik” setiap hari, tapi ternyata sering membohongi orang. Mana yang kamu percaya, katanya atau tindakannya? Dalam cerita pun demikian. Penulis kadang menyebut sifat tokoh langsung, tapi lebih sering menunjukkannya lewat tingkah laku. Membaca karakter dengan benar membuatmu paham tokoh seutuhnya. Coba lihat sendiri di bawah.

Coba sorot kalimat yang menunjukkan bahwa tokoh Rino bersifat pemarah.

Penunjukan langsung: kata sifat

Penunjukan langsung terjadi ketika penulis atau narator menyebut sifat tokoh apa adanya dengan kata sifat. Misalnya: “Siti adalah gadis yang rajin”, “Bapak itu pemarah”, atau “Adi pemuda pendiam”. Cara ini cepat dan jelas, tetapi kurang hidup karena pembaca hanya diberi tahu.

Cara mengenali penunjukan langsung adalah mencari kata sifat yang menempel pada nama tokoh. Penulis memilih kata-kata seperti “pemarah”, “penyabar”, “rajin”, “penakut”, atau “ambisius”. Kalimat seperti ini biasanya berbentuk pernyataan deskriptif singkat.

Walaupun cepat, penunjukan langsung yang berlebihan membuat cerita terasa datar. Penulis baik jarang memakai cara ini lebih dari sekadar pengantar; ia lebih suka memperlihatkan sifat lewat tindakan.

Penggambaran tak langsung: tindakan

Penggambaran tak langsung menunjukkan karakter lewat apa yang dilakukan, dikatakan, dipikirkan, atau dirasakan tokoh, serta reaksi orang lain terhadapnya. Cara ini lebih hidup karena pembaca “menyaksikan” sendiri karakter tokoh, bukan sekadar diberi tahu.

Tanda penggambaran tak langsung adalah adanya adegan, dialog, atau pikiran. Misalnya, daripada mengatakan “Rino pemarah”, penulis menulis “Rino membanting pintu”. Daripada mengatakan “Siti rajin”, penulis menulis “Siti sudah bangun pukul empat pagi menyapu halaman”. Dari tindakan itu, kamu menyimpulkan sendiri sifatnya.

Inilah inti pepatah “tunjukkan, jangan beritahu” dalam menulis cerita. Pembaca yang menyimpulkan sendiri akan merasa lebih terlibat dan ingat lebih lama.

Penunjukan langsung menyebut sifat tokoh apa adanya dengan kata sifat; penggambaran tak langsung menunjukkan sifat lewat tindakan, ucapan, pikiran, atau reaksi tokoh lain.

Membedakan keduanya

Untuk membedakan, tanyakan: apakah penulis “memberi tahu” sifatnya, atau “memperlihatkan” buktinya? Kalimat yang langsung menyebut kata sifat adalah penunjukan langsung. Kalimat yang memperlihatkan adegan, dialog, atau pikiran adalah penggambaran tak langsung.

Latih matamu untuk membedakan keduanya, sebab soal sering menjebak dengan kalimat yang “membicarakan” sifat tetapi sebenarnya bukan menyebut langsung.

Anggap penunjukan langsung itu seperti stiker label di dada tokoh: “Aku pemarah.” Penggambaran tak langsung seperti video adegannya membanting pintu. Label cepat dibaca, tetapi video lebih meyakinkan.

Soal karakter sering muncul di TKA dan UTBK Literasi: “watak tokoh X adalah…”, atau “kalimat yang menunjukkan karakter X secara tidak langsung adalah…”. Menguasai kedua cara penggambaran membuatmu teliti dalam menjawab.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Baca teks berikut, lalu sorot kalimat yang menunjukkan karakter Lina secara tak langsung.

Buang kalimat yang menyebut sifat dengan kata sifat. “Lina penyayang” adalah sebutan langsung, jadi bukan jawaban.

Cari kalimat yang memperlihatkan adegan: membagi roti dan berkata pada adik. Keduanya menunjukkan kasih sayang secara tak langsung.

Kalimat tentang adik yang menyayangi Lina adalah reaksi orang lain, bukan tindakan Lina sendiri. Jadi tidak masuk jawaban.

Jebakan: mengira semua kalimat yang memuat nama tokoh menunjukkan karakter. Yang benar: hanya kalimat yang menyebut sifat (langsung) atau memperlihatkan tindakan-ucapan-pikiran (tak langsung) yang menunjukkan karakter.

Jebakan: menyimpulkan sifat hanya dari satu tindakan. Yang benar: kumpulkan beberapa bukti (tindakan, ucapan, reaksi orang lain) sebelum menyimpulkan watak agar tidak salah menilai.

  • Karakter tokoh dapat ditemukan lewat ucapan, tindakan, pikiran, dan reaksi tokoh lain.
  • Penunjukan langsung menyebut sifat dengan kata sifat apa adanya.
  • Penggambaran tak langsung memperlihatkan sifat lewat adegan dan dialog.
  • Tanyakan: penulis “memberi tahu” atau “memperlihatkan”?
  • Kumpulkan beberapa bukti sebelum menyimpulkan watak agar teliti.